Press "Enter" to skip to content

Kami Pengen 8 Band Bandung Ini Manggung Lagi di 2015!

YAK! Masih tentang 8 band Bandung yang kami rindukan kehadirannya di atas panggung. Ini dia 4 band lainnya setelah Aftercoma, Boys Are Toys, Hollywood Nobody dan Disconnected! Mari bernostalgia!

5. Hellbeyond

Hellbeyond, gerombolan heavy deathmetal yang mengerupsi di tahun 2006 ini pernah menjadi buah bibir di skena metal Bandung. Bayangkan, bagaimana old school deathmetal ala Bolt Thower atau Gorefest berpadu dengan alunan ngebut ala Kataklysm, dengan sisipan bumbu breakdown hardcore yang dapat menuntun kepala kamu untuk terus bergoyang, itulah mereka.

Hellbeyond semakin dikenal ketika single mereka yang bertajuk The Strongest Stand Last masuk kompilasi Bandung Death Metal (BDM), Panceg Dina Galur, yang dirilis Pieces Records tahun 2009 silam. Tahun 2010, melalui Rottrevore Records, Hellbeyond mampu membuncahkan sebuah debut album penuh mereka, yang diberi tajuk sama dengan single yang mereka sisipkan dalam Panceg Dina Galur.

Namun medio 2012, paska Parto dan Asuy hengkang dan fokus di Outright, nama Hellbeyond meredup. Bubar? Tentu nggak! Tahun 2013 lalu gerombolan ini menunjukan tanda-tanda kehidupan setelah merilis single anyar Arogance Is Futile. Hmm, semoga ini pertanda Hellbeyond balik lagi!

We are back. Lagu ini dibuat untuk dijadikan salah satu proyeksi dari sekian banyak pilihan untuk materi musik di album kedua kami. Walaupun sampai saat ini kami masih dalam tahap brainstorming, dan belum menentukan seperti apa nantinya gambaran album kedua kami nanti. Namun yang pasti, di sini kami akan membuat sebuah zona nyaman yang baru, dan menjalankan proses untuk melewati progres selanjutnya dalam bermusik,” tulis Hellbeyond dalam siaran pers beberapa waktu lalu. NAH!

 6. Jolly Jumper

Kalau yang ini, bisa dibilang dedengkot emo Bandung. Awal dekade 2000-an mereka muncul untuk pertama kali. Ya, nyaris barengan dengan Alone At Last, mereka menginvasi Bandung dengan musik emo saat itu.  Masih ingat Siklus Tanpa Arah? Terbunuh dalam Sepi? Atau Broken Windows? Ah ya, buat kami, sampai sekarang lagu itu begitu memorable di kepala.

Tahun 2010, mereka merilis album perdananya, FEELS, di bawah naungan PSD Records. Sayangnya, justru sejak saat itu Jolly Jumper harus kehilangan sang vokalis. Posisinya digantikan Boniex, yang juga vokalis For Revenge. Sampai awal tahun 2014, formasi Coki (gitar), Andry (drum), Lahami (gitar), Aldy (gitar) dan Boniex (vokal) sebenernya masih nongol di acara pensi-pensi SMA. Namun, namanya mulai meredup dari waktu ke waktu. Ke mana?

“Secara produktivitas, sih, kita memang lagi kurang, ya, tapi intinya kita ada aja, cuma nggak kayak dulu yang sering manggung,” jawab Lahami. Ya, nyaris mirip sama Disconnected, masing-masing personel sibuk dengan pekerjaannya di luar musik. Terlebih, para personel Jolly Jumper ini katanya nggak terlalu “bernafsu” pengen manggung. “Bukan dalam artian kita nggak mau dikenal, siapa sih yang nggak mau dikenal. Tapi sekarang kita udah masuk tahap ‘aya nu ngundang sukur nggak ada juga nggak apa-apa’, artinya yang penting kita main musik itu fun, tambah Lahami.

Eits, bukan berarti Jolly Jumper nggak melakukan apa-apa. Ternyata mereka tengah menyiapkan single anyar! “Kita baru nyelesaiin dua lagu baru, sebenernya satu yang udah beres, nah satu lagi tinggal take vokal,” kata Andry yang juga mantan drummer Puppen itu.

Walaupun Jolly Jumper belum memastikan kapan single anyarnya itu dirilis, kami tetep berharap mereka bakal muncul lagi ke permukaan di tahun ini. Apalagi katanya, mereka punya konsep baru. “Seperti salam kembalinya Jolly Jumper, soalnya vokalis udah ganti, dari Boni ke Boniex, hehe..” ungkap Coki.

7. Forgotten

Namanya jelas nggak asing di telinga para pecandu musik metal tanah air. Kuintet cadas deathmetal yang tenar dengan lagu berjudul Tuhan Telah Mati dan Tiga Angka Enam ini, lahir dari sebuah komunitas bawah tanah legendaris Kota Bandung, Homeless Crew. Sampai akhir 2014, nama Forgotten jarang absen dari festival-festival metal macam Bandung Berisik, Bandung Deathfest, Hellprint ataupun Rottrevore Deathfest.

Namun memasuki awal 2014, Forgotten harus melepas Rifky 13 (drum) yang memutuskan hengkang, dan harus kehilangan Addy Gembel untuk sementara waktu, karena ia harus bekerja di luar negeri. Sejak saat itu, mereka jarang nongol lagi di panggung.

“Sebenarnya kalau untuk manggung, banyak yang nawarin. Cuman kebanyakan si pihak penyelenggara pengennya Addy yang jadi vokalis. Tapi kondisinya beda, pas kita tawarin additional (vokal), mereka banyak yang mundur,” terang Gangan, sang gitaris.

Tapi tenang, bukan berarti Forgotten 100% vakum. Nyatanya, proses kreatif mereka sampai saat ini masih jalan, kok! Malah kata Gangan, Januari ini mereka siap masuk dapur rekaman lagi. “Kita vakum dulu, tapi hanya di dunia perpanggungan saja. Sementara untuk pembuatan materi kita masih jalan. Pastinya Addy juga berperan di materi baru yang akan dibuat ini. Dia udah kirim beberapa lirik lagu untuk dimasukan ke materi lagu ini,” tutup Gangan.

8. Goodboy Badminton

Kami kenal band ini saat Myspace masih berjaya. Ah, tepatnya tahun 2008, ketika unit pop punk ini muncul dengan single Alert Alert Lind Says. Segar. Iya, walau terdiri dari wajah-wajah lama, band ini punya materi yang menyegarkan. Rasanya, nggak butuh waktu lama, band ini bakal dikenal orang banyak, pikir kami saat itu. Bener aja. Tahun 2010 ketika mereka merilis album perdana, Going Out, lagu-lagu macam Kartu Mati atau Panggung Komedi  mengantarkan Goodboy Badminton (GBB) wajib masuk playlist indie di Mp3 Player milik kamu-kamu.

Band ini semakin matang. Ketika mereka merilis album ke-2, Desaparecidos (2013) -yang menurut kami, materinya keren banget- Mutt cs. justru malah kehilangan momentum. Intensitas manggung makin berkurang, GBB malah seperti “meliburkan diri” dari gig-gig akhir pekan. Waduh.

Kalau kamu sempat menonton ROI Session edisi GBB, harusnya tau apa yang terjadi dengan band ini. Masalah internal diakui jadi faktor utama kenapa unit pop punk ini “menghilang”. Padahal, baik Firman (keys), Mutt (gitar/vokal), ataupun Azi (drum) mengaku kalau mereka masih punya banyak materi yang tengah digarap.

Ah ya, ngomongin ROI Session, video itu emang sengaja kami buat untuk memancing GBB keluar dari pertapaannya. Nyaris sukses. Nggak lama berselang setelah video itu dirilis, GBB lewat akun twitternya mengumumkan kalau mereka telah bergabung dengan label baru, MDN Music bareng Rocket Rockers dan Syubidupidapap. Wah, pertanda baik!

Goodboy Badminton nggak berhenti di satu halaman. Mungkin bakal ada adventure-adventure lainnya tahun depan,” kata Mutt nyaris setahun silam. Semoga aja, kata-katanya itu jadi kenyataan di tahun ini. Amin!


 

Nah, itulah 8 band Bandung yang kami rindukan kehadirannya di atas panggung. Pastinya masih banyak band-band lainnya yang layak kamu tunggu di tahun 2015 ini. Nanti, lah, kami bikin artikel selanjutnya: “Kami Pengen 100 Band Bandung Ini Manggung Lagi”. Hehe. Kalau kamu, siapa band yang kamu kangenin di tahun ini?

_________________________________

Tim Riset Bohongan: Bima Dwidiptayana, Ichsan Ramadhan, Prastya Pandu, Septian Nugraha, Boniex Noer

Foto: dok. ROI

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *