Press "Enter" to skip to content

Kaki & Bandung: Jurnal Pejalan Kaki di Akhir Pekan

Di saat prediksi terjadinya kepadatan jalanan Kota Bandung pada long weekend minggu lalu, saya mengajak partner jalan kaki keliling kota, Geraldine, untuk menjadi flaneur. Di saat wisatawan dan warga Kota Bandung berbondong-bondong keluar rumah untuk menikmati liburan di Kota Bandung dengan kendaraan pribadinya, saya dan Geraldine kembali memilih jalan kaki untuk menikmati long weekend.

Alasan saya dan Geraldine untuk kembali berjalan kaki keliling Bandung kemarin: Kami cuma ingin jadi ‘wisatawan’ di kota yang hampir berevolusi mirip ibu kota ini dengan cara yang berbeda. Dan rasanya, bakal banyak hal detail yang kami temui saat berjalan kaki dibanding memakai kendaraan.

Contoh hal-hal detail yang dapat kita lihat saat berjalan kaki seperti infrastruktur kota, kebiasaan warga di setiap daerah yang kita lewati, tempat léléson (istirahat, RED) lah, angkutan umum (biar tau kalau ke sini dan ke situ itu naik angkutan umum yang mana), hingga  jajanan pinggir jalan.

Singkat cerita, sama dengan ‘kaki dan Bandung’ edisi  satu dan dua, kami sudah mengatur garis start, finish, rute, rest point, dan blank point (hayu kita nyasab). Tapi kadang, di situasi-situasi tertentu planning tersebut bisa berubah. Berikut planning Kaki dan Bandung #3 pada tanggal 19 April 2014.

Start line: Perempatan Buah Batu
Route: Gurame – Karapitan – Lenkong – Dalem Kaum – Tamim – Pasir Kaliki – Padjadjaran – Otten – Ehrlich – Sejahtera – Boscha – Sejahtera – Cemara – Sukajadi – Setiabudhi.

Rest point: Ruko Padjadjaran – Kursi smoker pegawai Bio Farma – Taman Segitiga Setiabudhi – Nasi goreng Aeps

Blank Point: Gang sekitar Sukajadi tembus langsung ke Setiabudhi sebelah Rumod.

Finish line: Isola UPI (Universitas Pendidikan Indonesia).

So, nggak usah nunggu ada temen atau komunitas yang mewadahi kegiatan ini. Kamu sendiri aja bisa kok, hanya dengan bermodal air minum, duit 30 rebu, kadaék, jeung kawani kamu bisa olahraga ringanzz dan mendapatkan ‘happiness index‘ kalau kata mayor Bandung mah. Hidup kesang dan pengendara motor yang suka naik ke trotoar!!!

Hasta la vista~

Oleh: Andri Irianto, warga Bandung yang cuma pengen hidup santun

Be First to Comment

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *