Press "Enter" to skip to content

JorowokBDG: Energi Terbarukan Bernama “Ekonomi Kreatif”

Sebagai salah satu warga kreatif Bandung, rasanya tepat jika dapat menghadiri acara di Sabtu (21/2) sore kemarin. Acara dengan tajuk Ekonomi Kreatif Sebagai Daya Kompetitif Kota-Kota Dunia ini merupakan salah satu diskusi JorowokBDG yang diadakan oleh Bandung Creative City Forum (BCCF) di Simpul Space #3, Jalan Taman Cibeunying Selatan No. 5 Bandung. Narasumber diskusi ini bukan orang sembarang, yang hadir di sini adalah Kepala Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF), Triawan Munaf, dan juga Bapak Walikota Bandung yang paling kreatif se-Indonesia, Ridwan Kamil.

Kegiatan ini berlangsung kurang lebih 3 jam saja, dibuka oleh seorang MC yang sudah pastinya cantik karena MC-nya adalah Mojang Kota Bandung. Kemudian ada penampilan dari Saung Angklung Udjo, yang menampilkan kolaborasi antara grand angklung dan biola yang ciamik, energik, dan tetap terdengar etnik. Selain itu juga ada kabaret dari Forum Kabaret Bandung, yang menceritakan tentang mulai tergusurnya budaya Indonesia oleh budaya luar, yang intinya mengingatkan kita bahwa Negara ini memilki aset budaya yang sangat berlimpah dan harus dijaga.

Acara utama sore itu pun dimulai, Kang Galih Sedayu bertindak sebagai moderator dalam acara diskusi ini. Pertama-tama adalah pemaparan dari Kang Tegep, selaku Direktur Helarfest dan juga Wakil Ketua BCCF, pada pemaparan ini dijelaskan mengenai acara Helarfest yang sudah diadakan sejak tahun 2008. Acara Helarfest ini juga sekaligus untuk memperingati 60 tahun Konferensi Asia Afrika. Helarfest sangat sesuai dengan program BEKRAF karena didalamnya terdapat 16 sub-sektor dari bidang ekonomi kreatif yang saling berintegrasi. Selain itu, harapannya adalah Helarfest ini dapat menjadi prototype dalam penyelenggaraan festival kreatif yang terintegrasi di Indonesia.

Pembukaan JorowokBDG oleh Saung Angklung Udjo
Pembukaan JorowokBDG oleh Saung Angklung Udjo.

Diskusi tersebut kemudian dilanjutkan oleh Bapak Triawan Munaf, yang menjelaskan apa visi dan misi dari BEKRAF. Beberapa misi untuk mewujudkan Indonesia sebagai pusat ekonomi kreatif pada tahun 2030 adalah penyatuan aset ekonomi kreatif yang ada di seluruh Indonesia, menciptakan iklim yang kondusif untuk perkembangan industri ekonomi kreatif, mendorong inovasi di bidang kreatif, membuka wawasan masyarakat terhadap ekonomi kreatif, membangun apresiasi terhadap Hak Kekayaan Intelektual (HAKI), dan merancang strategi positif.

Kang Triawan ini sempet curhat, bahwa dalam pelaksanaannya untuk membangun itu semua nggak mudah, karena untuk saat ini BEKRAF hanya memiliki kepala saja, belum ada badan pengurus yang lainnya. Terlebih lagi dengan birokrasi yang ada di pemerintah, baru 3 minggu menjabat Kang Triawan sudah cukup kewalahan. Oh iya, ada satu berita bagus yang dibawa oleh Kepala BEKRAF ini, bahwa kedepannya sebuah ide kreatif atau gagasan dapat menjadi agunan untuk peminjaman modal ke bank. Saat ini, aturan dan tata caranya masih terus disusun agar hal tersebut dapat mempermudah semua pihak dan akhirnya nggak disalahgunakan. Makin mudah dapat modal, kreasi pun semakin berkembang sepertinya.

Selanjutnya, Kang Emil sebagai Walikota Bandung memberikan dukungan yang sangat besar untuk BEKRAF karena bisa dibilang badan ini merupakan impian yang hampir 10 tahun ditunggu. Kang Emil menyatakan bahwa Bandung siap mendukung segala upaya BEKRAF, karena energi ekonomi kreatif di Bandung sangatlah besar, energinya sama seperti banyaknya yang hadir pada acara sore itu.

Energo-energi kreatif warga kota Bandung
Energi-energi kreatif warga Kota Bandung.

Kang Emil memaparkan bahwa Bandung akan membuat Creative Centre pertama di Indonesia, dan rencananya Creative Centre tersebut akan berada di Jalan Laswi. Di dalamnya akan dilengkapi toko yang menjual produk lokal warga kreatif Kota Bandung, perpustakaan, bioskop untuk menampilkan film-film hasil sineas muda Bandung, co-working space, dan studio yang disesuaikan dengan komunitasnya. Pokoknya ini akan menjadi tempat nongkrong baru warga Bandung yang amat kreatif. Tiap kecamatan juga nanti akan dilengkapi dengan Rumah Kreatif, lho. Kang Emil nitip, nih, sama warga Bandung untuk mengaktifkan rumah tersebut jika Rumah Kreatif tersebut sudah ada.

Oh iya, nggak lupa, nih, Kang Emil juga mengingatkan untuk warga Bandung yang ingin ikut berpartisipasi dalam kegiatan 60 tahun KAA, bisa mendaftarkan diri menjadi Relawan KAA. Ikuti aja dulu perkembangannya disini. Nggak hanya warga Bandung aja yang bisa ikutan, warga luar Bandung juga boleh ikutan. Eh tapi, masa kalah, sih, sama warga luar. Sok atuh, kamu dulu yang ikutan.

Dengan adanya Badan Ekonomi Kreatif ini diharapkan bahwa seluruh insan yang berkecimpung di bidang ini dapat terus maju dan mendapatkan dukungan dari pemerintah. Selain itu, Kota Bandung tercinta ini dapat menjadi pilot project kota kreatif di Indonesia, mengingat bahwa energi ekonomi kreatif ini sangatlah besar di kota ini. Tiap sudut kota ini berisi orang-orang kreatif yang akan terus membangun Bandung Juara dan pastinya Indonesia yang lebih baik. Mantap atuh, ceesku.

Be First to Comment

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *