Press "Enter" to skip to content

Jalanan: Potret Jakarta yang Apa Adanya

“Kejamnya Ibu Tiri Tak Sekejam Ibu Kota”. Ciee, pasti udah pada sering denger ungkapan begitu
yup. Bagaimana rasanya kehidupan dari kaum yang terpinggirkan di tengah gemerlapnya Kota Jakarta? Bagaimana perjuangan mereka yang harus menghadapi kerasnya jalanan di sana?

Okey, memang cerita tentang pengamen atau kehidupan orang pinggiran Jakarta sudah sering
kalian dengar dan tonton beritanya di televisi, tapi setelah menonton film keren buatan Daniel Ziv ini pasti kalian akan terpukau. Eits, tapi film ini nggak dibuat untuk menuai belas kasihan yang menonton. Justru rasa kagumlah yang mncul saat melihat kaum marjinal memperjuangkan hidup di tengah beratnya kehidupan ibukota.

Apa adanya. Ya, itulah dua kata yang cocok menggambarkan film ini. Semua adegan dilakukan dalam realita tanpa adanya skenario naskah. Kritik -kritik pedas tentang pemerintah, korupsi hingga keadaan Jakarta yang nyata dan apa adanya.

Yak..film ini membeberkan keseharian tiga pengamen ibukota bernama Boni, Ho,dan Titi. Ketiganya mempunyai permasalahan dan perjuangan masing-masing untuk tetap bertahan hidup dan menggapai mimpi mereka masing-masing. Boni dan Ho berjuang sebagai pengamen sepanjang hari untuk sesuap nasi. Lalu Titi, seorang ibu rumah tangga 3 anak yang juga putus sekolah dari kecil harus berjuang untuk membantu ibunya dengan juga menjadi pengamen. Permasalahan dan konflik dihadapi oleh ketiga tokoh tersebut juga berbeda yang terdiri dari rasa kesepian, duka, kematian, dorongan sekskual, perkawinan, kisruh perceraian, nelangsa masuk bui, gemuruh reformasi, dan gemuruh globalisasi yang tergambar ala kaum marjinal. Banyak.

Ketiga orang itu juga berbagi musik yang menjadi soundtrack film dokumenter ini melalui adegan-adegan mengamen atau mendendangkan syair ciptaan sendiri, dari lagu nyeni hingga sentilan politik. Selain Ho, Titi, dan Boni, sejumlah musisi juga berkolaborasi untuk mengisi musik “Jalanan”, seperti Franky Sahilatua, Luky Annash, Cozy Streer Corner, Thanding Sari dan Tika.

Film yang pembuatannya memakan waktu sampai lebih dari 5 tahun ini mempunyai pemaknaan mendalam terhadap karakternya. Tokoh yang diambil oleh sang sutradara memang pengamen murni di mana cerita yang dikisahkan tak ada rekayasa sama sekali.

Kabarnya, film ini disematkan gelar Best Documentary di ajang festival film terbesar di Asia, Busan International Film Festival 2013. Nah, ini berarti kalian harus nonton banget film dokumenter buatan anak negeri. Ini bukan dokumenter biasa! Ini merupakan potret kehidupan anak manusia yang berjuang ditengah keadaan yang tidak memungkinkan. Dan percayalah, kalian akan terinspirasi oleh kehidupan mereka.

 

Judul : Jalanan

Sutradara: Daniel Jiev

Penulis Cerita: Daniel Jiev, Ernest Hariyanto

Durasi: 108 menit

Genre: Documentary

Pemeran : Boni Putera, Titi J, Bambang “Ho”

Be First to Comment

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *