Press "Enter" to skip to content

“I’ll Believe In Anything Tour 2016”, Sajian Magis dari The Trees And The Wild

Tour rilisan album baru The Trees and The Wild dengan judul I’ll Believe In Anything akhirnya hadir di Bandung pada Sabtu (3/12) kemarin, dan menjadi konser yang dihadiri para penikmat musik ber-genre post rock-folkish. Aya ih. Karena info awal open gate itu jam 6, selepas adzan Maghrib, parkiran Institut Français d’Indonesie (IFI) sudah mulai penuh dengan fans-fans yang udah nggak sabaran. Kebiasaan orang Indonesia banget. Ckck.

Selama showcase berlangsung, TTATW berhasil menciptakan suasana yang begitu syahdu di dalam auditorium IFI. Tanpa banyak berkomunikasi dengan audience dan didukung dengan konsep lighting yang mengiringi suara Remedy Waloni dan Andra Kurniawan, berhasil membuat aku sedikit merinding di awal pembukaan. Di antara kerumunan orang, ruangan yang gelap itu silih berganti dihiasi cahaya berwarna putih, yang tiba-tiba berubah suasana menjadi merah, lalu biru, lalu putih serab lagi. Aku sedikit bingung, antara harus ketakutan atau kagum. Beda tipis lah ya~

img_9889

Suasana puncak pang syahduna adalah saat mereka bawa lagu Saija. Rasanya aku ingin merangkul Aa penggebuk drum. Eh, santun. Lagu Empati Tamako yang menjadi penutup, juga berhasil didukung dengan pergerakan lighting yang menyesuaikan dengan tempo drum dan tanpa sengaja mengundang gerakan kaki dan kepala aku untuk digoyang-goyang. Aslina ieu mah~

Dengan ‘encore’ yang sampai 3 kali, para fans tetap mengekspresikan ke-belum-puasan showcase berdurasi kurang lebih 60 menit itu. Padahal itu teh udah membawakan semua lagu-lagu dari album barunya. Akhirnya, karena (mungkin) TTATW juga belum bisa move on dari album Rasuk, di setiap gimmick tiga kali encore itu mereka membawakan tembang Rasuk, Our Roots, dan Kata.

img_9899

Asik banget, sih, konsernya, dan yang bikin beda teh biasanya kalau konser warna lampunya mejikuhibiniu kan? Di konser ini warna lighting-nya itu bener-bener terkonsep dan berperan sebagai pengatur perasaan kita sebagai penonton agar dapat dibawa ke atmosfer soundscape yang berbeda-beda. Aku, sih, nangkepnya gitu, nggak tau deh kalau penonton lain. Hehe, sotau~

Selamat dulu deh buat TTATW atas peluncuran albumnya yang bertajuk Zaman-Zaman. Album yang menurut aku sangat bercerita tentang perpaduan antara emosi, hidup, dan juga waktu. Pokoknya mah aku suka!

 

Foto: Bagus Ramadhan (Indie.Art.Project)

Comments are closed.