Press "Enter" to skip to content

“Hellshow 2015”, Perayaan 20 Tahun yang Luar Biasa

Kalian tau, hari Minggu (13/12) kemarin adalah hari apa? Ya, betul, yaitu hari setelah hari sabtu dan hari sebelum senin tanggal, dan seminggu sebelum tanggal 13 adalah tanggal 6 Desember, dan satu minggu setelahnya adalah tanggal 20 Desember. Gimana udah paham belum? Jangan sampai tertipu, perhatikan kalimatnya baik-baik yah. Perlu diulangi nggak? biar ngerti laah, dan lumayan kan, nambahin stok kata-kata biar tulisan ini keliatan banyak gitu.

Oke balik lagi, pada tanggal segitu tuh, kalian harusnya nggak ngelewatin event yang langka dan sangat sayang sekali apabila dilewatkan dengan hanya berdiam diri di rumah. Mending di rumah pacar, lah ini rumah temen, temennya sejenis kelamin lagi. Itu lagi, itu lagi. Daripada sibuk ngurusin tahi lalat kalian ada berapa, harusnya kalian pergi berbondong-bondong ke Hellshow 2015 yang digelar di Disjas Baros, Cimahi. Iya tau Cimahi jauh kok, tapi ya, jangan mau kalah dong sama penonton yang dateng jauh-jauh dari luar kota buat merasakan atmosfer musik keras yang ada.

Hellshow 2015 ini merupakan pertunjukan musik keras berkelas yang sangat spesial bagi band metal asal Bandung, Burgerkill, karena gelaran ini bertemakan Exclusive 20 Years Anniversary Reunion Show, dengan mengajak Kimung (bass), Ugum (gitar) dan Toto (drum). Tema tersebut merupakan bentuk selebrasi dan rasa syukur mereka karena band cadas ini udah 20 tahun malang melintang, baik itu dalam skala lokal ataupun global. Gelaran ini juga diramaikan dengan hadirnya Jasad, Beside, Turtle Jr, Jeruji, The Dissland (Bali), Fraud (Surabaya), Hellcrust (Jakarta), serta In Place Of Hope yang ikut memecahkan telinga dan membuat kepala mengangguk dalam balutan musik keras.

Saya datang sekitar jam 5 sore lebih, merupakan kebodohan saya yang harus saya rasakan. TELAT PISAN SAYA BOS! Saya sudah melewatkan beberapa penampil seperti Beside, Turtle Jr, Jeruji, dll. sesampainya di sana saya langsung disuguhi oleh penampilan Jasad yang membawakan lagu, kalau nggak salah teh judulnya, Getih Jang Getih. Selepas lagu tersebut dimainkan dengan lantang, Man sebagai pentolan, meneguk air minum sembari berbicara kepada penonton dengan guyonan sundanya yang khas. Karmila milik mendiang Farid Harja menjadi lagu berikut yang dimainkan dengan aransemen yang membuat si “Karmila” jadi “Karmila yang Jasad Pisan. Salut! Ternyata Karmila yang Jasad Pisan adalah tembang yang terakhir dimainkan, mengingat kalau mereka memainkan satu lagu lagi aja, maka lagu tersebut akan ber-featuring ria dengan kumandang adzan Maghrib. Jasad pun turun panggung.

 

IMG_0493 copy
“OuO, Karmila!”

Rundown menunjukan bahwa performer yang ditunggu-tunggu selaku yang punya hajat ini, main pada pukul 19.30. Nggak masalah menunggu beberapa waktu untuk menyaksikan penampilan dari Band yang mendapat penghargaan Metal As F*ck oleh majalah Metal Hammer dalam Ajang penghargaan Golden Gods Awards 2013 lalu. Di London, Inggris. Masalahnya adalah, hujan turun dengan tenangnya tanpa memikirkan perasaan para pewarta foto yang kesulitan mengabadikan momen dan membungkus kamera mereka dengan kresek. Kamera apa gorengan bos? Tentunya hujan bukan suatu masalah bagi para Begundal (sebutan fans Burgerkill, RED) yang udah menantikan idolanya sembari meneriakkan dengan lantang dan seksama “BURGERKILL! BURGERKILL! BURGERKILL!”.

Yang ditunggupun akhirnya muncul, Dimainkannya intro sambil menggiring para personel masuk satu persatu. Pemandangan menarik pun terlihat ketika formasi Burgerkill pada Bass dimainkan oleh Kimung dan Toto di drum. Heal The Pain dari album Dua sisi menjadi suguhan awal memanaskan suasana perhelatan musik di Disjas Baros saat itu. Revolt dan Homeless Crew menyusul setelahnya dan lagu yang penuh dengan emosi dengan lirik keras berjudul Rendah dibawakan Vicky dengan liar dan ganas menjadi santapan para Begundal untuk meluapkan emosinya.

Hujan deras nggak membuat para Begundal beranjak dari tempatnya berpijak, sajian yang ciamik dari Burgerkill dengan membawakan Sakit Jiwa, Luka, Penjara Batin dari album Berkarat membuat suasana menjadi semakin gila dengan masuknya Ugum pada gitar. Tiga Titik Hitam memecahkan suasana yang asalnya penuh luapan kebencian menjadi larut dalam kesedihan yang dalam. Ya, lagu tersebut didedikasikan Burgerkill dan para Begundal untuk mengenang mendiang Ivan “Scumbag” Firmansyah yang sudah terlebih dahulu meniggalkan dunia ini. Di lagu ini nggak sedikit para Begundal yang larut dalam tangisan.

IMG_0747 copy
20 tahun, dan terus berlanjut.

Hellshow 2015 ditutup dengan penampilan Burgerkill yang membawakan lagu Iwan Fals, Air Mata Api dengan balutan musik keras, dan juga Undefeated, materi anyar mereka. Nggak kerasa 18 lagu mereka bawakan secara ganas dan memekakkan telinga para Begundal yang datang. Diakhiri dengan selebrasi peniupan lilin diatas panggung pun tersaji.

Pengalaman yang nggak bisa digantikan, bisa menyaksikan show musik metal berkelas. Bagi sebagian orang, mungkin jenis musik ini hanya menjadi musik yang identik dengan hal negatif, namun kembali itu cuma persepsi. Kenyataannya pun nggak seperti itu. Musik, ya, musik. Tetap dengan warnanya yang berbeda beda namun memiliki maknanya masing-masing. NUHUN HELLSHOW 2015!!!

 

 

 

Be First to Comment

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *