Press "Enter" to skip to content

Harmoni Kehidupan ala Hari Pochang

Beberapa orang mungkin asing mendengar namanya, tapi nggak dengan pencinta musik blues ataupun pemerhati musik di mana pun anda berada. Sore itu, Rabu (4/2), ROI! mendapat kesempatan untuk berbincang-bincang dengan salah satu legenda blues asli Bandung. Dia adalah Hari Pochang! Nama asli dari musisi satu ini adalah Hari Krishnadi, beliau lahir di Bandung pada tanggal 25 April 1953. Kalau dilihat dari umurnya, mungkin sudah tua ya, tapi jangan sepelekan semangatnya dalam berkarya, masih berjiwa muda!

Musik sudah menjadi hal yang membuatnya tertarik untuk terus mempelajarinya, bahkan menjadi salah satu pilihan hidupnya. Hal tersebut mulai tumbuh sejak masa-masa SMP, hingga akhirnya di masa perkuliahan, dia mulai serius untuk menjalaninya. Bersama sahabatnya, Alm. Harry Roesli, Hari Pochang terus mengembangkan hobinya karena mendapatkan kecocokan dalam hal bermusik. Walaupun sempat ditentang oleh keluarga, namun bukan berarti langkahnya terhenti. Musik tetap menjadi pilihannya, namun pendidikan nggak pernah ditinggalkan. Buat Kang Hari, dunia akademik dan pergaulan itu mesti seimbang.

Kang Hari ini suka segala macam jenis musik, tapi hatinya merasa cocok dengan musik blues. Bagi Kang Hari, musik blues itu lebih ngena dan satu frekuensi dengan dirinya. Blues nggak hanya diterima di telinga aja, tapi diterima di hati juga. Blues sangat mewakili perasaan, lirik-lirik yang ada di dalamnya merupakan analogi dari kegalauan sehari-hari, namun sifatnya nggak cengeng. Jadi, galau mah ya galau, tapi hari terus berjalan, and you must keep moving on. Mungkin hal tersebut yang bisa dirasakan dalam musik blues.

“Setiap orang itu musik. Hidup itu pasti ada musik, alam pun musik. Kalau sehari di dunia ini nggak ada musik, pasti ada yang salah dengan dunia ini, dan saya juga yakin, setiap orang memiliki titik blues dalam diri masing-masing” – Hari Pochang

Lelaki yang juga seorang fotografer dan juga bergabung dengan band Blues Libre ini, awalnya nggak hanya memainkan harmonika saja. Macam-macam alat musik pernah dicoba, namun ternyata harmonika-lah yang dia pilih. Bentuknya yang kecil, membuat harmonika lebih mudah untuk dibawa ke mana-mana, bahkan Kang Hari ini kalau lagi di mobil dan terkena macet pasti sembari memainkan harmonikanya. Ampuh untuk mengusir kekesalan saat macet dan juga jadi tempat latihan paling baik. Tapi, jangan ditiru juga, hal tersebut hanya dilakukan oleh profesional, haha. Nah, berarti kalau lagi macet gitu, lihat kanan kiri, siapa tau Kang Hari lagi main harmonika.

Menurut Kang Hari, harmonika dapat menjadi media untuk mengalirkan energi dan untuk yang seumuran dia, harmonika juga bisa menjadi sarana meditasi. Selain itu, harmonika juga punya tantangannya tersendiri, seperti untuk mendapatkan nada-nada yang diinginkan, Kang Hari mesti ngulik harmonikanya. Banyak harmonika yang telah jadi korbannya, namun itulah tanda bahwa seseorang terus belajar.

Harmonika menjadi hal yang nggak pernah terlepas dari hidup seorang Kang Hari, ke mana-mana selalu dibawa. Salah satu kenangan yang nggak terlupakan ketika beliau memainkan harmonika adalah saat kematian sahabatnya, Alm. Harry Roesli. Pada saat di pemakaman, beliau mengiringi jenazah memasuki tempat peristirahatan terakhirnya dengan menggunakan harmonikanya dan juga dibarengi dengan pembacaan puisi dari Didi Petet. Tangis memang meluncur saat memainkan harmonika, tapi salah satu cita-citanya untuk mengantarkan sahabatnya dengan musik menjadi hal yang paling nggak terlupakan. Salut!

Lelaki ini juga menginisiasi sebuah komunitas yang bernama Bandung Harp’s Project (BHP). Komunitas ini ada untuk menjaring teman-teman yang tertarik untuk belajar harmonika. Dari yang muda sampai yang tua semua ada di sini, dan mentor-mentor yang ada pun dipastikan sangat mudah berbagi ilmu. Kalian bisa berkunjung ke Ruang Putih yang menjadi basecamp-nya BHP, bertempat di Jalan Bungur No. 37 Sukajadi, Bandung. Selain itu, di tempat ini juga rutin diadakan Monday Blues, yang biasanya ada di hari Senin minggu terakhir di setiap bulannya. Jadi, udah tau dong bakal ketemu Kang Hari di mana.

Kesan yang ROI! dapatkan dari sosok Kang Hari ini adalah beliau orang yang nggak pernah berhenti belajar dan selalu hangat pada siapa pun yang bertanya kepadanya. Jiwa muda yang muncul pada dirinya, membuat banyak orang nggak sungkan untuk berada di dekatnya. Menurut Kang Hari, beliau nggak pernah merasa dirinya menjadi musisi ataupun legenda, semuanya mengalir begitu saja, dan nggak pernah tau kapan berhentinya. Sungguh, sore yang menyenangkan bisa berbincang-bincang dengan musisi yang asik nan ramah ini.

______________________________________

Hari Pochang | facebook.com/hari.pochang

Blues Libre | facebook.com/blues.libre

Bandung Harp’s Project | facebook.com/groups/bandungharpsproject

Ruang Putih Bandung | facebook.com/ruangputih.bandung

Be First to Comment

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *