Press "Enter" to skip to content

Hajat Dahsyat dari Griffin’s Holy Grove

Jum’at (11/12) sore, Bandung sedang diguyur hujan dengan begitu aduhaynya. Hujan yang bikin males kemana-mana tea ningan. Sore itu saya sedang ngiuhan di salah satu foodcourt dekat kampus, sambil ditemenin yang anget-anget, bikin saya enggan buat keluyuran. Tapi, malam harinya saya kudu ke IFI Bandung, soalnya bakalan ada Mala Release Showcase, yaitu hajatan dari Griffin’s Holy Grove atas hadirnya album pertama mereka di pasaran yang dirilis oleh Sorge Records. Mantap gitu lah.

Selepas melakukan ritual peribatadan saya langsung nge-gas ke IFI. Di beberapa info, sih, acaranya bakal dimulai jam 7 malam. Tapi saya mau datang telat sedikit, nggak apa-apa lah, ya. Hehehe. Pukul 19:10 saya sampai di sana, ternyata masih sepi. Aa-aa di tiket box juga masih ngegulung-gulung poster. Ya udah, saya beli tiket dulu aja deh, dari pada nanti tiketnya sold out. Waktu menunjukkan 19:15 di jam tangan holographic saya, di dalam venue masih terdengar band yang melakukan check sound, sementara di luar auditorium masih sepi. Hanya beberapa orang dari panitia yang lalu lalang, bulak-balik nggak tau ngapain. Setelah menunggu satu jam, saya terbangun dari tidur karena dibangunin aa-aa panitia. Terlihat penonton mulai bertambah, dan nampaknya ritual tes-tes suara sudah selesai. Hal itu ditandai dengan panitia yang seraya menyuruh penonton yang sudah datang untuk masuk ke venue, soalnya Avhath mau bikin berisik telinga yang dateng.

Panazzz.... Awhkk...
Panazzz…. Awhkk…

Tepat jam 8 lewat 15, Avhath yang bertindak sebagai opener di Mala Release Showcase, tanpa basa-basi langsung memanaskan ruangan pertunjukan dengan tembang-tembang pilihannya. Baru di lagu pertama, sang bassist sudah mengalami putus senar. Saking ku sumanget na. Tapi itu bukan masalah yang berarti, sih, kejadian itu nggak bikin penampilannya jadi loyo. Selepas ganti senar, mereka kembali berhasil ngajak penonton yang dateng buat moshing kecil-kecilan. Alhamdulillah, ada yang moshing. Saya juga ikut ngesang akhirnya.

Setelah Avhath yang cukup sukses memanaskan suasana, selang beberapa belas menit, Lizzie yang didaulat sebagai pemegang kendali di babak kedua, langsung menghajar panggung IFI dengan rock penuh amarah tapi santun. ”Kawanan bengal” ini tampil lepas dengan membawakan beberapa nomor andalannya seperti Lust Slaver dan Dead River yang mampu membuat para penonton makin ngesang. Hadirnya mereka di acara semalam, menjadi semacam daya tarik tambahan untuk datang ke Mala Release Showcase. Saya yang sebelumnya ketiduran karena nunggu, jadi makin cenghar pas mantengin Avhath dan Lizzie. Semacam jadi sajian pembuka yang lada.

Nonton karakter guitar hero...
Nonton karakter guitar hero…

Baru lah, selepas dua pembuka yang bikin seger, kini para kakak-kakak Jodi Satriya (gitar, vokal), Ferdi Adriansyah (bass) dan Yusuf Zulkibri (drum) mulai beraksi. Sempat bermasalah dengan sound, tapi itu nggak bikin penampilan dari Griffin’s Holy Grove jadi menye-menye. Capek meureun yah, si soundnya teh. Tampil dengan formasi orisinil alias formasi awal GHG terbentuk, mereka begitu khusyuk membawakan tembang-tembang yang ada di album Mala. Mereka betul-betul menyuguhkan progressive rock yang berbeda. Kalau makanan mah, ada ciri khas tea ningan. Nah, mereka juga begitu. Khas. Selain itu, acara showcase mereka semakin meriah karena adanya kolaborasi dengan Aulia Fadil (eks personil Belakangka), dan juga Sarita Lahmi (Teman Sebangku). Wah, udah weh itu mah makin asik.

Udah ah, sisanya mah nggak bakal diceritain lagi gimana dahsyatnya hajatan perilisan album Mala. Biar kalian makin nyesel karena nggak dateng. Pokoknya saya seneng bisa ngesang dan, selamat buat Griffin’s Holy Grove! Tengkyu, paman!

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *