Press "Enter" to skip to content

Guardians Of the Galaxy Bagian 2 : Representasi Orientalisme

Seperti film Amerika pada umumnya, Guardians of the Galaxy (GOTG) pun memuat nilai-nilai kebaratan yang sangat kental. Dalam film ini, saya menemukan unsur orientalisme yang sangat kental. Orientalisme sendiri adalah sebuah pandangan ‘barat’ terhadap ‘timur’ yang dicirikan dengan penampilan yang eksotis, terkesan barbar, dan kuno. Biasanya kesan-kesan tersebut disematkan kepada Bangsa Timur Tengah.

Representasi tersebut dapat kita lihat dari sosok Ronan (Lee Pace) dan kelompoknya yang berpakaian seperti Kaum Mesir zaman dulu.  Apa dengan begitu, cukup bagi saya untuk mengklaim bahwa GOTG merepresentasikan nilai-nilai orientalisme ? Tentu tidak. Mari kita lihat motif dari Ronan. Motif dari Ronan adalah mengegakkan ‘hukum-hukum yang sudah ada dari ribuan tahun yang lalu’. Ya, Ronan dan kawan-kawannya adalah sekelompok alien (tentu saja mereka alien!), yang memegang teguh nilai-nilai yang tua dan kuno. Ketika mendengar tentang nilai kuno, yang pertama kali terlintas di pikiran orang kebanyakan tentunya adalah agama. Karena agama adalah satu dari sangat sedikit nilai yang tidak hilang oleh jaman. Iya, jadi motif pembantaian Ronan terhadap bangsa Xandar. Di sini Ronan menjadi antagonis.

Itu satu. Yang kedua, nilai-nilai seperti orientalisme, yang mengandung unsur oposisi biner (sebuah sistem yang membagi dunia menjadi dua: hitam dan putih, yang keduanya saling bertentangan) tidak akan berfungsi ketika nilai-nilai occidentalisme (kebaratan) tidak dimunculkan. Nah, nilai occidentalisme ini muncul di dalam sosok bangsa Xandar. Bisa dilihat nanti bagaimana bangsa Xandar digambarkan sebagai sebuah bangsa yang maju, dengan segala teknologinya, dengan warna-warna cerah, dan bangsanya hidup dalam damai, saling berdampingan walaupun berbeda ras. Ini adalah representasi dari barat di film ini, dan tentunya, mereka menjadi deutragonis (protagonis level 2) di film ini.

Itu dua. Yang ketiga, tentunya justifikasi tentang mana yang benar  dan mana yang salah. Hakimnya di sini adalah si protagonis. Si Star Lord (Chris Pratt) dan kawan-kawannya, si Guardians of the Galaxy. Pada akhirnya, mereka memutuskan untuk ‘membantu’ si deutragonis ini dan secara tersirat menampikkan nilai-nilai kebenaran yang dipegang oleh Ronan. Sepertinya tidak usah dibahas terlalu banyak, karena akan menjadi spoiler, tapi yaaaa, kurang lebih, seperti itulah bayangan tentang peran si protagonis. Menghakimi mana yang benar: yang mengikuti ritus kuno kepercayaan, atau yang hidup berdampingan dalam damai, merepresentasikan apa di dunia nyata ? you’re the judge.

Be First to Comment

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *