Press "Enter" to skip to content

“Grand Theft Atma”, Lanjutan Progresivitas dari Rollfast!

Pergerakan progresif dari sebuah entitas musik kadang baru kita ketahui setelah entitas tersebut berkarya dalam kurun waktu yang cukup lama. Pergeseran itu tentu saja sebuah sebab-akibat atas apa yang terjadi pada jeda tersebut. Rollfast, unit rock-eklektik asal Bali, tengah melakukan itu. Kami garisbawahi: dengan sangat baik!

Rollfast menghentak dengan perilisan single Pajeromon di bulan kedua tahun 2020, melalui label rekaman LaMunai Records. Bebunyian yang kentara berbeda dari karya-karya sebelumnya; album Lanes Oil, Dream Is Pry (2015), single Off! The Twisted! (2016), materi split-single Whirlpool (2017), dan beberapa sesi rekaman live. Tak hanya rock, mereka memadukan unsur electronic, jazz, hingga nada-nada mistik dari berbagai tradisi di Indonesia ke dalam karya anyarnya. Kini, progresivitas Rollfast kembali ditunjukkan dengan merilis nomor berikutnya bertajuk Grand Theft Atma (GTA) dalam bentuk video lirik yang diunggah ke kanal YouTube. Jelas, sebuah pelesetan dari GTA, seri video game yang merupakan dunianya CJ.

Eksperimentasi instrumen serta idiom khas Bali yang kental tersaji dalam karya yang bakal muncul di album yang direncanakan rilis tahun ini. Trek sepanjang hampir sembilan menit ini membawa kita menyelami komposisi yang tengah dibangun oleh Agha Praditya (vokal), Arya Triandana (synth), dan Bayu Krisna (gitar) selepas ditinggal 2 personil utama, Ayrton Willem dan Brahmantia. Meskipun begitu, keduanya ikut terlibat hingga proses akhir rekaman album.

Sama halnya dengan Pajeromon, GTA ditampilkan dalam media audiovisual 3D, menceritakan tentang liar dan kerasnya kehidupan di Bali. Sosok CJ, bunyi ‘terompet online shop’, leak, hingga lirik surreal yang nyeleneh ada di sana.

“Di Grand Theft Atma kami ngayal kalau setting-nya di Bali, mungkin yang terjadi cetik-cetikan, santet-santetan, mencuri atma (jiwa), hingga pamer kekuatan di perempatan jalan, konsep catuspatha; pertemuan energi dari sumbu vertical dan horizontal (langit-bumi),” terang Rollfast melalui siaran pers.

Direkam di tiga tempat berbeda; Antida Studio, Rockness Studio, dan Rock The Beat Studio, proses mixing dan mastering dikerjakan Racka Bintara. Artwork design diracik oleh Arya Triandana dan Wicitra Pradnyaratih. Arya juga, bersama Esa Bani, menjadi aktor di balik video yang tampak gacor ini. Salute!

Video lirik GTA diunggah sehari sebelum Hari Raya Nyepi, bertepatan dengan Hari Pengrupukan. Bagi mereka, ini bisa menjadi pengganti upacara Ogoh-Ogoh yang nggak bisa terlaksana akibat penyebaran wabah virus COVID-19. Sambil menunggu jadwal tayang di platform musik streaming, simak videonya!


Twitter: @rocknrollfast

Instagram: instagram.com/rollfast___