Press "Enter" to skip to content

“Gerakan 78RPM”, Upaya Menelusuri Harta Karun Musik Indonesia

Selain berkas atau foto, musik juga temasuk salah satu yang rasanya perlu diarsipkan, terlebih musik-musik lawas yang kadang kita cuma bisa dengar pas lagi mampir ke rumah kakek-nenek. Nah, berangkat dari kegeraman terhadap musik dan historikal di dalamnya, akhirnya David Tarigan dan kawan-kawan mulai membentuk Irama Nusantara yang dicanangkan akan menjadi sentra pendataan rilisan musik populer di Indonesia.

Lewat kegiatan konferensi pers dan talkshow-nya yang bertempat di Kineruku, Rabu (9/11) lalu, Irama Nusantara yang berinisiasi dengan Bekraf, mulai menyerukan Gerakan 78RPM. Di konferensi pers dan talkshow itu juga dihadirkan beberapa rilisan piringan hitam shellac milik Alm. Haryadi Suadi, yang di mana beliau adalah salah satu yang menjadi inspirasi dan sumber utama dari Gerakan 78RPM.

4

Dalam sesi talkshow bersama Endo Suanda (Etnomusikolog), David Tarigan (Irama Nusantara), dan Budi Warsito (Kineruku), topik yang dibahas adalah seputar peralihan rilisan dari piringan hitam plat 78RPM menuju piringan hitam berbahan Vinyl dan topik yang utamanya adalah upaya pengarsipan secara digital musik-musik populer di tahun ’50-’70an. Tapi, kan kalau cuma ngobrol mah, bosen meureun, jadi selain bincang-bincang, ada juga hearing session beberapa rilisan 78RPM, salah satunya ada rilisan dari band Aneka Nada milik Sam Bimbo, yang hari itu sayangnya nggak bisa hadir.

Selain jadi nambah tahu soal rilisan plat 78RPM dan ini-itu seputar upaya pengarsipan di Indonesia, saya dan (mungkin) semua yang hadir di kegiatan itu jadi nambah rasa peduli dengan budaya bangsa, salah satunya adalah musik-musik populer di era pra-kemerdekaan dan pasca-kemerdekaan. Soalnya, kalau dari hearing session kemarin, si musik jadul Indonesia khususnya yang dari Bandung teh ternyata ararantik oge. Kumaha teu antik atuh? Di salah satu trek dari band Aneka Nada aja ada campuran nuansa Sunda yang dipadupadankankan sama blues, terus ditambah sedikit early rock n roll. Kumaha tah? Saya sudah sukses terlihat sok tahu belum? Hehehe.

untitled-1

Tentu si hasil pengarsipan yang sudah diubah ke dalam format digital itu nantinya bisa diakses dengan gratis melalui web milik Irama Nusantara. Sungguh mantap dan mulia betul apa yang dilakukan teman-teman dari Irama Nusantara. Semoga setelah Berkaf ikut berinisiasi, nantinya banyak pihak lain yang turut membantu proses pengarsipan ini, baik itu dari para kolektor baik hati, dari wilayah akademisi, atau bahkan dari pihak pemerintah. Secara atuh, harusnya kan ini teh tugasnya beliau-beliau. Hehehe.

                                                                                             

Website: iramanusantara.org

Foto: Chiko Caesar

Comments are closed.