Press "Enter" to skip to content

Galeri Diskusi Publik: Apakah Bandung di Bawah Militerisme?

Perlawanan kadang dianggap sebagai hal negatif; pembangkangan. Tapi, kalau memang ada hal yang ingin diutarakan akan kondisi di sekitar, masa harus diem aja? Hehehe tentu, kita punya hak untuk bersuara. Ini yang dilakukan warga kreatif Bandung, melalui diskusi yang diinisiasi oleh Media Parahyangan dan Koperasi Keluarga Besar Mahasiswa (KKBM) Unpar, pada Jumat (2/9) kemarin. Bertempat di Co-op Space, diskusi dihadiri oleh komunitas Perpustakaan Jalanan yang diwakili Rahar, penulis Zen Rahmat Sugito, dan Shaquille Noorman sebagai mahasiswa Unpar.

Topik yang dibahas tak lain mengenai pembubaran kegiatan Perpustakaan Jalanan pada Sabtu (20/8) lalu, oleh Kodam III Siliwangi. Pada kesempatan itu juga Zen RS, yang sempat berbalas kicauan dengan Walikota Bandung, M. Ridwan Kamil, mengeluarkan pendapat yang bisa dibilang bener oge. “Kritik tidak harus dengan ada solusi, yang terpenting seberapa koheren kritik tersebut dengan disertai data-data,” ucapnya.

Momen ini bukan hanya sebagai ujian bagi Perpustakaan Jalanan, tapi juga bagi kita semua, yang masih iya-iya aja mendengar Pemkot Bandung ‘berusaha menggiatkan budaya literasi/baca di Kota Bandung’. Mengutip perkataan Zen RS; “Buku adalah hak akses membaca. Bersatulah pemilik buku di Bandung”.

Comments are closed.