Press "Enter" to skip to content

Fury: Kisah Heroik Pasukan Tank

Brad Pitt kembali ke masa Perang Dunia Kedua dalam film Fury, kali ini dia berperan sebagai Don a.k.a ‘Wardaddy’. Don bertugas sebagai pemimpin pasukan tank dari sekutu yang sedang mengepung Nazi di Jerman untuk memenangkan perang. Don dan 4 orang kru-nya adalah satu-satunya tank yang selamat dari sebuah misi yang gagal.

Don dan para kru-nya baru saja kembali bergabung dengan pasukan yang lain ketika dia merekrut kru baru yaitu Norman (Logan Lerman). Norman hanya seorang juru ketik yang terpaksa ikut perang dan berjodoh dengan Don yang memang kekurangan orang untuk menjadi kru dari tanknya.

Long story short, Don mendapat misi terakhirnya untuk menghabisi pasukan Nazi, misi yang mematikan dengan jumlah tank dan amunisi yang terbatas. Belum lagi seorang rookie yang menjadi penghalang Don untuk bertempur secara taktis dan teknologi tank yang kalah dari tank pasukan Jerman. Mungkin kamu bertanya-tanya Fury itu siapa. Jadi Don dengan  kru-nya ini adalah orang yang mengoperasikan Sherman tank bernama ‘Fury’. Dengan segala keterbatasan mereka harus menjalankan misi terakhir menghabisi Nazi di Jerman.

Cerita Perang Dunia Kedua dengan cerita Nazi sudah banyak diceritakan dari berbagai aspek. Kita udah pernah nonton cerita mencari orang hilang di PD II di Saving Private Ryan, cerita mata-mata konspirasi membunuh Hitler di Valkryie, cerita satuan khusus untuk membantai Nazi di Inglourious Basterds. Tapi Fury adalah cerita yang lain, perspektif lainnya yang menyenangkan dari pasukan tank yang belum pernah diceritakan kisah heroiknya.

Bagaimana sebuah tank dioperasikan dalam sebuah pertempuran, bagaimana kerjasama para kru tank yang bahu-membahu membidik tank lain dengan jitu, bagaimana kerjasama pasukan tank dengan pasukan lainnya dalam sebuah strategi perang. Semuanya disuguhkan dengan cinematography dan visual effect yang apik dalam Fury.

Walaupun klise, drama yang menjadi bumbu film ini diceritakan lewat perubahan mental seorang prajurit pemula yang takut pergi berperang menjadi seorang ‘mesin’ pembunuh Nazi yang tangguh. Apa yang paling mengerikan dari sebuah perang adalah luka mental para pejuang dan korbannya. Don yang baru saja kehilangan seorang kru-nya, harus mendidik Norman seorang remaja yang belum tahu sama sekali apa itu perang. Don mengajarkan Norman apa itu kematian dan kehilangan dalam sebuah pertempuran. Satu kata dari Don yang selalu diingat Norman adalah “Ideals are peaceful, history is violent”.

Drama perang yang disajikan memang terasa berat bagi kamu-kamu yang daritadi kerang-kerung nggak ngerti baca bagian ini, haha. Anyway, film action dengan jargonnya War Never Ends Quietly ini cukup gore (tapi masih appropriate), bisa jadi film perang terbaik tahun ini. Perspektif yang segar, drama yang klise, cinematography dan visual effect yang apik, serta para aktor yang kalian pasti suka membawa Fury pantas mendapat 8/10.

 

Fury (2014)

Sutradara : David Ayer
Penulis Naskah : David Ayer
Durasi : 134 menit
Genre : Action, Drama
Pemeran : Brad Pitt, Shia LeBeouf, Logan Lerman, Michael Peña

Be First to Comment

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *