Press "Enter" to skip to content

Belajar Fotografi “Lubang Jarum” bareng Pinhole Bandung!

Hai warga kreatif yang suka selfie, aku kasih saran, nih, kalau mau selfie jangan tanggung. Nih, foto sama komunitas Pinhole Bandung. Tapi harus diem, 1 menit lah. Jangan senyum, nanti huring, huntu garing. Maap. Tapi aku juga masih takjub, sih, bisa ada komunitas macem ginian. Aku mah taunya komunitas teh Pramuka, Paskibra dan Palang Merah Remaja weh..

Pinhole Bandung itu isinya orang-orang yang suka fotografi yang nggak biasa. Nih, aku jelasin apa itu Pinhole Bandung, mumpung kemarin baru ketemuan sama penggiatnya. “Pinhole itu dari kata pin, itu kan kayak jarum, ya, hole itu lubang. Jadi lubang jarum. Soalnya kita bukan pakai lensa, tapi kita pakai lempengan seng, yang bisa dilubangin kecil banget kayak lubang jarum. Jadi Pinhole itu, ya, kamera lubang jarum,” jelas Gilang, salah satu penggerak komunitas Pinhole Bandung.

Pinhole
Ini, nih, yang namanya kamera lubang jarum

Bukan cuma Gilang, ada juga Rey Bakhtiar, salah satu dari Komunitas Lubang Jarum Indonesia yang pertama kali merintis di Indonesia, tapi emang sebenernya udah ada dari zaman dahulu kala. Nah, kalau di Bandung ada Kang Deni Sugandi yang menggerakkan Komunitas Lubang Jarum di tahun 2008.

Niat awalnya Pinhole Bandung tuh karena emang ingin mengembangkan teknik fotografi lagi. Kalau mau foto, ya, bisa dengan kita bikin kameranya sendiri pakai barang-barang yang ada di sekitar kita. Muncullah Gilang, Willy, Cak Pii, Fera, dan Kang Ahmad yang membuat Kamera Lubang Jarum ini hits pada tahun 2010. Mereka ngumpul dan saling bertukar pikiran tentang kamera yang akan dan udah mereka buat, atau hanya sekedar hunting yang mereka bilang nyetrit (street). Anaknya teh nyetrit, euy.

Dari Barang Bekas

Saking barang apa pun bisa dipakai buat jadi kamera, salah satu produk minuman ngajak kerjasama Pinhole Bandung untuk me-recycle produk mereka. Sampai akhirnya, mereka diundang jadi pembicara di kampus-kampus seperti Widyatama, Unpar, UPI, dan Unikom. Mereka memang booming pada masanya sampai sekitar tahun 2012. Saking booming-nya, mereka sampai bikin “you can build your own camera”, jadi mereka bikin dan ngejual kamera yang kayak puzzle gitu, nanti yang belinya ngerakit sendiri kameranya.

Mereka emang bener-bener bikin kameranya dari barang bekas, kayak bekas kaleng rokok, atau kardus susu. Pokoknya semuanya yang bisa dibikin kamera untuk nyimpen si filmnya. Terus setiap mau foto, harus didiemin segimana cahaya yang masuk dari lubang jarum yang dibuka antara 10 detik sampai sekitar 1 menit. Setelah beres, mereka cuci di ruang gelap yang nggak biasa. Mereka jadiin WC sebagai tempat buat nyuci film hasil mereka nyetrit tadi! Seru, dari mulai bikin kamera, sampai jadi satu foto, mereka kerjain sendiri. Dan dimana pun mereka bisa lakukan.

Hasil foto pakai pinhole, ens lah~
Hasil foto pakai pinhole, ens lah~

Tapi sayangnya, sekarang udah susah nyari bahan yang dibutuhkan, kayak film yang harus disiapkan kalau mau hunting. Dengan susahnya nyari bahan film, mereka bikin pakai roll film. Nah, nggak akan habis pikir kalau udah suka. Ya cari alternatif lain. Dan, terakhir kali mereka hunting bareng itu di Sanghiang Poek tahun 2013. Mereka bikin goa jadi kamera, nutup semua celah, dan nyisain bolongan buat jadi lubang kameranya. Hasilnya pemandangan luar goa, dan mereka bikin hasil foto yang gede. Mantap.

Pinhole Bandung juga sering banget hunting bareng komunitas lain, dari mulai komunitas Toycam, sampai komunitas Kamera Pinjaman, yaitu orang-orang yang pengen foto tapi minjem kamera orang. Warga kreatif Bandung mah kepikiran aja kalau udah hobi, ada banyak cara. Edan.

Nah, kan, Bandung itu banyak orang kreatif, yang ngulik ini-itu buat jadi satu hobi di luar nalar. Buat kamu yang ternyata tertarik dan ingin belajar tentang fotografi lubang jarum, jangan sungkan untuk ikutan sama komunitas Pinhole Bandung, yak!

 

______________________________

Pinhole Bandung

Contact Person : Gilang (087825581828)

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *