Press "Enter" to skip to content

Fatal Frame (2015): Film Horror Rasa Detektif

Kalau kamu rajin main PS2, pasti kamu kenal game ini, judulnya Fatal Frame. Dulu, jaman saya masih SMP, Fatal Frame ini jadi game horror alternatif selain Resident Evil. Tapi sayang, setiap beli gamenya pasti nggak tamat. Kenapa bisa gitu? Karena gamenya serem banget. Resident Evil mah nggak ada apa-apanya. Bayangin aja, buat ngebunuh hantunya harus kamu foto pake kamera, atuh da serem, mau moto mantan aja serem, ini moto jurig. Ih ingin!

Nah, kabar baiknya, ternyata game legendaris ini dibikin jadi film! wah, sebagai penggemar karbitan Fatal Frame, saya seneng banget pas denger kabarnya. Apalagi yang bikin orang Jepang. Biasanya,sih, kalau game ke film, yang bikin orang Jepang jadinya bagus. Kalo orang Amrik, jadinya jelek, kayak Tomb Raider, Dead or Alive, ya gitu-gitu lah. Tapi, walaupun begitu, filmnya sendiri meninggalkan sedikit kekecewaan sih, mulai dari nggak serem, sampai nggak ada adegan bunuh-bunuhin hantunya, tapi tetep keren siah! Eh emang ceritanya gimana? Cekidot!

Di sebuah sekolah khusus perempuan di suatu kota kecil di Jepang, ada sebuah rumor yang mengatakan bahwa di sekolah itu ada kutukan yang hanya berlaku untuk perempuan. Kutukannya sendiri apa nggak jelas, tapi, di saat yang bersamaan, ada rumor lain muncul di mana apabila pada malam hari kamu mencium foto orang yang kamu suka, kamu bisa hidup selamanya dengan orang itu. Kehebohan dimulai ketika Aya Tsukimori (Ayami Nakajo) tiba-tiba mengunci dirinya sendiri di dalam kamar asramanya. Tak lama, temannya Kasumi (Kasumi Yamaya), tiba-tiba menghilang. Ini tentunya membuat heboh seisi sekolah. Lalu Michi (Aoi Morikawa) memutuskan untuk menyelinap ke kamar Kasumi, dan menemukan foto Aya tergantung di sana.

Foto itu mulai menelan korban ketika disimpan di altar loteng asrama mereka. Siapapun yang mencium foto itu, akan menghilang keesokan harinya. Sampai suatu ketika, Michi nyaris mencium foto itu, namun segera dihentikan oleh Aya yang muncul secara tiba-tiba. Ternyata, Aya sendiri mengurung diri di kamar karena ia merasa dihantui oleh Aya yang lain yang ada di foto itu. Setelah memastikan bahwa Aya tidak ada hubungannya dengan kutukan itu, Michi pun bekerja sama dengan Aya berusaha memecahkan misteri di sekolah itu. Dengan berbekal rumor-rumor dari sekolah itu, mereka berdua menantang maut dengan menyelidiki tragedi apa yang pernah terjadi di tempat itu.

Nah, bener, kecewanya di situ. Film ini nggak kayak film horror, tapi lebih kayak film detektif! Kalau kamu suka baca komik detektif Kindaichi, film ini cocok banget buat kamu. Banyak elemen-elemen yang khas dari komik detektif Jepang: rumor di sekolah,  guru-guru yang mencurigakan, dan lain-lain. Sebagai film yang ber-genre misteri, ini adalah film yang sangat bagus. Tapi, wajar kalau orang yang mengharapkan ini film horror malah kecewa, karena memang nggak ada serem-seremnya. Daripada serem, lebih cocok bikin merinding, deh. Beda kan?

Oh ya, satu aspek lagi yang benar-benar saya puji dari film ini adalah tema lesbian yang dibawakan dengan sangat epic oleh Aoi Morikawa dan Ayami Nakajo. Sayangnya, entah dengan alasan apa, ada beberapa bagian di film ini yang di-subtitle dengan kurang baik, sehingga tema lesbian ini agak kurang terangkat, dan mungkin akan terlewat begitu saja di akhir film. Agak bikin mengrenyitkan dahi, sih.

Secara keseluruhan, film ini saya kasih nilai 8 dari 10, akting yang apik, setting yang luar biasa keren, dan cerita yang bikin bertanya-tanya, namun hampir semua misteri terjawab, pantas menyandang nama Fatal Frame.

_________________________________________________________________________

Judul Asli: Gekijouban Zero

Sutradara: Mari Asato

Penulis Naskah: Mari Asato based on a Novel Fatal Frame: A Curse Affecting Only Girls by Eiji Otsuka

Genre: Horror, Supernatural

Durasi: 105 Menit

Pemeran: Ayami Nakajo, Aoi Morikawa

 

Be First to Comment

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *