Press "Enter" to skip to content

EVICTION dan Beberapa Kabar Segar dari Mereka

Musik nggak pernah memiliki batasan tertentu soal genre, menurut saya mah gitu. Batasan mah cuma buat kamu yang ngeceng sama guru bimbel yang umurnya jauh pisan. Agak kurang santun weh. Dan Eviction adalah salah satu contoh bahwa musik yang mereka mainkan mampu menjadi sebuah perbedaan dalam musik, dalam artian positif. Dibentuk pada tahun 2011, sebelumnya nama panggung mereka bernama Totalitas. Baru pada tahun 2014, bersamaan dengan pecahnya kasus penggusuran di Rembang, Karawang dan beberapa daerah, mereka melakukan pergantian nama band. Oh enya, Eviction ini memiliki arti “penggusuran”.

Lahir dari latar belakang selera musik yang berbeda serta kebosanan akan materi lamanya, Reza (gitar), Alo (drum), Shandy (vokal, noise synth) dan Iqbal (gitar, vokal) mencoba bereksplorasi dan lahirlah jenis musik crust yang lebih variatif. Memainkan musik crust mix atmospheric black metal dengan sedikit elemen doom ala Sleep, Electric Wizard dan Black Sabbath, dipadukan dengan beberapa sampel sound. Atau simpelnya mah kita sebut blackdoom stonecrust experiment aja yah.

Sejauh ini, Eviction telah menelurkan sebuah EP bertajuk (((Suara-Suara))) yang dirilis pada akhir tahun 2014 lalu melalui Hatecops Records, yang bisa kamu unduh bebas di sini. Dan pada tanggal 17 Agustus 2015 lalu, mereka merilis sebuah single berjudul Deforestasi, merupakan materi untuk split EP bareng band political noise spoken words asal Jogjakarta, Talamariam, yang akan meluncur akhir tahun ini. Wasedap, bossku.

Deforestasi nyeritain tentang pengrusakan alam oleh korporat, diambil dari kasus penebangan hutan di Sulawesi dalam skala besar oleh salah satu perusahaan penyuplai makanan cepat saji, yang pada saat itu memerlukan pohon sebagai bahan dasar pembuatan bucket kemasan produknya, dan pengrusakan hutan itu jelas mengancam habitat orangutan di sana,” kata Iqbal, saat dihubungi melalui Line sambil saya invite game Pokopang.

Yang lebih berbahayanya lagi, Eviction juga ikut menyumbang trek untuk album kompilasi Organize, yang akan segera dirilis oleh Grimloc Records, bersama dua puluh band Bandung lainnya. Segar! Di album kompilasi tersebut, Eviction menyumbangkan trek berjudul Terusir dari Tanah Sendiri.

Selain bermusik, Eviction juga aktif di komunitas kolektif Perpustakaan Jalanan Bandung, salah satu kolektif perpustakaan baca-baca gratis. Kabarnya, mereka juga tengah mempersiapkan sebuah launching untuk perpustakaan tersebut di awal tahun nanti. Aduh kemantapan sekali. Pantau terus kesegaran dari Eviction yang siap membasuh hari-hari membosankanmu!

__________________________________

Twitter : @suaraeviction

Bandcamp : suaraeviction.bandcamp.com

Foto : dok. Eviction & Grimloc Records

Be First to Comment

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *