Press "Enter" to skip to content

Everest (2015): Aksi Nekat dan Berani yang Disatukan!

“Oedaaaan,” sambil sedikit cirambai. Itulah kesan pertama saya menonton film ini bersama orang lain yang berdua-duaan, dan saya yang di sebelahnya. Niwatir. Saya sedikit tertarik mengulas film yang diambil dari kisah nyata yang memiliki sisi humanitas yang kuat dan cerita yang menegangkan, EVEREST. Film yang diangkat dari kisah nyata emang buat para penonton seperti ikut dalam balutan kisahnya. Seakan-akan penonton terbawa emosi dan membayangkan di bioskop juga adalah Everest! Teu. Walaupun cerita di dalam film ini sama dengan buku karya Jon Krakauer yang berjudul Into Thin Air, namun dalam film nggak disebutkan bahwa film ini sebuah adaptasi dari buku ini. Yang kerennya, sih, salah satu tokoh pendaki gunung Everest, emang ada sang penulis buku. Ya, si Jon Krakauer ada di film sambil kedinginan.

Lanjut ke cerita, film ini menceritakan kisah nyata sang heroik dan pionir dalam mengkomersilkan pendakian dengan perusahaan yang bernama Adventure Consultant. Keren pisan namanya, naik gunung juga ada konsultannya jangan salah. Diceritakan sebelum mendaki tahun 1996 ini, Rob sudah berhasil mengantarkan klien (para calon pendaki yang dibimbing oleh Rob) sampai puncak. Udah kayak AFI aja menuju puncak. Udah gitu, pas pendakian tahun 1996, Rob mendapatkan 8 klien, ada Beck (Josh Brolin) sang tokoh utama yang keren dan maco banget, sang pengantar surat, Doug (Jason Hawkes), dan Yasuko (Naoko Mori) serta Krakauer (dalam film ini diperankan Michael Kelly). Dalam awalan film, kita diceritakan sedikit tentang latar belakang masing-masing tokoh. Kayak si Beck yang punya istri dan anak menunggu di rumah dengan hati gundah gulana (lebay itu mah  abaikan), ada juga ladies Jepang, Yasuko yang telah menaklukkan 6 gunung tertinggi dan ini adalah puncak ketujuhnya. Emang udah anak gunung banget Yasuko mah, asli. Sama sang maestro gunung Everest, Rob, yang sedang galau karena meninggalkan si cantik istrinya (Keira Knightley) yang tengah hamil tua.

Nggak ketinggalan, aktor yang maen di Nightcrawler, Jake Gyllenhaal, turut meramaikan film yang berdurasi 121 menit ini. Jake berperan sebagai kompetitor guide comersil selain kubu Adventure Consultant. Ada juga kubu lain dari Rusia yang dipimpin oleh Anatoli Boukreev (Ingvar Sigordson). Walau bersaing, nih, namun mereka akhirnya bersama dan bekerja sama untuk ke puncak. Cakep!

Nah, dari sudut pandang penulis sendiri, film yang disutradai oleh Baltasar Kormakur ini memang top markotop deh untuk para penonton segala umur, apalagi yang emang suka genre Adventure dan drama antarmanusia. Yang bikin film ini bernilai bagus adalah segi naskah dan visualisasi yang… waw! Canggih, lah, pokoknya, bener-bener ngebawa kita kayak di pegunungan gitu, padahal mah di bioskop-bioskop keneh~

Jelas aja, sih, film ini wajib ditonton para pecinta pilem, soalnya syuting film sebagian besar juga di Nepal, ada juga di Italia. Kayaknya Kormakur nggak mau film ini keliatan studio banget gitu. Detailnya kerasa banget dan semuanya terlihat realistis. Kacooo. Tapi itu hanya dessert. Santapan utama atau senjata andalan film ini adalah sajian efek visual 3D yang memperlihatkan tebing-tebing keraton, eh, tebing-tebing terjal yang tertutup oleh es, yang memberikan sensasi vertigo dan akrofobia.

Ada sedikit kata-kata yang nerep di pikiran saya ketika selesai menonton ini. “Kata-kata terakhir selalu menjadi milik gunung“. Kata-kata bermakna dalam yang dilontarkan Anatoli ini memang bermakna ganda untuk saya. Bagi saya, manusia memang bisa berkompetisi dan saling bersaing untuk mendapatkan sesuatu atau sampai puncak, namun kemenangan tetap selalu menjadi milik gunung. Emang dalem itu kata-kata, sedikit tapi bikin ngabirigidig, lah. Sok makanya, bagi temen-temen, orang tua, kakek, nenek,  tante, om, pencinta film, dan tentunya para pendaki gunung untuk secepatnya ke bioskop terdekat. Beli tiketnya dan nonton filmnya. Jangan beli bajakan, dude!

 

Sutradara: Baltasar Kormákur

Penulis: William Nicholson, Simon Beaufoy

Pemain: Jason Clarke, Josh Brolin, John Hawkes, Robin Wright, Emily Watson

Sinematografi: Salvatore Totino

Be First to Comment

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *