Press "Enter" to skip to content

“Eastern Man”, Sebuah Cerita tentang Indonesia Timur dari Oscar Lolang

Kadang-kadang ingatan yang sering terbesit suka bikin rusuh, kayak misalkan kamu disuruh orang tua beli susu dan cemilan tapi ingetnya malah jajanan yang kamu suka pas waktu kecil. Kan nggak kebeli titipannya, tapi nggak semua bikin rusuh, ada juga yang bikin hati resah sehingga harus segera dituangkan biar bisa diceritakan ke orang lain. Itu yang dilakukan seorang Oscar Lolang, singersongwriter yang menceritakan keresahannya dalam single pertamanya Eastern Man yang dirilis melalui Karma Records.

Dalam siaran persnya, Eastern Man bercerita tentang seseorang yang menonton sajian musik folk dari Orang Timur (orang Papua) yang memainkan musiknya dengan Tifa, lalu sadar akan lirik-lirik yang dinyanyikannya mengenai kisah pilu di Indonesia Timur. Ya, bisa dibilang ketidakadilan yang ada di sana.

Ada satu bait lirik dari lagu Eastern Man ini yang membuat saya merasa merinding, berikut saya kutip “Sa pu mama mati karena tentara. Sa pu rumah hancur karena tentara. Sa su lama marah deng pemerintah. Dong su buat Papua menjadi merah.” Ya, buat yang mengerti artinya pasti matanya terbelalak seperti saya, kalau nggak ngerti, ya Tanya. Hehe. Galak.

Kurang lebih kutipan lirik di atas menceritakan isi dari lagunya secara keseluruhan, dengan nada-nada pilihan yang easy listening bikin suasanya dari lagunya sendiri nggak terlalu gelap. Meskipun ada bahasa daerahnya, mayoritas liriknya menggunakan bahasa Inggris. Judulnya aja Eastern Man dari bahasa Inggris, masa pakai bahasa Pokémon? Oke, nggak lucu. Ya, buat yang penasaran dengerin sendiri aja deh.

                                                                    

Instagram: instagram.com/oscarlolang

Soundcloud: soundcloud.com/oscar-lolang | soundcloud.com/karma_records

Foto: dok. Oscar Lolang

Comments are closed.