Press "Enter" to skip to content

“Domestic Formation”, Proyek Fotografi Performans dari 69 Performance Club yang Bisa Dinikmati secara Online

Pada masa karantina seperti saat ini, banyak orang menghabiskan waktunya untuk menghapal gerakan tiktok ketimbang menghapalkan surat-surat pendek dalam al-quran. Assalamualaikum, ah!

Tapi, tiktok kan seni? Hmm, mungkin ya. Secara pengertian, seni merupakan segala sesuatu yang diciptakan oleh manusia yang mengandung unsur keindahan dan mampu membangkitkan perasaan dirinya sendiri maupun orang lain.

Di era digital ini, seni banyak mengalami perkembangan dan pergeseran, baik dari segi filosofi ataupun pemikiran hingga yang paling nyata yaitu dari segi media yang digunakan. Seperti salah satu contohnya yaitu seni lukis yang dahulu hanya menggunakan media seperti kanvas, kertas, batu, kini melukis dapat dilakukan di media digital yang sekarang populer dikenal dengan graphics design.

69 Performance Club merupakan sekumpulan individu yang memiliki jiwa seni tinggi dan sudah pasti feed Instagram-nya diatur sedemikian rupa agar terlihat aesthetics. Didirikan oleh Hafiz Rancajale dan gegedug Forum Lenteng, 69 Performance Club merupakan bentuk inisiatif dalam rangka menyemarakkan studi fenomena sosial kebudayaan melalui seni performans. Adapun beberapa kegiatan yang diusung oleh barudak 69 Performance Club yaitu mulai dari workshop dan performans setiap bulan, diskusi, serta riset tentang perkembangan seni performans di Indonesia.

Sejak didirikan tahun 2016 lalu, mereka cukup getol menggelar pertunjukan performans dengan tema dan konsep yang berbeda. Nggak hanya itu, karya-karya yang dibuat pun sudah banyak dipamerkan di beberapa tempat seperti Teater Garasi Yogyakarta, GoetheHaus Jakarta, dan bahkan sudah keluar dari kawasan nomor kode telekomunikasi +62 seperti SMAK Museum (Ghent, Belgium), TranzitDisplay Gallery (Prague, Czech Republic), Ministry of Foreign Artists (Geneva, Switzerland), dan Ilmin Museum of Art (Seoul, South Korea).

Dalam rangka menjembatani bakat yang dimiliki oleh masyarakat gabut seperti pada saat ini, 69 Performance Club menghadirkan sebuah proyek fotografi performans yang membingkai rekaman visual melalui rekaman tubuh dalam ruang-ruang domestik para partisipan. Domestic Formation merupakan edisi ke-19 dari proyek yang digarap oleh 69 Performance Club dan yang ke-2 untuk tahun ini, setelah sukses dengan Sandi Kala di bulan Februari lalu.

Proyek ini dibuat sebagai bentuk aksi dan pemahaman agar seni dapat terus berjalan dan nggak boleh terhenti karena sebuah kejadian ataupun sebuah tragedi yang sedang terjadi seperti saat ini. Hafiz Rancajale selaku kurator berharap proyek ini dapat menjadi refleksi untuk setiap orang agar dapat memahami dan melihat situasi untuk dijadikan sebuah karya, khususnya dalam seni fotografi performans.

Tubuh-tubuh yang hadir dalam bingkai bisa secara utuh hadir sebagai objek tubuh, namun dapat juga berelasi dengan benda-benda dan ruang di mana tubuh itu hadir. Hal ini diyakini dapat menjadi salah satu cara untuk menginterpretasikan tanda-tanda antropologis dari ruang domestik kita.

Dilangsungkan selama periode April hingga Mei, 69 Performance Club menggandeng seniman-seniman berpengalaman, yaitu Dhanurendra Pandji, Dhuha Ramadhani, Maria Deandra, Pingkan Polla, Prashasti Wilujeng Putri, Robby Ocktavian, Syahrullah, Theo Nugraha, dan Ufik Taufiqurrahman. Dalam upaya memodernisasikan seni, 69 Performance Club menggunakan media sosial untuk mempresentasikan setiap karya para partisipan dan diunggah secara berkala melalui akun Instagram resmi.

Silakan kunjungi dan nikmati presentasi seninya mulai Jumat (17/4) ini.


Instagram: instagram.com/69performanceclub

Website: performanceart.id