Press "Enter" to skip to content

Dokumentasi Momen Sehari-Hari Khas Amenk di Pameran “Imajiku”

Samlekum, warga kreatif! Tahun 2015 udah mau beres, nih, ada baiknya kita me-review ulang hidup kita sepanjang tahun ini. Udah ngapain aja, sih, sepanjang tahun ini. Coba liat deh moments di Path kalian, faedah nggak? Kalau kebanyakan cuma awake sama sleeping doang, mungkin kalian miskin kuota, jadi pas lagi ngapain gitu, nggak bisa pamer. Watir. Beda dong sama aku, malem Minggu kemarin (26/12) mah aku check-in di Omnispace, trus captionnya “liputan Pameran Solo Mufti ‘Amenk’ Priyanka, “Imajiku”. Keasoyan”. Hamdalah, paket internet mah siap siaga terus aku mah.

Sebenernya hari itu ada 2 pameran sekaligus di lokasi. Di lantai 2 ada “Stoned MagribExhibition, yang ulasannya bisa dibaca di sini. Kalau pameran Imajiku mah ada di lantai 3.  Begitu naik ke lantai 3, ada dua hal yang cukup bikin aku kaget. Pertama, ternyata venue-nya kebilang terbatas tapi banyak banget yang dateng a.k.a hareurin. Kedua, ternyata pameran ini bukan pameran drawing sebagai mana aku bayangin (dan mungkin beberapa orang juga ada yang semacam ‘ketipu’), tapi ternyata pameran fotografi.

IMG_20151226_202737
“Yaa Lord banyak selfie gini, ini pameran apa instagram yha” – Pengunjung Sekitar

Pameran ini cukup simpel, sih, di sisi kiri ada puluhan foto-foto ukuran kecil, di kanan kalau nggak salah ada sekitar 5 foto ukuran sedang, dan di sisi tengah ada satu foto ukuran besar dengan gambar kresek item kecil ada sedotannya itu, lho, ada yang tau lah pasti warga kreatif. Semacam maskot kayaknya itu teh. Dikuratori oleh Ewing dan Arum, foto-foto yang dipamerkan kalau dari kacamata awam seni kaya aku, isinya nggak jauh dari kehidupan sehari-hari kang Amenk, dan foto-foto selfie. Banyak. Banget. Selfie. Padahal menurut hasil ‘nggak sengaja kedengeran’ obrolan kang Amenk dan salah satu pengunjung, foto-foto tersebut terkumpul dari tahun 2000-an. Kang Amenk memang hipster sejati.

Nggak sahih kayaknya kalau nggak ngobrol-ngobrol sama empunya pameran, berikut paragraf ini semacam rangkuman hasil ngobrol yah. Jadi, kenapa tetiba fotografi? Sebenernya kang Amenk ini sudah hobi mendokumentasikan momen sehari-harinya, walaupun do’i sendiri mengaku kalo secara skill mah nggak ‘wah’ gitu, yah, tapi memang menggelitik, sebagaimana kalau kita menikmati drawing-nya. Menurut do’i, benang merah dari karya-karyanya, baik fotografi ini maupun drawing, adalah kelugasan, jadilah kita bisa ngerasa relate a.k.a ‘wah aing pisan‘ dengan karya-karya kang Amenk.

IMG_20151226_205517
Harus pake hestek kuot op de dey pokoknya ini mah.

“Budaya mendokumentasikan itu di Indonesia sangat buruk, sih, menurut saya. Saya sebetulnya pengen menguatkan semangat mendokumentasikan sesuatu hal, entah misalkan suatu momen-momen penting atau ranah-ranah yang bersifat pribadi. Saya juga pengen tau kecenderungan-kecenderungan apa, sih, yang saya lihat dan rasakan saat menggunakan foto atau kamera. Intinya, treatment kita dalam mendokumentasikan suatu hal atau momen, sih”, jelas kang Amenk pas ditanya pesan apa yang diangkat dari pameran ini.

Mantap, kang Amenk memang idolaqu! Pameran ini masih buka sampai 31 Desember nanti lho, kali aja ada yang penasaran sama selfie-selfie ekslusif kang Amenk yang nggak pernah di-publish di mana-mana. Sugan olab. Asal jangan olab gara-gara kresek hitam bersedotan aja weh yah. Gitu deh, dadah!

 

Be First to Comment

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *