Press "Enter" to skip to content

Dimana Papong (Palu Ceu Popong)?

Kali ini, wawancarr-nya edisi spesial ! mungkin kalau di TV mah semacam breaking news-nya gitu, lah. Siapa tamunya ? Tak lain dan tak bukan adalah palu yang paling terkenal di dunia, nomer 2 paling terkenal setelah Mjollnr  (palunya Thor, pasti jarang yang tau juga da ??). Iyak, dia adalah Papong, alias Palu-nya Ceu Popong, alias Jonathan.

Seperti yang sudah diketahui, Papong ini adalah palu yang paling dicari-cari oleh Ceu Popong. Dengan kutipannya yang sangat terkenal “Palu na eweuh ! Palu na eweuh !”. Iya, sebenarnya dia menghilang cukup lama. Sudah hampir 3 minggu-an, saya tidak tahu tepatnya. Namun, tim investigasi kami dengan segala kejelian (dan kehokiannya) berhasil menemukan si Papong ini.

Ketemunya di mana, kami nggak bisa bilang, yang pasti kami melakukan wawancarr dengan Papong, dan ia setuju agar nukilan wawancarrr-nya dimuat di ROI. Berikut ini hasil wawancarrnya:

Halo Mas Papong, apa kabar ?

Papong (P): baik, segalanya aman terkendali

Saya akan langsung saja Mas Papong, tanpa basa-basi. Jadi bagaimana kondisi Mas Papong selama di persembunyian ?

P: ya, saya ok-ok saja di sini. Aman, makanan terjamin, dan situasi saya sebenarnya tidak akan terdeteksi oleh siapa-siapa andai mas Boniex (editor in chief ROI, RED) tidak nongkrong di depan situ dan makan nasi goreng, lalu tidak dengan melihat saya.

Oh begitu, sebenarnya, apa sih alasan Mas Papong bersembunyi?

P: ceritanya panjang Mas, tapi yang pasti karena saya malu. Saya malu lihat itu orang-orang yang berkelahi lalu disiarikan ke televisi nasional, jadi saya memutuskan untuk bersembunyi saja.

Peran Mas Papong di sana sebenarnya apa,ya? Apa signifikansi ketika mas ada di sana dan tidak? Seberapa besar pengaruh mas di sana?

P: Sangat besar. Saaangat besar. Di sana, saya adalah alfa dan omega. Awal dan akhir. Saya yang punya kekuatan untuk membuka, dan saya juga yang mempunyai kekuatan menutup.

Wah sebesar itu, mas?

P: Iya.

Kalau begitu mas lebih hebat daripada ketua sidang, dong?

Bukan begitu. Salah kamu kalau berpikir begitu. Saya adalah kekuatan simbolis. Kekuatan simbolis dari sebuah persidangan. Tentu saja bukan saya yang mempunyai kekuatan untuk membuka dan menutup secara langsung. Tetapi, suara dan maksud dari ketukan saya, juga siapa  yang mengetuk. Suara yang saya keluarkan adalah isyarat mutlak untuk memulai dan mengakhiri sesuatu dalam sidang. Kiranya begitu.

Hmm, ok, jadi secara teknis, kalau mas tidak ada, sidang tidak akan berjalan ataupun berakhir, begitu?

P: Prinsipnya secara teknis demikian. Tapi tolong,lah, manusia yang cukup waras akan mengerti, kalau tata aturan pun ada batasnya. Apalagi sesuatu yang simbolis seperti saya, dengan ketukan tangan pun sebenarnya mereka bisa mengakhiri sidang itu.

Jadi, kenapa mereka tidak begitu saja ?

P: Waduh, mas ini naif sekali. Mereka itu jenius mas. Semua berhasil mereka bodohi. Mas lihat, setelah kekacauan itu, hasilnya seperti apa mas tahu kan ? Yang mereka lakukan ketika saya sembunyi itu mengulur waktu mas. Membuat lelah. Mas tahu efek apa yang terjadi pada manusia ketika mereka lelah?

Hmm, mereka tidak bisa berkonsentrasi?

P: Ya, salah satunya demikian, tapi yang paling fatal adalah ‘jadi ingin cepat selesai, ingin cepat pulang, mandi lalu tidur’. Dengan demikian, lawan yang sudah malas bertarung adalah lawan yang paling mudah untuk dikalahkan. Mas lihat sendiri hasilnya.

Wah, berarti melicik dong, mas?

P: Anda ini benar-benar naif ya. Benar anda Sarjana Ilmu Politik? Dalam politik segala cara itu halal mas. Itu tidak melanggar hukum. Yang kena tipu saja yang bodoh. Dalam permainan sepak bola, ketika mas kena gocek oleh lawan, berarti mas sedang dibodohi oleh mereka, apa itu pelanggaran?

Bukan.

P: Iya, begitulah. Ketika anda terjatuh karena digocek, anda protes, maka andalah yang melanggar. Politik itu seperti itu mas. Lihai.

Baik Mas Papong. Berharga sekali pernyataannya.

P: Ada lagi yang mau ditanyakan ? sebenarnya saya lelah dan mau kembali istirahat.

Sudah cukup Mas Papong, terima kasih banyak. Mungkin satu lagi mas, kapan keluar dari persembunyian?

P: Besok.

Baik, terima kasih Mas Papong.

Be First to Comment

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *