Press "Enter" to skip to content

Diary Adek: Yuk, Naik Kereta Api, Siapa Hendak Turut?

“Naik kereta api.. tut tut tutttt”. Lagu itu teh akhir-akhir ini selalu terngiang aja di telinga. Beloman lagi nggak tau kenapa, rasa ngebet buat naik kereta api teh ayaaaa weeeeeh… Jadi aja, untuk Diary Adek kali ini memutuskan untuk naik Kereta Api. Sekarang mah siapa, sih, yang doyanan naik kereta api? Sekarang mah ke mana-mananya kalau nggak naik kendaraan sendiri, ya, naik pesawat ae meh panggaulna hehe.

Tapi, emang iya, sih, sekarang tuh kereta kayaknya udah so last year banget buat dijadiin alat transportasi buat liburan. Berhubung skripsiku beloman kelar, rencana pengen naik kereta api ke Jogjakarta batal, jadinya Adek kekeretaan di dalam kota aja. Emang beloman pernah juga naik kereta lokal gitu. Pengennya mah duduknya teh di atas gerbong keretanya. Sayang, aku ingin masih hidup..

Oke, jadi gini, Adek dan kengkawan punya rencana, yang di mana rencana pertama kami naik kereta ke Purwakarta, dan katanya di sana juga ada tempat yang bisa dipakai buat ulin dan Adek share tuk Abang-abang. Janjian, nih, sama temen-temen di Stasiun Kiaracondong jam 7 pagi. Emang karena kereta ke Purwakarta adanya jam 7.30, dan kita harus beli tiket sejam sebelum keberangkatan. Setelah semua kumpul, Adek dan yang lainnya snewen karena si Kang Komando nggak ada kabar, sedangkan kami udah ngumpul aja tuh di stasiun. Memutuskan untuk langsung beli, pas ke loket, ternyata kami salah loket. ALAMAAAK! Aslinya siah, ini mah terkadang, saya merasa sedih.

 

IMG_4311

Kang Komando pun nelpon, dan bilang katanya dia udah nunggu di loket yang emang khusus untuk lokal. Ya gitu aja idup mah peurih, Adek dan kengkawan lainnya harus lari-larian buat ke loket yang satunya lagi dan supaya nggak ketinggalan kereta. Tapi, apa mau dikata, sesampainya di loket untuk lokal, kami pun telat, ditinggal deh sama si kereta ke Purwakarta. Sedih, bête, auk ah, gitu perasaan Adek teh, Bang!

Tapi memang, sih, esensi dari kekeretaan tuh kita harus tepat waktu dan sigap. Umumnya, kereta nggak akan lama untuk ngetem di stasiun, dan tiket pun terkadang habis. Ejangan salah, kereta masih jadi alat transportasi utama buat warga kelas menengah ke bawah. Kami pun mikir enaknya ke mana, nih, ke Tasik, Cirebon, Padalarang, atau gimana. Ah, yaudah aja, akhirnya mah naik yang ke Padalarang dan berangkat jam 9.34. Coba abang bayangkan, bagaimana perasaannya, setelah ditinggal gitu aja, terus dibikin nunggu.. Bener idup penuh perjuangan teh, euy?

Waktu udah nunjukin jam 9.34, dan orang-orang pun diminta bersiap-siap karena emang kereta ke Padalarang udah mau dateng. Uh, itu mah seneeeeeeng! Akhirnya teh Adek bisa naik kereta lagi. Dengan tiket Rp1.500 aja, kalian udah bisa naik kereta api Ekonomi jurusan Cicalengka-Padalarang. Emang kebanyakan warlok aja gitu, ya, namanya juga kereta lokal. Selama di perjalanan, Adek sama kengkawan mikir, mau main apa nanti di Padalarang. Mau ke Stone Garden yang lagi hits banget, atau Gua Pawon atau mau ke mana. Ah, yaudah weh liat nanti. Eh, nggak kerasa weh udah sampai stasiun Padalarang. Sedih, sebentar. Inginnya lama di kereta, tapi ya mau gimana lagi.

IMG_4322

Sesampainya di stasiun Padalarang, rencana yang mau main ke Stone Garden teh, udah weh bhay! Pas udah sampai mah, jol weh aya kapikiran nerusin perjalanan ke Cicalengka. Yang artinya adalah kami teh balik deui, mundur deui. Ih gemes weeee abi. Tapi kan emang pengennya mah naik kereta, yaudah, hayu! Akhirnya kami beli tiket ke Cicalengka, sama harganya Rp1.500 aja, Bang! Beda sama perjalanan waktu ke Padalarang, kereta teh masih bisa kebilang sepi. Ai pas mau di ke Cicalengka-in mah, penuh aja, sampai Adek aja duduk teh bagi-bagi. Ya kan idup mah harus berbagi?

Perjalanan ke Cicalengka diisi dengan curhat di jalan. Namanya juga wanita, ya, gimana lagi, hampuraeun. Kurang lebih perjalanan sejam setengah dari Padalarang ke Cicalengka, yaa, lumayan lama lah. Pemandangan diisi sama hijaunya sawah-sawah yang membentang luaaaaaaaaaaaaas banget. Beda waktu perjalanan ke Padalarang mah, kumuh banget, banyak rumah penduduknya, dug-deg aja gitu ngeliatnya teh, gerah.

Nggak lama, eh sampailah kami di Stasiun Cicalengka. Baru aja ini mah asli, main kekeretaan antarlokal gitu, ya lucu aja, ya pengalaman lah, ya. Emang pas ke Cicalengka teh kami nggak tau mau ke mana. Yang kami tau, kami lapar dan pengen makan di sana, kebetulan lagi pengen makan bakso. Yaudah, cari tukang baso. Ada yang enak bakso deket stasiun, namanya Bakso BSM. Ya kebilang enak lah, duka nuju lapar, sih. Setelah ngebakso, rencana kami selanjutnya adalah… PULAAAAAAAAAAAAAANG!!! Hahaha, emang garablag, tapi gimana lagi, Adek juga bingung mau main ke mana. Da emang intinya mah cuma pengen kekeretaan aja, haha hampuraeun.

IMG_4314

Naik kereta api teh masih bisa dijadiin salah satu alat transportasi kalian yang pengen liburan ke mana aja. Ya emang, sih, kemarenan banyak banget berita yang nggak ngenakin tentang kereta api. Tapi kan, semua mah udah ada yang ngatur, ya? Jadi nggak usah ketir. Buktinya Adek, hepi sekali bisa naik kereta api. Pemandangannya yang paling seneng, apalagi kalau udah masuk terowongan. Ya emang, sih, kemarenan mah dikit yang bisa diliat, tapi Adek terpuaskan. Yuk, naik kereta api, siapa hendak turut!? Tut tut, tuuuuut

 

Foto : Alfi Prakoso & Prastya Pandu

Be First to Comment

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *