Press "Enter" to skip to content

Diary Adek: Bertualang Ke Bukit Tunggul

“Mendaki gunung, lewati lembah. Sungai mengalir indah, ke samudera. Bersama teman bertualang..”

Lagu itu ngegambarin suasana dimana aku dan kengkawan pergi ke sebuah bukit, bukit yang sangat dekat sekali~

Bandung, sekitar jam 4 pagi, aku dan kengkawan berkumpul bersama di ITB sebelum memulai perjalanan. Oh iya, beloman bilang, kalau hari itu kami berencana pergi ke Bukit Tunggul, yang letaknya ada di Lembang sana. Setelah semuanya kumpul, selepas shalat Shubuh, kami pun memulai perjalanan.

Perjalanan pertama dimulai dari ITB sampai ke TAHURA (Taman Hutan Raya) dengan menggunakan angkot. Sesampainya di Tahura, kami jalan kaki ngikutin track yang ada sampai akhirnya tiba di Goa Belanda. Da nggak serem tea geuning lewat sana teh. Keluar dari Goa, kami ngikutin jalan lagi, menelusuri jalan yang ada. Iya, jalan kaki. Diulang, j-a-l-a-n k-a-k-i.

Pemandangan saat itu adalah, pepohonan yang rindang dan suara derasnya aliran sungai, ciee.. Sambilan jalan, ternyata kami agak kebingungan dengan jalan yang lagi dihadapi itu. Mau ngikutin tanda jalan, taunya salah juga. Sampai pada akhirnya kami memutuskan untuk beristirahat dan menunggu apakah ada manusia millenium disana.

Kami istirahat di Curug Omas. Karena pas banget waktu itu lagi sunrise tea, biasa.. Sebagai nggak mau yang ketinggalan keren, kami foto-foto disana, biar kayak anak-anak instameet-ameet gitu buat di Instagram. Sehabis menemukan jawaban, kami terusin jalan sampai akhirnya nemu jalan raya, karena, katanya, nggak mungkin dilanjutin jalan kaki buat sampai ke si Tunggul. Sambilan jalan, ternyata kami ada di bawahnya Tebing Keraton yang nge-hits itu guys.

Nebe
Nebeng mobil bak.

Akhirnya, jalan raya pun kami temui. Untuk menghemat biaya hidup, kami memilih buat numpang mobil bak yang supirnya baik dan kosong. Dan, ada! Dengan semangatnya, aku lari ke tengah jalan, dan memberhentikan itu mobil bak, minta ijin ikut sampai ke Tunggul. Supirnya baik hati, ngebolehin kami ikut.

NGEEEEEENG~~~

Ternyata, si mobil bak nggak sampai ke Tunggul neh. Alhasil kami sambung dengan menyewa angkot yang ada disana. Setelah nego harga dan sepakat, kami lanjutin tuh perjalanan sampai ke Tunggul. Kurang lebih setengah jam, akhirnya kami sampai ke Tunggul. Perjalanan yang dimulai dari jam 5 pagi, sampai juga di Bukit Tunggul jam 11 siang. Alhamdulillah sampai! Dengan bayar retribusi 5 ribu, udah bisa masuk ke kawasan Bukit Tunggul. Murah ih, seharga satu porsi batagor deket rumah aku.

FYI, Bukit Tunggul ini tuh sebenernya adalah Gunung Bukit Tunggul yang ada di Jawa Barat, tepatnya Kabupaten Bandung Utara. Tapi kebanyakan orang bilangnya Bukit Tunggul aja. Dan didalemnya itu ternyata perkebunan pohon kina gitu. Yang nggak tau kina itu apa, kina tuh semacam bahan buat obat-obatan. Oh iya, akses jalur kesini bisa lewat Lembang, bisa juga lewat Ujungberung.

ih bagus
Ih, bagus geuning Bukit Tunggul teh.

Sesampainya disana, kalian bakalan nemuin petunjuk jalan yang mengarahkan ke tempat yang mau kalian kunjungin. Ada Situ Sangkuriang, Curug Batu Sungkur, dan arena camping gitu. Tempat pertama yang kami datengin yaitu Situ Sangkuriang. Nah, karena desas-desusnya di Bukit Tunggul ini ada danaunya, kami memutuskan untuk pergi dan liat langsung danau buatan yang ada disana. Katanya bagus. Percaya aja.

Perjalanan ke danau teh da nggak jauh, nggak.. Ehm. Kurang lebih ada 5 km lah buat liat si danau. Kami udah penasaran aja tuh sama si danau. Eh di tengah jalan, ketemu sama bapak-bapak yang lupa nanya siapa namanya, bilang kalau sekarang tuh danau itu udah nggak ada airnya, udah kering. Terus, kami semua, sedih… Danau yang berair itu, sekarang jadi penuh dengan rerumputan. Tapi pas diliat-liat, sih, macem padang rumput aja gitu, ciee. Dan padang rumput ini kami jadiin tempat peristirahatan lagi buat makan, dan ngaso-ngaso ria.

asdw
Enaknya duduk di rerumputan.

Setelah kenyang beristirahat, kami memutuskan untuk pulang. Sayang, sih, kalau harus pulang, karena beberapa tempat nggak kami datengin. Mungkin ini yang namanya beloman jodoh. Karena kami kebingungan pulang naik apa, kami mampir dulu ke warung yang ada di sana. Lupa namanya apa. Sambilan rebahan lagi dan makan lagi, kami nyari mobil bak yang bisa disewa atau kami tumpangin buat pulang. Setelah menunggu lumayan lama, dapet mobil bak sewaan neeh. Akhirnya kami pulang ke Bandung.

Diitung-itung, perjalanan yang kami tempuh kurang lebih ada 35 km. Boa gelo sugan, kan. Capek, sih, tapi kebayar semuanya sama pemandangan yang jarang banget kita dapetin di kota. Beloman lagi sama kengkawan juga perginya. Tapi, buat kalian yang kepengen dan penasaran sama si Bukit Tunggul ini gimana, langsung aja dateng. Nggak usah jalan kaki kayak aku, naik kendaraan pribadi yang kalian punya aja. Inget, kalian bisa lewat Lembang, bisa juga lewat Ujungberung.

Nah, segitu Diary Adek di Bukit Tunggul, ya. Tunggu Diary Adek selanjutnya. Ciaobelaaaaa~

 

Foto: Ade Bambang Kurnia

Be First to Comment

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *