Press "Enter" to skip to content

Dasawarsa Pertama, Titik Perhentian Sesaat bagi Senyawa

Melakukan sesuatu dalam waktu yang lama secara konsisten dengan sederet pencapaian dalam kiprahnya, adalah suatu hal yang patut dirayakan. Bagi siapa pun itu. Tak terkecuali bagi sebuah band yang sudah menempuhnya selama sepuluh tahun.

Dasawarsa pertama menjadi titik perhentian sesaat bagi Senyawa, unit musik asal Yogyakarta yang memadukan etnis kontemporer dan eksperimental, sebelum melanjutkan fase berikutnya. Kolaborasi dua seniman musik yang (bisa dikatakan) tak sengaja ditemukan sepuluh tahun lalu di pertunjukan YesNoKlub dari YesNoWave, sebuah netlabel Yogyakarta. Rully Shabara, yang juga dikenal sebagai vokalis Zoo beserta sekian projek solo kolaboratifnya, memegang penuh tanggung jawab fonetik dengan penguasaan vokal khas daerah Jawa, Sumatera, Tibet, hingga Afrika. Kemudian instrumen adalah ranah Wukir Suryadi dengan segala penciptaan alat musik dari ragam benda, memainkan secara apik instrumen tradisional seperti Bambuwukir, Serunai, dan Pelog.

Stage act yang total penuh penghayatan menjadi yang paling ditunggu di setiap aksi. Garda depan musik eksperimental lokal. Kalau nggak salah ingat, satu-satunya panggung yang pernah saya saksikan itu tahun 2014, di acara Indonesian Netaudio Festival #2, yang kebetulan kami (ROI! Radio) mengisi Lokakarya Radio Online. Itu pun penampilan Zoo. Sementara Senyawa, ingatan saya hanya lewat musik yang saya masukkan playlist di iPod Touch generasi ke-4, atau ketika musti memesan rilisannya melalui YesNoShop, unit kerja merchandise milik YesNoWave.

Foto: dok. YesNoWave

Sepuluh tahun mencipta karya dan menjajal panggung di banyak negara, Senyawa menandai pencapaian ini dengan sebuah tur mandiri; menggelar panggung di Jakarta, Bandung, dan Jatiwangi secara berturut.

Khusus babak di Bandung, pagelaran dikerjakan secara berkelompok oleh Selasar Sunaryo Art Space, Liga Musik Nasional, dan Syarikat Dagang, terintegrasi dengan hajatan Selasar Musik Vol. 2 dan Limunas Special Show. Senyawa: Dasawarsa Pertama edisi Bandung akan dihelat di Bale Handap, Selasar Sunaryo Art Space, pada 18 Januari 2020, dibuka oleh band lokal yang jarang sekali pentas, AstoneA. Kesempatan amat bagus untuk bisa menyaksikan kesatuan noise-rock/art-punk/no-wave asal Bandung ini.

Untuk tiket bisa didapatkan di Omuniuum dengan hanya tersedia sekitar 150 lembar. Yah, menyesuaikan tempat dan nuansa intimasi. Akan hadir pula rilisan teranyar Senyawa, Rehearsal Session 06/11/2019, berupa CD yang dirilis YesNoShop, dan kaset pita via Orange Cliff Records.

Tentu saja, sebuah kebanggaan bahwa Bandung menjadi satu di antara tiga kota helatan tur mereka. Mari rayakan 10 tahun Senyawa dengan khidmat, sembari mengantarkan mereka menuju dasawarsa selanjutnya.


Twitter: @Senyawa1

Instagram: instagram.com/senyawa_musik

Dengarkan “Rehearsal Session 06/11/2019”: Bandcamp | Spotify