Press "Enter" to skip to content

“Crafashtival”, Sinergi Industri Kreatif Kota Bandung

Hai, warga kreatif! Gimana kabarnya? Udah kebagian kehujanan? Tapi kalem da tulisan ini mah bukan ramalan cuaca BMKG, bukan juga curhatan aku pas jibrug di jalan kok. Kali ini aku mau cerita acara Crafashtival yang diadain di Cikapundung Riverspot hari Sabtu (7/11) kemarin. Naon cik, si Crafashtival teh?

Jadi Crafashtival tuh, singkatan dari Craft and Fashion Festival. Udah kebayang kan, isi dari festival ini isinya apa, gak mungkin jol isinya tukang bajigur. Diramaikan oleh exhibition dari lebih 20 brand lokal kriya dan busana asli Bandung, acara ini ditunjukan sebagai ajang promosi kalau industri kreatif yang ada di Bandung teh memang dahsyat dan bahkan beberapa dari brand yang ada di sini udah go internasional, kayak Agnez Mo gitu lah. Ya, iya atuh mantap, da dikurasi langsung sama Dewan Kerajinan Nasional kota Bandung, yang diketuai oleh Ibu Walikota kita, Bu Atalia.

Selain pameran produk-produk, banyak banget kegiatan-kegiatan yang mantap di sini. Ada talk show bersama para stakeholder industri kreatif, fashion show and demonstration, penampilan band, lomba ilustrasi fashion, lomba drapery alias menghias mannequin, lomba fotografi, fashion campaign, ada bagi-bagi doorprize pula buat yang warga yang dateng. Beuh. Hebring lah pokokna mah.

Aku nyampe ke TKP pas siangan. Pas banget setelah pembukaan oleh Walikota kesayangan kita Kang Emil beserta istri bubaran. Jadi akhirnya kebagian pas Fashion Campaign, nah Fashion Campaign ini diikuti oleh mahasiswa-mahasiswi jurusan fashion dari berbagai universitas gitu. mereka mengkampanyekan untuk menggunakan dan membeli produk lokal. Tapi seru, sih, formatnya parade gitu, ada yang bawa-bawa papan berisikan slogan yang kekinian dan yang jelas mengajak kita mengapresisasi brand-brand lokal. Masa jol ngajak mogok makan. Semua pesertanya pada kece-kece. ya, iya atuh da anak fashion, masa tidak atraktif. Nggak kayak aku, baju dari Gedebage aja udah hamdalah.

IMG_0002
Edgy pisan atuh kayak si teteh hijab tapi gothic.

Abis itu ternyata acara kosong, mungkin buat persiapan yang lain juga kali, yah. Nggak paham juga. Yaudah deh, daripada bengong, aku muter-muter lokasi aja. Pertama aku liat-liat barisan stand yang ada depan, soalnya banyak yang mengundang laper mata. Mulai dari baju-baju biasa, batik, hijab, sepatu, aksesoris, kerajinan. Wah, pokoknya seru dan bikin dompet kurus. Untung da yang nulis mah dompetnya juga dari awal udah busung lapar sama bon-bon, jadi nggak belanja deh. Sedih oge.

Udah kenyang liat-liat dan nanya-nanya ke beberapa stand, tapi nggka dibeli tea. Nyebelin nyak. Aku langsung lanjut ke area belakang stage, alias area yang biasa air mancurnya nyala tea geningan. Wah, ternyata di sini lebih rame dari di depan, ada yang lagi ripuh ikutan menghias mannequin atau drapery tea, ada yang lagi anteng ngegambar desain pakaian yang super keren buat lomba fashion illustration, ada juga yang lagi kaditu-kadieu sambil fotoin kegiatan sekitar buat lomba fotografinya. Emang, yah, Bandung mah nggak pernah kekurangan orang berbakat.

IMG_0351
Tah ini lomba menghias mannequin teh barudak.

Selang beberapa jam berikutnya, di area stage mulai terdengar suara cuap-cuap MC dari sana. Aku langsung aja ngabret kesana. Dibuka oleh yang katanya sexy dancer yang sedikit bikin kerang-kerung, dilanjut oleh fashion show dari beberapa anak buah IPBM (Ikatan Perangcang Busana Muslim). Sehabis itu, tiba-tiba Bandung dibanjur oleh hujan yang memang nggak terlalu deras, sih, tapi lumayan buat ngebubarin orang-orang di area Cikapudung Riverspot. Aku pun ngiuhan dulu, jadi nggak nonton penampil berikutnya, yaitu performance band gitu. Sad

Hujannya awet parah, udah dua penampil band yang naik, tapi hujan malah makin deras. Katanya, jadwal berikutnya adalah fashion show lagi, tapi dengan intensitas hujan kayak gini, yang ada malah “Jas Hujan Show” nantinya. Kan, nggak lucu oge. Lagi-lagi daripada bengong dan ngagibrig kedinginan nggak puguh, aku akhirnya mencari panitia yang bisa ditanya-tanya gitu. Eh, malah kebetulan banget pembina acaranya lagi ada di tenda panitia, namanya Kang Irfan dari Komite Ekonomi Kreatif Bandung. Yowis dong, asik.

Berkibarlah oh hijabku, lambang suci cantik jelita~
Berkibarlah oh hijabku, lambang suci cantik jelita~

Setelah ngobrol cukup lama sampe hujan rada raat lagi, kira-kira gini lah yang saya tangkep dari apa yang do’i sampaikan. Crafashtival yang masih dari bagian acara Minangkala Kota Bandung ini, adalah salah satu bukti nyata bentuk sinergi pemerintah kota Bandung. Pelaku-pelaku industri kreatif dan masyarakat luas buat sama-sama menunjukan bahwa, ini lho, industri kreatif kota Bandung yang paling dikojoin dari kota ini dan yang membawa Bandung menjadi destinasi wisata utama di Indonesia, apalagi hasil kriya dan busananya, yang diam-diam bukan sekedar potensial, tapi sudah menembus pasar internasional. Begitu barudak.

Oh iya, karena sekarang ROI! lagi ngangkat tema pariwara, akhirnya aku nanyain iseng, kalau Crafashtival itu dianalogikan sebagai iklan, nah, iklan yang kayak gimana, sih? “Sesuai sama slogan kita, ‘Splash Your Best‘, seperti kalau lagi diem, nih, trus dicipratkan air, kita bakal kaget dan sadar dong. Nah, begitu juga Crafashtival ini, kita ingin masyarakat terkaget-kaget dan menyadari, ‘oh iya, Bandung teh punya potensi untuk maju’ jadi bisa dibilang iklan yang mengagetkan dan membuat penasaran”. Iklan film hantu kali, yah yang mengagetkan dan bikin penasaran mah. Hahaha. Sip ah, segitu aja dari si aku. Semoga kedepannya Crafashtival ini bisa terus lanjut dan semakin-semakin atuh yah, Bandung Juara!

 

Foto: dok. Crafashtival dan Pribadi

Be First to Comment

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *