Press "Enter" to skip to content

Butuh Lima Tahun untuk Serayu Jingga Merilis Mini Album Perdana

Menyimak berita dari media arus utama belakangan ini seru banget. Apalagi soal perlautan. Semua media sepakat menyorot Bu Susi Pudjiastuti yang sedang menyaksikan penenggelaman kapal Vietnam pelaku illegal fishing, di perairan Pulau Datuk, Kalimantan Barat. Lalu saat membaca berita itu, aku termenung sambil meminum teh anget. “Itu bangkai kapalnya kan dijadiin rumah buat ekosistem bawah laut, nggak akan pernah diangkut lagi gitu ya?” gumamku.

Paragraf tadi kayaknya kepanjangan buat membuka kabar baik dari band indie-math rock-ambience asal Bandung, Serayu Jingga. Hahahaha bae lah kagok. Mereka resmi mengumumkan perilisan mini album perdana bertajuk Seraya Alam, Mei ini. Tajuk album ini diambil dari judul salah satu lagu mereka dengan nama yang sama. Di Spotify, sih, udah muncul per tanggal 27 April 2019. Sebuah pencapaian penting bagi perjalanan bermusik mereka sejak terbentuk di tahun 2014, sejak baruan melempar single Seraya Alam versi demo (folk akustik) via Soundcloud.

Kalau diibaratkan kapal, dua single mereka terdahulu, Semesta (2016) dan Seraya Alam (2018), pada akhirnya diangkut lagi ke permukaan lewat perilisan ini. Tanpa bermaksud melebih-lebihkan, ya memang selama ini Serayu Jingga hilang entah ke mana. Ketutupan band-band Spotify bernuansa folk, akustik, kopi, dan senja.

Materi Seraya Alam EP sebetulnya sudah mulai digarap sejak 2015. Selain dua nomor tadi, ada tiga trek lain berjudul Mata, Lara, dan Rindu. Sekilas, mini album ini bener-bener mantap merepresentasikan musik Serayu Jingga. Musik energik dipadu lirik yang lirih. Sambil mendengarnya, kepala kamu bisa sambil mengangguk-angguk. Sesekali mata bisa dibiarkan terpejam. Tunggu aba-aba Uya Kuya, ya. Begitu liat tisu dibakar, langsung telepon PDAM.

Pada mixing dan mastering, Firman Imung (vokal, gitar), Dani Boya (gitar), Sugih Sumawilaga (drum), dan Adi Yusuf (bass) dibantu oleh Al-Irsyad (TeargasLabs, Glosalia). Sementara untuk cover album merupakan karya Imung. Seraya Alam EP dapat didengarkan di beberapa platform musik digital seperti Spotify, iTunes, Apple Music, dan Deezer.

Oh iya, ada satu hal lagi yang bikin aku penasaran. Apa betul genre musik kesukaan Bu Susi tuh cuma reggae gara-gara beliau sering di laut? Tapi yaudah lah, denger Serayu Jingga aja dulu sekarang mah. Sambil nungguin jadwal manggung mereka berikutnya.

_______________________________________________
Twitter: @serayujingga

Instagram: instagram.com/serayujingga

Comments are closed.