Press "Enter" to skip to content

Berpartisipasi Mendukung Gerakan Anti Korupsi di ACFFest 2014

Sabtu (30/8) lalu, kita semua kembali diingatkan tentang anti korupsi. Yap, ACFFest 2014 (Anti Corruption Film Festival), acara yang diselenggarakan oleh KPK (Komisi Pemberantas Korupsi) untuk mensosialisasikan kepada masyarakat tentang anti korupsi melalui film, digelar di Mesjid Salman ITB. Gelaran ACFFest yang ke-2 ini dikemas dalam serangkaian acara, diantaranya MovieDay, yang di dalamnya akan menampilkan film-film nominasi ACFFest 2013 lalu dan beberapa film tentang anti korupsi, serta workshop tentang Citizen Journalism pada hari yang sama.

Bukan hanya MovieDay aja, ada juga kompetisi film yang dibuka dari tanggal 20 mei sampai 31 oktober 2014. Enak, nih! Kategori yang dikompetisikan di ACFFest 2014 diantaranya Film Fiksi Pendek, Film Dokumenter Pendek, Film Animasi Pendek, dan Video Citizen Journalism.

Foto bothnya
Foto bareng di booth.

Selama ini tentu kita sadar nggak sadar bahwa korupsi itu bukan hanya dari uang negara, tapi korupsi itu adalah masalah mindset setiap orang Indonesia. Karena pelaku korupsi terus beregenerasi, maka acara ini diupayakan untuk dapat meningkatkan kesadaran anti korupsi dalam masyarakat, dari mulai anak-anak hingga dewasa.

Pada gelaran ACFFest yang pertama, film yang diunggah dan dikompetisikan sekitar 150 film, diproduksi sebelum tahun 2013. ACFFest tahun ini sengaja dibuat agar peserta kompetisi film ini memproduksi film baru tentang anti korupsi itu sendiri. ACFFest ini juga merupakan program besar KPK, yaitu program pencegahan korupsi.

Pada workshop Citizen Journalism, Ade Armando sebagai pembicara, menjelaskan tentang bagaimana berkuasanya media di dunia ini, membahas secara detil keuntungan-keuntungan yang didapat dari media khususnya media di Indonesia yang menjunjung tinggi demokrasi. Ia juga menjelaskan seberapa profitable-nya pengiklanan pada sebuah sinetron yang ganteng-ganteng itu. “Indonesia tuh enak, kita boleh menjelekkan presiden kita, tapi kita nggak boleh menjelekkan orang lain. Nah, itu makanya presiden kita kerjaannya cuma bisa ngeluh nggak bisa marah pas waktu demonstran bawa kerbau ‘SiBuYa’,” celetuk Ade Armando.

nah narasumber pas workshop nih
Pemaparan dari Ade Armando.

Pembicara lainnya, Ucu Agustin, memberi tutorial tentang bagaimana membuat sebuah video citizen journalism. Kita diberi tau pentingnya suara dalam sebuah berita. Coba deh nonton berita, terus TV-nya mute. Saat itu kita bisa liat berita dari berbagai sisi kan? Nah ini yang kita sebut media controls world. ROI! juga media, bisa dong controls world hehe.

Dari acara ACFFest 2014 ini kita lagi-lagi diingatkan. Jadi malu. Apa kamu udah anti korupsi banget? Atau masih nyoceng uang bayaran sekolah? Yah, seenggaknya kita belum telat amat untuk mendukung gerakan anti korupsi. Yuk, dimulai dari hari ini!

Be First to Comment

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *