Press "Enter" to skip to content

Bernyanyi dan Bersedih bersama American Football di Jakarta

Senin (5/8) malam menjadi “malam patah hati” di Jakarta. Bukan karena ada artis atau kakak-kakak sebagay yang melangsungkan pernikahannya, melainkan hadirnya konser American Football pada malam itu. Band asal Amerika Serikat tersebut diboyong oleh 630 Recordings, Noisewhore, dan PPPost95 Entertainment.

American Football memang terkenal karena nuansa musiknya yang unik dan lirik-liriknya yang nggak jauh-jauh dari ungkapan kesedihan. Mulai dari patah hati, frustasi, ketakutan, dan sebagainya yang kerap dirasakan oleh manusia, seperti saya. Kedua hal tersebut, menurut saya, menjadi alasan kenapa mereka bisa diterima dan menjadi relevan sejak tahun 1997 hingga saat ini.

Bertempat di Studio Palem Kemang, Jakarta Selatan, para penonton sudah terlihat berkumpul sembari menahan rasa histeris sekitar jam 6 sore, bersamaan dengan waktu penukaran tiket. Ya emang sudah semestinya, sih. Sesuai dengan jadwal yang tersebar di akun media sosial para promotor, dan alhamdulillah, penontonnya mengikuti tata tertib dengan baik.

Ruangan indoor yang dingin membuat waktu menunggu American Football untuk naik panggung jadi lebih nyaman. Kurang lebih sekitar jam 9 menuju 9.30 malam akhirnya yang ditunggu-tunggu keliatan juga. Para penonton termasuk saya menyambutnya dengan tepuk tangan meriah dan teriakan teu puguh. Standar konser lah.

Begitu musik dimainkan, saya langsung terkaget-kaget sambil kagum, karena kualitas suara yang keluar sangatlah bersih dan memiliki jangkauan yang luas. Saya yang berada di tengah agak ke kanan saja, nggak merasa ada kendala sama sekali. Ya, memang jarang, sih, selama pengalaman saya menemukan konser di dalam ruangan dengan sound yang menggelegar.

Kurang lebih ada 15 lagu yang dimainkan American Football pada hajatannya malam ini. Saya nggak bisa mastiin angkanya, sih, da saya mah cuma mau nikmatin. Lagu-lagu terbaik dari LP1 hingga LP3 disajikan secara apik dengan pengaturan setlist yang lumayan mengoyak perasaan, seperti Every Wave To Ever Rise, Uncomfortably Numb, Heir Apparent, Give Me The Gun, dan pastinya Never Meant.

Overall, konser American Football di Jakarta memberikan pengalaman tersendiri buat saya yang nggak akan dilupa. Mungkin juga bagi semua yang datang pada malam itu, meskipun saya nggak survei. Da hoream.

_________________________

Foto: Ignas B.C.

Instagram: @ignxsbc | Flickr: ignxswxrks

Comments are closed.