Press "Enter" to skip to content

Berkenalan dengan Kewirausahaan di “Pentadistrict 2016”

Dari dulu suka terngiang-ngiang kata guru Ekonomi pas SMP, katanya kita teh kekurangan wirausahawan, di Indonesia jumlahnya teh nggak nyampe 1%. Ai sekarang udah update lagi belum, sih, angkanya? Pang google-keun dong, warga kreatif. Pamalesan. Pasti udah nambah, sih, sekarang, ainul yaqin. Soalnya liat geura, pasti kalian sekarang pasti aja punya hiji-dua mah temen yang punya usaha start up gitu.

Apalagi nih, sekarang udah banyak kampus-kampus yang punya jurusan kewirausahaan, salah satunya SBM ITB. Nah, biasanya output dari jurusan ini adalah berupa bisnis dan produk gitu. Percuma atuh yah kalau udah bikin produk tapi nggak diperkenalkan ke publik. Atuh nanti nggak kejual. Salah satu caranya adalah kayak barudak Kewirausahaan SBM ITB angkatan 2017, lewat acara Pentadistrict 2016, yaitu acara pameran bisnis dan produk mereka yang bertempat di BEC 2 hari Sabtu (23/4) yang lalu. Katanya, sih, sekaligus ujian akhir semester mereka gitu. Ujian di mall.

Ada apa aja, sih, di sana? Yang jelas ada yang jual quota murah di BEC mah. Muhun. Sebelum aku jelasin, nggak kepo apa kalian kenapa namanya “Pentadistrict”, penta teh lima, district teh bagian. Jadi intinya, disini ada 5 bidang industri yang dipilih mahasiswa, yaitu fashion, kuliner, lifestyle, craft, jasa dan tourism.  Untuk fashion didominasi oleh baju dan sepatu, kuliner dengan makanan sehat, lifestyle di sini, sih, contohnya produk parfum. Untuk craft ada kerajinan-kerajinan dari kayu, di bidang jasa contohnya mereka punya bimbel khusus olimpiade, dan di bidang tourism mereka mencoba mempromosikan wisata kota Bandung.

“Benang merah dari produk-produk yang ditawarkan di sini adalah problem solving, bukan sekadar problem solving, tapi juga menjadi alternatif dari produk-produk yang sebelumnya ada di pasaran”, kata ketua pelaksananya ini mah. Selain ada booth-booth dari teman-teman kewirausahaan 2017 dan 2016, di sini juga ada talkshow dan beberapa band bintang tamu dan serta penampilan dari peserta kompetisi band anak SMA dari beberapa daerah se-Bandung raya. “Saya pengen anak-anak SMA tuh mulai berpikir bahwa ‘oh ternyata bikin bisnis tuh gampang, lho’, sehingga mereka bisa masuk ekosistem bisnis juga”, jelas kang Iden.

Sayang euy, si aku nggak bisa lama-lama di sini. Sepanjang acara, jujur aku kabita banget sama beberapa produk yang ada, khususnya yang kuliner, sih. Da aku mah lemah sama dahareun. Selain bikin kabita, beberapa booth juga super menarik perhatian, kayak Dekora ini, nih. Mantap barudak Kewirausahaan SBM ITB! Semoga acara kayak gini makin sering dan makin masif, dan makin banyak pula orang yang tertarik masuk ke dunia kewirausahaan dan tentu, berpartisipasi meramaikan kota Bandung sebagai kota industri kreatif. Eh, semoga kalian dapet nilai A juga yah~ Samlekum ah, warga kreatif!

Comments are closed.