Press "Enter" to skip to content

Berburu Kaset Musik Lawas di Bandung

Setelah kemarin kita ulin ke tempat hang out yang asoy semlehoy, kali ini karena aku nggak bisa move on dari Record Store Day,  aku ajak kamu-kamu ulin ke beberapa tempat penjual rilisan kaset yang ada di sudut Kota Bandung!

Ngomong-ngomong soal kaset, untuk beberapa orang, kaset itu bisa jadi obat penawar rindu. Ciee! Iya, sebelum ada invasi digital, satu-satunya cara kita buat dengerin musik selain dari tv dan radio, ya lewat beli rilisan fisiknya. Coba ngaku, dulu kamu pasti sering banget pergi ke toko kaset bareng mommy and daddy buat beli kaset musisi favorit, ya kan?

Buat sekarang banyak banget tempat yang bisa kita datengin buat beli macem rilisan baruan gitu, sebut aja Omuniuum yang paling populer seantero Bandung dan sekitarnya. Tapi buat rilisan-rilisan yang heubeul alias lawas, sekarang juga masih ada yang masih nampang, nih, dan ada juga beberapa distributor independen gitu. Ini dia, nih, beberapa spot, surganya rilisan fisik musik-musik lawas.

Pertama, di Cihapit deket perempatan Bober. Di sana tersedia macam-macam rilisan terdahulu.Bukan cuma jual kaset aja, ada piringan hitam, CD, sampai laser disc. Katanya, kemarenan ini beberapa penjual ada yang pindah ke deket gereja, masih sekitaran Cihapit juga, sih. Selain Cihapit, ada toko kaset yang bisa kita temuin di Old&New, di Jalan Riau. Ada juga di Balubur Town Square (Baltos), namanya Musik Antik dan Perompak Shop. Kalau yang Perompak Shop ini mayoritas yang dijualnya berupa rilisan band hardcore/punk/grindcore. FYI, yang punya Perompak Shop ini adalah Kangkunx dari Bandung Pyrate Punx, mereka yang biasa organisir band punk lokal/luar yang tur ke Bandung.

Selain itu juga ada di Bursa Kaset DU, yang letaknya di Jalan Dipatiukur depan pom bensin Dipatiukur. Buat yang di DU ini, cukup lengkap. Karena di sana banyak banget kaset-kaset beserta piringan hitam lainnya, jadi mau ngubek-ngubek juga insya Allah, ada. Dan tertata rapih juga, menurut alphabet doi susunannya, jadi nggak lieur teuing gitu.

Ada juga di Jalan Dewi Sartika, sayangnya sekarang yang jualan di sana udah berkurang, nih. Ada lagi, di pasar antik yang di Cikapundung, ada 2 toko gitu, yang satu dia jual piringan hitam doang, yang satunya lagi kaset aja, tapi nggak begitu banyak koleksinya.

Harga yang ditawarkan dari setiap penjual pun beda-beda, mulai dari Rp10.000 – Rp50.000, tergantung dengan kondisi si barangnya. Kalau band lokal kisaran di atas Rp30.000, karena band lokal akhir-akhir ini lagi ngehits abeeees. Kalau buat kaset band luar bootleg/palsu kisaran Rp20.000, tapi buat yang ori bisa sampai ratusan ribu. By the way, nih, buat tau gimana si kaset itu bootleg/palsu, bisa diliat dari cover kasetnya yang tipis, dan kualitas suara yang kuraaaaang.

Nah, itu beberapa spot penjual kaset yang bisa kamu datengin buat yang lagi cari kaset/rilisan.  Selamat berburu ya! Bhaaaaay~~~

 

Foto: Sella

Be First to Comment

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *