Press "Enter" to skip to content

Berbagi Ilmu Fotografi Jalanan di “Obsession”

Sekarang teh semua orang bisa jadi fotografer, gaes. Makanya pada berlomba-lomba biar feed instagramnya keren tea. Semuanya udah serba digital, jadilah si kamera teh bukan lagi barang yang eksklusif dan fotografi nggak lagi seribet dulu, harus pakai acara di cuci tea, kayak seseuheun. Belum lagi sekarang mah kamera HP aja udah bagus banget, nggak kayak dulu tea ningan, masih VGA. Selfie juga raray teh jadi kayak 8bit, kotak-kotak pixel bararadag.

Tah, gara-gara semakin marak, banyak juga yang bikin komunitas fotografi, kayak ITFW (Ikatan Tukang Foto Wisudaan), KFPDL2 (Komunitas Fotografer Polaroid Dicium Lumba-Lumba), GoSELF (Go Pro Selfie Lovers Forum), atau Obscura. Iya, yang terakhir nggak fiktif kok. Tapi apa, sih, Obscura itu? Setau yang nulis mah Obscura teh kalau luka kena bambu gitu. Kasura deng itu mah. Garing.

Jadi, Obscura adalah unit fotografi di Fakultas Kedokteran Unpad. Doi udah mewadahi calon-calon dokter yang suka cekrek-cekrek dari sejak tahun 2010 kemaren. Biasa atuh yah, yang namanya komunitas mah suka pengen eksis tea, maksudnya biar orang lain tau ajah gitu kalau Obscura tuh ada, bukan pengen mamprang teu jelas. Jadilah Obscura bikin sebuah event intim bernama Obsession, alias Obscura Seminar and Exhibition, yang diadain di Lapangan POMA Unpad hari Jumat (30/10)  kemarin. Event ini mengundang speakers Aulia Akbar, vice president FODJI (Fotografi Imadji) DKV Itenas dan co-founder studio Natamemora, dan ngejelasin materi Street and Life Photography. Selain itu ada juga pameran karya barudak Obscura dan screening film gitu.

vgvg
Mirip pajangan fotobox di Jonas Photo.

Jam menunjukan pukul setengah 8 malem, akhirnya seminarnya fix dimulai setelah MC mempersilakan kang Aul untuk maju ke depan. Doi mulai dengan perkenalan diri. Banyaknya, sih, nyerita tentang pengalaman-pengalaman dan kegiatan seorang Aulia Akbar, mulai dari pernah bikin ekskul fotografi di SMA sampai sekarang bisa ngobrol-ngobrol ngasih materi. Bisa dibilang bagian ini cukup bikin termotivasi lah ya. Tadinya dikira seminar ini lebih banyak menjelaskan teknis, tapi ternyata kang Aul lebih banyak bercerita tentang sejarah dan bagaimana fotografi itu bisa jadi impactful.

Kemudian disambung dengan apa itu fotografi, sejarah fotografi, dan street photography. Photography Journalism dan bagaimana fotografi bisa jadi “senjata pada zaman ini”. Inti dari seminarnya tuh bisa dibilang, fotografi itu, khususnya street photography, lebih mengedepankan ke kepekaan terhadap keadaan sekitar. Jadi jangan terlalu tergantung sama alat, karena pada akhirnya sebuah foto itu yang membuat lebih bermakna adalah cerita di baliknya. Jujur aja aku anteng ngikutin seminarnya karena kang Aul mempresentasikannya dengan gaya yang santai bahkan bisa dibilang banyak bercanda, kayak tiba-tiba ngeliatin akun instagram @fkunpadhits. Kan bodor ya.

IMG_7424
Semacam foto bareng dan ada bayangannya.

Setelah seminarnya sebenernya ada screening film gitu, tapi aku keburu pulang karena nggak kuat dingin. Teu ketang. Pokoknya, sih, kudos buat Obscura yang udah berani bikin perdana acara Obsession! Ditunggu Obsession episode berikutnya, dan semoga semakin banyak ngasih ilmu lagi buat kita-kita yang masih awam maupun yang pengen mendalami. Samlekum.

Be First to Comment

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *