Press "Enter" to skip to content

Belanja Mata di “Supermarket Design” Itenas

Senin (23/2)  kemarin basement gd. 19 Itenas diserbu oleh pasukan mbak mas lucu berapron yang sibuk berlalulalang. Wuidih, ada apaan nih? Demo masak? Master Chef Itenas? Tebakan kalian semua salah salah besar. Karena begitu sampai di sana, kita disambut oleh tulisan Supermarket Design. Lah, makin bingung nggak sih? Tadi ada aa teteh pakai celemek, sekarang ada supermarket, ini tuh lagi belanja bulanan apa gimana?

Usut punya usut, ternyata si Supermarket Design ini adalah sebuah pameran Tugas Akhir dari aa dan teteh di DKV Itenas yang konon katanya sakitnya karna diguna-guna. Hehe nggak deng, jadi denger-denger, nih, katanya 28 Februari 2015 ini mereka bakal diwisuda dan menjadi Sarjana Disen, eh Sarjana Desain maksud saya. Sejak satu semester lalu tepatnya Oktober 2014, gelaran pameran Tugas Akhir DKV Itenas mulai mengusung tajuk How And Why. Nah, kenapa dan bagaimana bisa menjadi How And Why? Hal ini karena para sarjana ini ingin menjelaskan bahwa yang namanya desainer komunikasi visual itu, kerjaannya bukan cuma gambar doang. Desainer komunikasi visual sebenarnya bisa banget membantu memecahkan masalah-masalah yang ada di sekitar kita.

Karya favorit di Supermarket Design
Karya favorit di Supermarket Design

Nah, itulah kenapa gelaran How And Why kali ini dinamakan Supermarket Design. Konsep supermarket ini awalnya berasal dari celetukan beberapa wisudawan karena membludaknya jumlah lulusan di semester ini yang kalau diibaratin, kok, kayak diobral di supermarket gitu. Kata Prinsa sang ketua hajatan, setelah konsep supermarket yang iseng ini diseriusin ternyata nyambung banget dengan tema dan bisa diterapkan dalam desain. Jadi, supermarket kan isinya barang-barang yang dibutuhkan oleh masyarakat. Konsep tersebut mereka bawa dengan memposisikan desainer sebagai ‘produk’ yang dibutuhkan oleh masyarakat. Karena keilmuan DKV itu sebenernya bisa banget bekerjasama dengan keilmuan yang lain dan menciptakan solusi buat permasalahan yang ada di sekitar kita.

Mau bukti? Nih, contohnya aja di pameran ini, ada solusi buat kamu cewek-cewek insecure yang kepengen tampil cantik, yaitu lewat pengenalan perawatan kecantikan rempah-rempah, yang tentunya dirancang secara komunikatif dong. Tuh kan, bahkan masalah kenggakpedean aja bisa diatasi pake solusi DKV. Perlu contoh lain, nih, buat kamu anak kostan yang males beresin kamar, di pameran ini ditawarkan solusi yang bikin kamu gemes buat ngebersihin kamar, yaitu lewat mobile game. Diingetinnya lewat game tuh, biar kamunya nggak males lagi dan sadar diri buat segera beberes.

Karena menikah itu mahal, bro
Karena menikah itu mahal, bro

Itu mah masih masalah yang kecil-kecil ya, masih banyak lagi masalah-masalah di sekitar kita yang solusinya ditangkap dengan baik oleh para lulusan DKV Itenas ini. Makanya nih, seneng deh dateng ke pameran ini, kayak curhat. Datang bawa masalah, pulang bawa solusi.

Rangkaian gelaran How And Why: Supermarket Design ini nggak cuma pameran aja lho. Selain pameran yang diadain sampai Jumat (27/2), di hari Kamis (26/2) ada talkshow seru dari desainer muda berbakat Indonesia yaitu Yasser Rizky dan Mike Micasso. Sayang banget buat yang ketinggalan. Wuhuuu, super seru ya! Selamat buat mbak mas yang menggelar pameran ini, semoga sukses jadi koki desain yang pandai mengulik problematika yang ada di dunia, hihi.

Be First to Comment

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *