Press "Enter" to skip to content

Belajar Soal Kebudayaan Lokal di Launching Album Rayhan The Daydreamers

Seperti yang kita semua tau, Indonesia itu kaya banget sama berbagai kebudayaannya. Kalau diceritain mah bisa sampai mulut berbusa, kering, terus berbusa lagi. Lebay. Tapi emang banyak banget. Dan salah satu unsur dari kebudayaan tersebut adalah musik etnik. Musik etnik merupakan sesuatu hal yang menarik bagi sebagian orang. Ada yang sebatas tertarik buat mendengarkannya, mempelajari instrumennya, atau sampai melakukan riset yang mendalam terkait hal tersebut.

Rayhan Sudrajat adalah salah satu dari beberapa orang yang tertarik dan memutuskan untuk melakukan riset soal kebudayaan tersebut. Seorang pemuda kreatif Bandung yang udah melanglang buana di dunia permusikan Bandung. Nggak kayak musisi kebanyakan yang hanya memasukan unsur etnik ke dalam musik yang mereka buat, Rayhan bersama teman-temannya yang tergabung dalam Rayhan The Daydreamers bahkan sampai melakukan riset sekaligus belajar langsung ke tempat kebudayaan tersebut berasal. Keren, yaah? Niat pisan.

Jadi ceritanya, sekitar setahun kemarin, do’i sempat berkunjung ke salah satu perkampungan di kawasan Kalimantan Tengah. Pada awalnya tujuannya cuma buat main aja gitu, liburan, tapi semakin jauh do’i mengeksplor, malah jadi semakin tertarik dan akhirnya melakukan riset soal kebudayaan yang ada di sana. Di sana, Rayhan belajar buat main alat musik tradisional ke masternya langsung, mencari tahu soal isu-isu yang berkembang, sampai mempelajari kebudayaannya. Dan output dari perjalanan tersebut adalah sebuah album dari Rayhan The Daydreamers yang berjudul Alam Raya.

Ini Tarian Tradisional. Bukan Goyang Sambalado.

Setelah sempat tertunda beberapa kali, akhirnya pada Sabtu (21/11) Rayhan The Daydreamers mengadakan acara Launching Album Alam Raya yang bertempat di Kineruku. Tapi buat yang nyangka acaranya bakalan semacam showcase doang, kalian salah besar. Karena pada acara launching ini digelar juga artist talk, acoustic performance, pemutaran video klip, listening session, serta diskusi dengan tema “#MenolakPunah: Musik Etnik & Hutan Adat” yang diisi oleh Mahir Takaka (Staff Khusus Sekjen AMAN), Raka Ibrahim (Disorder Webzine) dan dimoderatori oleh Muhammad Hilmi (Whiteboard Journal). Jadi, selain tau bagaimana proses pengerjaan albumnya, penonton juga dapet pengetahuan lebih soal musik etnik dan kebudayaannya. Super sekali.

Diskusi ini berjalan seru, karena temanya yang cukup menarik. Para penonton terlihat serius banget ngikutin diskusinya. Pada akhir diskusi, ada sebuah pesan penting yang disampaikan oleh Mahir Tataka. Isinya kurang lebih adalah, “Jangan terjebak eksotisme! Bahaya terbesar adalah mengadopsi suatu budaya dengan hanya melihatnya sebagai sesuatu yang eksotis. Mari kita sama-sama lindungi kebudayaan seni tradisi tradisional kita, karena itu adalah benteng terakhir dari Republik Indonesia”.

Rayhan The Daydreamers & Co.

Album Alam Raya ini ternyata memiliki beberapa versi, yaitu versi kaset, CD dan juga boxset. Jujur, saya pengen banget buat beli versi boxset, karena isinya tuh, unik dan bermanfaat. Boxset tersebut dikemas oleh box yang ramah lingkungan dan berisi 1 CD album Alam Raya, biji bunga matahari dan juga obat-obatan berupa rempah-rempah yang diambil langsung dari Kalimantan Tengah. Mantep kan? Tapi sayang, karena harganya nggak begitu bersahabat buat saya yang masih mahasiswa, alhasil saya beli paket hemat CD + kaset aja. Huhu.

Ketika ditanya soal rencana terdekatnya, Rayhan The Daydreamers bilang kalau mereka lagi mempersiapkan tur ke beberapa kota di pulau Jawa, seperti Jogja, Malang, Surabaya dan Bogor. Yaa, semoga berjalan dengan lancar dan jangan lupa diadain di Bandung juga. Hehe. Selamat buat Rayhan The Daydreamers buat launching albumnya, sukses terus, dan tetap semangat menyebarkan pengetahuan soal kebudayaan Indonesia! Cheers!

Foto: Bima Dwidiptayana

Be First to Comment

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *