Press "Enter" to skip to content

Barasuara Hadirkan Momen Bahagia di “Taifun Tour Bandung”

Album perdana Barasuara, Taifun, banyak disebut oleh banyak orang sebagai salah satu album terbaik di tahun 2015. Setelah melakukan konser peluncuran album pada akhir tahun lalu, kali ini supergrup asal Jakarta tersebut melakukan konser tur bertajuk Taifun Tour 2016.  Jogjakarta, Malang, Surabaya, Solo, Bandung, dan Jakarta merupakan kota-kota yang disinggahi oleh Barasuara dalam rangkaian turnya tersebut. Dan emang dasar hoki, saya berkesempatan buat datang pas mereka berkunjung ke Bandung. Alhamdulillah.

Taifun Tour 2016 Bandung, berlangsung pada Jumat (13/5) di Bikasoga. Awalnya saya pikir venue-nya sama dengan Konser Pasar Bisa Diciptakan-nya Efek Rumah Kaca, ternyata saya salah. Venue kali ini bertempat di lapangan tenis indoor yang nggak terlalu besar. Walaupun begitu, di dalem nggak begitu eungap da. Soalnya yang nonton penuh tapi nggak terlalu padat, masih ada lah ruang buat nafas mah.

Open gate sekitar jam 6 sore, acara baru dimulai pas mendekati jam 8 malam. Tanpa adanya opener, Barasuara langsung menghentak dengan intro dari Hagia yang terdengar sedikit berbeda karena diiringi oleh dua buah drumset. Seperti di beberapa kota sebelumnya, Marco mengajak adiknya untuk ikut memainkan drum dan hasilnya…. Keren pisan! Langsung merinding gegara liat wajah adiknya yang ganteng. Eh, sama permainan mereka maksudnya. Hee~

Kalau yang bikin beneran salah fokus mah yha Mb Asteriska dan Mb Puti Chitara atuh. Karena pada malam itu berpakaian serba putih, mirip dewi-dewi Yunani yang menggemaskan. Ailopyu pokoknya mah. Barasuara sendiri membawakan seluruh lagu di album Taifun. Ya, Sendu Melagu, Menunggangi Badai, Nyala Suara, Tarintih dan yang lainnya dibawakan dengan sangat apik oleh Iga Massardi cs. Selain itu, mereka juga membawakan lagu terbarunya yang berjudul Samara, dan meminta penonton untuk merekamnya. Terbaik.

DSC_0627

Seluruh personil Barasuara tampil sangat atraktif pada malam itu. Mulai dari TJ yang berguyon dengan ucapan, “halo Bandung, kumaha damang?”, Asteriska yang goyang menggemaskan, Marco yang topless karena hareudang, dan GeSit yang pada dasarnya emang maceuh.

Ada momen menarik ketika Iga membacakan salah satu tulisan dari “Tembok Mengunci Ingatan”. Tembok Mengunci Ingatan adalah sebuah tembok yang bisa diisi oleh kesan-kesan para penonton saat datang ke acara tersebut. “Dear mantan, terima kasih udah mutusin aku tanggal 12 Mei kemarin, aku jadi bisa nonton Barasuara,” ucap Iga ketika membacakan salah satu tulisan yang langsung disambut dengan acungan jari tengah. “Ternyata masih ada yang suka larang pacar buat konser musik,” tambahnya.

Setelah satu setengah jam menghibur, akhirnya Barasuara menutup penampilannya dengan lagu Bahas Bahasa dan juga ditambah dengan stagedive yang dilakukan oleh Iga dan GeSit. Pecah sekali. Saya puas banget sama penampilan Barasuara, walaupun saya nggak begitu suka sama album Taifun, live act Barasuara nggak pernah bikin saya kecewa. Semoga pada nyesel yang kemarin nggak sempet nonton, dan sukses terus buat Barasuara. Wadaw!

 

Foto: Haruka Fauzia

Comments are closed.