Press "Enter" to skip to content

Awal Pekan yang Syahdu Bersama “Symphonesia”

Hei warga kreatif, gimana awal pekannya di bulan November ini? Seru kah? Lieur sama UTS kah? Atau galau ditinggal mantan menikah? Sengaja kalimat ini dibikin kayak gitu, biar semua akhirannya –kah. Naon deui wae. Awal bulan November ini saya dibuat bingung, bukan karena persoalan kuliah. Tapi bingung mau berakhir pekan ke mana? Soalnya Sabtu (7/11) kemarin, di Bandung dan sekitarnya lagi banyak acara seru. Jadi weh bingung mau ke mana. Bingung juga mau jalan sama siapa. So sad.

Tapi, akhirnya, selepas berbincang dengan tukang baso tahu di deket kampus, dan dia curhat kalau dia teh seneng sama lagu Symphony Yang Indah-nya mas Once akhirnya saya memilih buat dateng ke Symphonesia di Sabuga. Sesimpel itu lah, saya memilih tempat berakhir pekan. Terima kasih, mamang bastah. Kamu menginspirasi banget. Nah, lihat di Twitter-nya sih, open gate itu jam 2 siang dan band pertama bakalan naik sekitar jam 3-an, akhirnya saya dateng ke sana selepas sembahyang ashar. Pas sampe di sana ternyata Jack & The Margarine yang jadi band pembuka sudah naik. Sedangkan penoton yang dateng baru sedikit banget. Mungkin yang lain lagi neduh, karena memang sore itu Bandung diguyur hujan. Kan nggak asik nonton pake baju baseuh. Yha.

Selain Jack & The Margarine, dua band yang membuat suasana makin asoy adalah SAMAROTTUNGA dan Basmallah Cumlaude. Saya baru ngeuh, ternyata Symphonesia ini dibuka oleh tiga band yang pernah tampil juga di pre-event yang dibuat sama mahasiswa-mahasiswi HI UNPAD. Nah, selepas tiga band tadi, ambience penonton mulai dibuat naik, soalnya The S.I.G.I.T. tampil sebagai opener dari jajaran guest star. Dengan tembang-tembang pilihannya, The S.I.G.I.T. yang terlihat membawa Absar Lebeh sebagai additional, berhasil membuat acara makin panas. Meski ruangan ber-AC tapi tetep kerasa panas. Nah, yang menarik, nih, mereka sempet mainin intro psychedelic-dut sebelum masuk ke lagu Black Summer. Menarik pisan! Diajak joged santai sebelum headbang.

Si akang yang enerjik.

Ternyata di acara tahunan yang dibuat oleh HI UNPAD ini, ada fashion show-nya juga. Jadi selepas The S.I.G.I.T. tampil, mulai naik lah mba-mba manis yang berlenggak lenggok sebagai pemberi keademan di sore itu. Tapi pas ada fashion show, saya mah lagi keluyuran ke boothbooth yang ada di luar venue. Saya kira booth nya bakal sepi, ternyata rame bener coy. Selain ada makanan-makanan yang ciamik, ada juga booth tenant yang isinya tentang relasi dengan negara luar gitu. Bagus. Tapi saya nggak paham. Maapin saya. Heu.

Selepas break maghrib, penonton yang ada di depan stage mulai tambah padat. Lebih padat dibanding macetnya jalan Dago. Ternyata mas-mas dan mba-mba yang padet-padetan ini nunggu White Shoes & The Couples Company. Selepas molor beberapa menit, akhirnya WSATCC tampil dengan membawakan lagu-lagu andalan macam Brother John, Masa Remadja, Aksi Kucing, dan lainnya. Penampilan WSATCC malem itu super ciamik, mendayu merdu tapi tetap enerjik.

Tapi, beneran deh, saya heran sama penonton, meski band yang tampil udah enerjik, kenapa penonton suka pada jaim? Nonton band cuma diem, nyanyi nggak, ngangguk-ngangguk nggak, cuma pada sidakep bari balem. Suka pengen ngajak joged. Tapi da nggak boleh sok asik.

Mbasari, oh mbasari~

Selepas wetsus naik, para muda-mudi yang nonton makin riuh. Karena line-up setelah wetsus adalah Barasuara. Barasuara yang menjadi kegemaran muda-mudi ini tampil sekitar pukul 20:00, molor 30 menit dari jadwal, saya nggak tahu kenapa. Yang kelihatan di panggung, cuma soundman yang bulak-balik. Tapi kemoloran itu dibayar kontan oleh Iga Massardi CS dengan membawakan seluruh lagu dari albumnya. Boa edan.

Nah, pas Barasuara tampil, baru lah, para penonton nggak jaim lagi, ada yang loncat-loncat, ada yang nyanyi, ada juga yang loncat terus nunduk karena HP-na murag. Bener-bener hacep kalau kata anak masa kini mah. Di beberapa part, Iga sang vokalis meminta penonton untuk ikut menyanyi. Tapi pas ngajak ke tribun VVIP, nggak ada penonton yang bersuara, karena ternyata yang nonton di VVIP kebanyakan adalah ibu-ibu dan bapak-bapak. Mungkin, beliau-beliau belum tahu Barasuara dan mungkin datang ke acara ini untuk nonton Once dan Piyu. Hehe. Kayaknya, sih.

Selepas Barasuara turun, ternyata penonton langsung dihajar dengan penuh cinta oleh sama Maliq & D’Essentials. Membuka penampilan dengan Setapak Sriwedari, Maliq berhasil mengatur alur penonton di lagu-lagu berikutnya. Semua penonton nurut, disuruh nyanyi mau, disuruh joged mau, kayaknya disuruh beberes panggung juga mau. Saya ngerasa penampilan Maliq & D’Essentials bakal jadi klimaks malam itu, soalnya pas lagu terakhir habis, kelihatan beberapa penonton langsung pada pergi dan terlihat capek. Saya juga capek. Cangkeul pisan.

Suasana penonton di depan stage pun mulai lenggang setelah Maliq turun. Saya ngerasa tebakan saya benar terbukti. Tapi ternyata, setelah rehat sekitar 20 menitan, penonton kembali memadati bagian depan stage. Apalagi pas MC nge-present Once Ft Piyu, semua penonton teriak dan kepadatan bertambah. Ramenya bukan maen! Membuka penampilan dengan lagu-lagu seperti Symphony Yang Indah, Arjuna, dan Dealova. Once yang tampil terlebih dahulu membuat suasana makin rame!

Mas Once Sedang Melagu
Mas Once Sedang Melagu.

Ternyata tebakan saya yang tadi teh salah. Penonton muda-mudi yang hadir ternyata masih punya semangat buat mantengin om Once dan Mas Piyu. Akrab, ih. Semua penghuni tribun VVIP ikut bernyanyi di setiap lagu yang dibawakan Once, pun para muda-mudi ternyata ikut sing along, rupanya mereka adalah insan musik sedari dini. Suasana penonton makin ramai saat Once berduet dengan Piyu. Semua penontonnya makin riuh, semuanya bernyanyi, nggak terkecuali saya. Saya juga nggak mau jaim. Tapi pas nyanyi takut ketahuan kolot, karena hampir semua adalah lagu kenangan. Heuheu.

Tapi yang jelas, malam minggu itu adalah malam minggu yang berkesan dan layak buat dikenang. Lebay gini lah, saya teh. Yaudah atuh, sampai ketemu di Symphonesia edisi selanjutnya ya!

Be First to Comment

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *