Press "Enter" to skip to content

Awal Kebangkitan Slylab Lewat Single Perdana “Icarus Paradox”

Beberapa hari ini, Bandung lagi kegirangan banget dikasih hujan. Tukang mie rebus pasti lagi marema. Soalnya enak, sambil liatin hujan, terus makan mie rebus. Apalagi ditemenin sama pacar, mantan, atau ibu kost yang senyum-senyum memelas sambil ngeliatin tagihan bulanan. Hehe. Ya, sudahlah. By the way, pernah denger nggak salah satu band asal Bandung yang namanya Slylab? Saya, sih, pernah. Kalau kalian belum tau, jadi, Slylab itu adalah band yang memainkan musik darkwave gitu, deh. Band yang udah kebentuk dari tahun 2005 ini, beranggotakan Dean Genial Iqbal (programming), Devita Dwi Ayu Anggraini (vokal), dan Rayhan Sudrajat (gitar, vokal). Mantap!

Well, ada apa, sih, dengan mereka? Setelah kurang lebih 5 tahun mereka vakum dari skena indie lokal, akhirnya, Slylab bangkit dari tidur yang panjang. Ih, asik! Jadi, pada hari Minggu (1/11) kemarin, Slylab merilis single anyar yang berjudul Icarus Paradox yang sekaligus menjadi first public performance di acara Ripstore.Live From Cigondewah. Single resminya ini juga udah dapat diunduh secara terbatas di sini dengan menggunakan lisensi Creative Commons.

Di single Icarus Paradox ini, Slylab juga berkolaborasi sama seorang seniman kenamaan asal Magelang, yaitu Anzi Matta. Do’i bukan main musik, tapi unjuk gigi lewat rangkaian ilustrasi yang menggambarkan single itu sendiri. Khan maen!

Mengenai konsep lagunya, Icarus Paradox merupakan istilah yang mereka petik dari konsep Danny Miller lewat buku berjudul sama yang populer pada tahun 1990. Lewat bukunya, Miller mencatat fenomena global sejumlah perusahan besar yang jatuh dan gagal bersaing yang diakibatkan keserakahan akan semakin tingginya jabatan seseorang. Slylab menjelaskan bahwa semakin berkuasa seseorang, membuat perusahaan mereka jatuh seketika.

Single baru Slylab juga merujuk kepada kisah Icarus yang merupakan Putra Daedalus, seorang penemu, arsitek dan pematung yang membangun Labyrinth untuk Raja Minos dalam mitologi Yunani yang terbang terlalu dekat dengan Matahari, sehingga lilin yang merekatkan sayapnya meleleh karena terik matahari. Akhirnya, Icarus die karena terjatuh ke laut. Hehe. Bakal ada di game duel otak nggak, ya? Berat, sob!

Lagu ini sebenarnya udah ditulis sama Dean dari tahun 2010 dengan bantuan software DAW, Reason 6, lho. Nah, si Icarus Paradox sangat berbeda dengan lagu mereka sebelumnya Andromeda maupun Jupiter on My Head yang pernah nongol dalam 7 album kompilasi dan 1 mini album. Single ini punya nuansa yang lebih gelap dengan balutan raungan distorsi dan dikemas dengan musik elektronik dengan beat tempo yang cepat namun enak. Kalau digambarin, kayak musik-musiknya The Synthetic Dream Foundation, Dead Can Dance, bahkan Baths. Kurang lebih seperti itu, menurut saya mah. Dengerin aja langsung. Bikin ketagihan, kayak ngutang. Hehe.

[soundcloud url=”https://api.soundcloud.com/tracks/231461403″ params=”color=ff5500&auto_play=false&hide_related=false&show_comments=true&show_user=true&show_reposts=false” width=”100%” height=”166″ iframe=”true” /]

                                                    

twitter : @slylab

 

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *