Press "Enter" to skip to content

“Arsip Arsitektur Vol. 01”, Ruang Karya Bagi Arsitek Bandung

Pada hari Jumat (26/2), aku ikut mang angkot ke kota. Hujannya dor-dar gelap tapi nggak jadi halangan untuk dateng ke acara Arsip Arsitektur Vol. 01 di Ruang Gerilya, Jalan Raden Patah No. 12, Bandung. Yang dateng banyak pisan, tadinya katirisan malah jadi kapanasan saking banyak orang. Ada yang dateng berpasangan, ada juga yang sendirian. Yang berpasangan pasti mau mencari insiprasi atau mencari relasi untuk kerjasama membangun rumah tangga masa depan. Eits.. Tenang, yang sendirian, pasti mau bikin tangga dalam rumah kan? Maafin aku garing.

Dan inilah sedikit penampakan dari karya-karya yang dipamerkan.
Dan inilah sedikit penampakan dari karya-karya yang dipamerkan.

Ada dua acara yang diselenggarakan kemarin, yaitu pameran dan diskusi. Dua puluh lima karya yang dipamerkan di sini, dan aku terkesima pisan. Ternyata orang-orang inilah yang ikut berpartisipasi dalam bangunan-bangunan keren di Bandung juga luar Bandung, contoh Taman Film sama Microlibrary Taman Bima. Terus di dalam pameran ini juga menampilkan miniatur bangunan yang dibuat dari gabus dari masing-masing studio arsitek bahkan individu. Nah, si diskusinya pun ada bapak Muhammad Thamrin, arsitek terkenal asal Bandung. Terus ada bapak Tan Tik Lam yang memiliki studio bersama rekannya, Florian Heinzelmann, dari SHAU studio arsitektur dan urban design, bapak Rekotomo dari Rachnamatra serta Mande Austriono dari DFORM.

Nah, ini penampakan dari diskusi informalnya. Aku kebagiannya disini karena yang ikutan banyak banget.
Cuma bisa lihat dari belakang.

Topik dari diskusi pun sangat menarik menurut aku mah. Diskusi ini mengangkat persoalan keprofesian arsitek di zaman kontemporer dan tetap peduli untuk Bandung dalam penciptaan karya-karya arsitek yang mengagumkan, mengingat Indonesia memiliki sekolah arsitek paling banyak di seluruh dunia, yaitu 150 sekolah. Edun kan? Selain itu, acara ini adalah gelaran pertama dari Inisiatif Arsitek Bandung (IAB) dengan tujuan mempererat silaturahmi antara arsitek muda dengan arsitek terdahulu, wadah bagi para arsitek muda menampilkan karya-karyanya yang kemudian menimbulkan budaya diskusi atau forum, juga menjadi pembangun minat buat muda mudi yang interest sama bidang arsitek.

Bagi kalian yang pengen liat pamerannya, masih bisa kok. Pameran masih digelar sampai tanggal 1 Maret nanti, sok geura dateng. Terus yang interest sama bidang arsitek atau bahkan mahasiswa arsitek domisili Bandung juga bisa daftar jadi bagian IAB, lho! Lumayan buat ajang bagi-bagi ilmu, kenal sana-sini, dan bisa unjuk karya juga. Pssst… kata akang moderator juga bakal kemungkinan ada gelaran Vol. 02. Diantos ah.

 

Teks & Foto : Dhea Putri Andhini

Be First to Comment

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *