Press "Enter" to skip to content

APRES ITB: Serba-serbi Apresiasi Musik

Pengen ikutan ngomongin tentang musim hujan lah, keluar rumah dikit bajuku dibuat anyep-anyep antara basah dan nggak oleh gerimis. Nggak jauh-jauh lah kalian juga sempet ngerasain. Namun akan tetapi brad, nyatanya Sabtu sore kemarin jalanan tetep aja macet, nggak bikin semangat warga Bandung kendor buat beraktivitas. Gimana atuh, emang enak musim hujan sambil tidur-tidur teh. Tapi kalau malam Minggu masih tidur-tidur ditemenin teh manis doang mah euy, udah nggak usah dicurhatin, ulinkeun! Yap, alhasil Sabtu sore itu aku manfaatin untuk singgah ke ITB dan ngobrol sama temen-temen unit musik Apres.

Apres adalah Unit Apresiasi Musik ITB yang ternyata sudah mulai diusung sejak tahun’79. Woy kolot! Nggak berarti kokoloteun brad, ide awal “apresiasi” dan cerita panjang eksistensi unit ini ngehasilin organisasi yang matang dan produktif nyodorin serenceng grup musik yang berhasil manjain kuping kita, contohnya Ellipsis. Lewat obrolan kemarin, ternyata selain punya alat musik lengkap disertai perangkat rekamannya, anggotanya boleh punya beragam kabisa, dari soundman sampai pemain suling kawakan. Nggak tau kenapa si pemain suling yang kebetulan kemarin nggak ketemu ini di-mention terus, bikin pengen tau, pake banget.

Seperti rutinitas solat 5 waktu dalam sehari, Apres juga punya kegiatan rutin dinamain Mustang (Musik Petang) yang diadain tiap tiga bulan sekali, dan Panter (Panggung Terbuka) yang diadain suka-suka. Bulan kemarin Apres baru aja ngadain Mustang Lv.1 yang diadain di sekitaran kampus ITB, yang diisi sama anggota Apres sendiri. Selanjutnya mereka berencana ngadain Mustang Lv.2 yang merupakan kolaborasi unit-unit se-kampus pada Januari tahun depan, dan Mustang Lv.3 pada April tahun depan yang diisi sama komunitas serupa namun lintas kampus. Makin lama makin gede gitu cakupan pengisi acara dan penikmatnya, ditungguin ah.

Bikin acara nggak jauh-jauh pasti perlu duit yah, parkir juga dua ribu sekarang mah. Memanfaatkan yang ada, mereka nyediain pinjaman perangkat instrumen dan sound dengan ongkos bersahabat, penjajakan merchandise juga ikut masuk kas mereka ngedukung kelancaran dapur agar tetap ngebul. Rutinitas lainnya, nih, mereka rajin bikin rekaman kompilasi, bikin rekomendasi daftar putar, siaran radio lokal, sharing, dan curhat, naon deui atuh. Kerennya mereka kalau curhat punya buku kheseus, namanya butut, so sad.

Buat maba ITB yang pengen ikutan Apres, cari aja stand mereka di Open House Unit tiap tahun ajaran baru. Sadar akan pentingnya beriklan ria di media sosial, cari tau tentang Apres gampang banget, mereka punya banyak akun media sosial yang rutin di urus. Gitu aja deh, terus pas pamit pulang dikasih album kompilasi, enak!

______________________________________

Twitter: @apres_itb

Instagram: instagram.com/apres_itb

Ask.fm: apres_itb

Web: apres.unit.itb.ac.id

Foto: dok. Apres ITB