Press "Enter" to skip to content

Anonymous: Pembuktian dari Mereka yang “Tak Bernama”

Enam tahun berselang sejak unit pop punk asal Bandung ini terbentuk.  Waktu yang terbilang lama bagi sebuah band untuk merilis album. Ya, proses membuktikan eksistensi emang nggak gampang. Butuh usaha keras untuk mengubah label “tak bernama” jadi “punya nama”.  Masalah klise macam bongkar-pasang personel sampai kesibukan di luar nge-band, nggak dipungkiri jadi hambatan.

“Berat juga dengan adanya pergantian personel. Sampai di formasi ini, kami merasa udah oke. Seolah-olah kami sudah di sumpah untuk jalan dengan formasi ini,” buka Chunk, sang vokalis. Bersama Uphiw (gitar), Bill (drum), dan Haekal (bass), Chunk yakin kalau formasi ini adalah yang paling solid. Kalau nggak yakin, ngapain mereka bikin album?

Betul, proses itu berbuah hasil ketika Anonymous genap berusia enam tahun pada 21 April lalu. Akhirnya!! Kuartet ini “bisa” merilis debut albumnya. Pastinya jadi kado terindah di ulang tahun ke-6 Anonymous. “Kayak naik kelas, dari SD ke SMP. Terus ada kepuasan tersendiri, lah. Minimal, (album) jadi pembuktian kalau kami punya karya. Nilai plusnya, orang-orang bisa suka dengan album ini,” ungkap Uphiw sumringah.

Timeline, dipilih jadi tajuk. Seenggaknya nama itu menggambarkan alur waktu yang mereka lewati. “Meskipun pasti ada awal dan akhir, tapi waktu terus berjalan. Menggambarkan rantai kehidupan yang terus berputar. Walaupun ada akhirnya, pasti palik lagi ke awal,” sambung

Anonymous nggak mau mengecewakan pendengar setianya. Jeda enam tahun, telah mereka antisipasi dengan matang. Beberapa musisi indie senior dilibatkan, sebut saja Azi dan Firman (Goodboy Badminton) sampai Aska (Rocket Rockers).

Selain lagu Lala, lima lagu yang jadi songlist benar-benar fresh! Kalau kata orang banyak, sih : dewasa. Nggak lagi banyak bicara soal idealis, Anonymous nggak mau munafik, kalau mereka juga mempertimbangkan pasar. “Yang penting bikin musik itu jujur, nggak ngikutin orang lain. (pasar) tetap jadi pertimbangan, karena kami butuh mereka. Yang penting jujur..” sambung Chunk.

Uniknya ke-6 lagu yang ada, liriknya saling berhubungan satu sama lain. Single ke-2, Berlari adalah cerita lanjutan dari Lala. “Ya, bersangkutan dengan single sebelumnya. Lebih menceritakan prosesnya, sampai ketemu problem dan dapet tujuan yang ingin dicapai lewat track-track selanjutnya,” tambahnya.

Bisa jadi, Timeline bentuk awal yang “baru”, seperti yang diungkapkan Chunk. Awal yang berbeda dari enam tahun silam. Sekarang, Anonymous bukan lagi sekelompok orang “tanpa nama”. Mereka punya karya, sebuah bukti eksistensi, sekaligus menegaskan, kalau Anonymous wajib diwaspadai!

Anonymous adalah the next big thing, menyuguhkan sesuatu yang baru di dunia musik,” tutup Bill.

anonymous

 

 foto : Diki Sujatnika

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *