Press "Enter" to skip to content

Angsa & Serigala Mengurai Secercah Cahaya dalam Single “Gelap Pekat”

Di hidup ini, kamu bisa jatuh sejatuh-jatuhnya. Tapi, kamu juga bisa dan berhak untuk bangun setinggi-tingginya. Atas apa yang terjadi, bagi saya, musik adalah pengantar paling ampuh dalam kondisi apa pun.

Kamu bisa menjadikan kelompok musik maupun musisi manapun sebagai ‘penyelamat’. Namun (lagi-lagi) bagi saya, Angsa & Serigala-lah yang paling bisa melakukannya. Sejak menemukan keping cakram padat album perdana pada rak rilisan di toko musik, tahun 2011 silam, musik-musik mereka menjadi anthem yang rasanya selalu ada pada momentum yang tepat. Kala Langit Telah Senja adalah satu dari sekian remedi itu.

Oke, lupakan tulisan subjektif tadi. Saya yakin para Kawanan (sapaan bagi fans Angsa & Serigala, RED) punya kisahnya sendiri. Dua belas tahun bermusik, dengan sekian bongkar pasang personil, unit folk-pop dengan cakupan eksplorasi pada folk rock, baroque pop, dan ballads ini baru saja merilis karya teranyar. Setelah album Self Titled (2011), Ruang Waktu (2018), serta beberapa single seperti Manusia, Dua Harmoni, dan Menarilah Sendiriku (alternate version), kini mereka memperkenalkan single bertajuk Gelap Pekat. Rilis pada tanggal 27 Maret 2020 di bawah naungan Wow Ma Records.

Sebetulnya, sejak jauh hari, Angsa & Serigala sudah memberikan kisi-kisi melalui media sosial dengan kemunculan tagar #GagalItuGakApaApa. Ya, satu lagi upaya dari Hendra Araji (vokal, gitar), Meygador Sukmana (vokal), Esa Prakasa (gitar), Vicky Hediana Harsono (bass), dan Viddy Herdiana Harsono (drum) untuk menyebarkan energi positif.

Bila kau jatuh, terlalu jauh, lepas yang lalu, biarlah berlalu…” menjadi penggalan yang mampu mengiang di kepala. Nuansa yang dibangun pun masih terdengar dengan ciri khas musik Angsa & Serigala.

Proses rekaman Gelap Pekat melibatkan beberapa nama, antara lain Marvel Sumbayak dengan instrumen piano dan keyboard, serta Rifky Prananda pada instrumen trumpet. Direkam di dua studio, yakni Borland Audiolabs dan Wow Ma Studio, single ini diproduseri oleh Canggar Krisnatry, yang juga mengerjakan proses mixing dan mastering. Artwork single dipercayakan kepada Crystal Yoana Tanara.

Selain ‘selamat’, tentu saja ‘terima kasih’ menjadi ucapan yang harus ditujukan kepada mereka. Karya yang tak hanya untuk didengar, namun juga pengingat untuk melanjutkan hidup apa pun yang terjadi. Mari simak video liriknya melalui tautan di bawah.


Twitter: @angsaserigala

Instagram: instagram.com/angsaserigala