Press "Enter" to skip to content

Angry Birds The Movie (2016): Sekawanan Burung Tak Bisa “Terbang”

Indeks Prestasi Keren (IPK): 7.7/10

“Jow..watdeu!!”. Seperti itu tanggapan saya pas dapet giliran review film! Nggak masalah, sih, suka juga nonton film tapi ini mah film kartun, Angry Birds pulak! Hahahaha. Merasa kurang cocok dengan kepribadian aja gitu pas nge-review filmnya. Pribadi garang nan kharismatik, nonton film gini. Ya, minimal nonton Monster. Inc. atau Toy Story lah, masih oke.

Warga kreatif pasti tau kan, Angry Birds? Game tentang seekor burung yang terbang lewat ketapel untuk melawan para babi ini dibuat versi filmnya, lho. Dalam film ini, nggak jauh dengan versi game, burung-burung ini memang nggak bisa terbang. Red, seorang burung berwarna merah dengan kedua alisnya yang tebal, menjadi tokoh utama. Kayak Shinchan, merah dan beralis tebal. Dengan dibantu dua rekannya, Chuck burung berwarna kuning dan Bomb burung berwarna hitam-abu. Ngasih nama teh gitu pisan. Nggak mikirin barokahnya.

Red memiliki masalah dengan amarahnya yang suka meledak-ledak, sehingga dia mengasingkan diri dengan membuat rumah di tepi pantai, jauh dari rumah-rumah burung yang lain di tengah hutan. Kasihan ya. Sedangkan Chuck, dia punya masalah dengan kecepatan. Hah, kecepatan? Yaps, kalau di kartun jadul, sih, dia tuh burung di Road Runner, yang punya musuh seekor Koyote (sebangsa serigala), inget? Saking cepetnya dia lari, Red belum beres ngomong juga dia udah keliling-keliling pulau. Nggak ada sopan-sopannya. Kemudian ada Bomb, cocok dengan namanya burung ini mempunyai “kelainan” yaitu suka meledak. Meledak? Iya, meledak kayak bom aja gitu. Meledaknya juga harus dipancing, dia nggak bisa meledak secara sengaja walau pada akhirnya dia bisa mengatur kapan dia mau meledak. Kalau kamu tau Ayub, ya karakter yang satu ini mirip lah. Sebelas-duabelas.

Mereka bertiga dipertemukan di tempat rehabilitasi untuk mengatasi masalahnya masing-masing yang kemudian, datanglah sebuah kapal yang ngakunya cuma berisi 2 ekor babi dengan embel-embel perdamaian. Dari sinilah awal mula konflik itu dimulai, Red, sudah mulai curiga mereka akan menginvasi pulau burung dan benar adanya. Kawanan burung ini “diracun” dengan diberi permainan modern, pesta-pesta, hingga hacep-hacep luur. Haha. Setelah kawanan burung terlena, para babi mencuri telur-telur untuk dibawa ke pulau babi. Telur-telur itu akan dijadikan makanan oleh para babi.

Ya, akhirnya mah perang we yah. Pecah antara burung dan babi, dan waktunya perang kalian akhirnya bisa liat burung-burung itu “terbang” pakai ketapel juga akhirnya. Kalau kata saya, sih, filmnya lumayan menghibur, dengan mengusung genre komedi. Komedinya nggak putar, kan? Sorry. Mangga, semoga dengan spoiler ini warga kreatif jadi penasaran buat tau yang nge-review-nya siapa. Eh buat nonton filmnya.

Comments are closed.