Press "Enter" to skip to content

“An Intimacy Vol. 4”, Keintiman yang Semakin Intim

Jika suatu hal sudah menjadi sebuah rutinitas, pastilah hal itu akan selalu dilakukan. Nggak peduli panas terik atau hujan deras, karena nggak afdol rasanya kalau sengaja dibatalkan. Sama halnya dengan gelaran rutin yang diprakarsai oleh Monsterstress Records, Loubelle Shop, KMF Unpad dan sekarang menggaet Wawbaw untuk ikut berpartisipasi di gelaran An Intimacy Vol.4, pada Jumat (19/12) kemarin. Karena, the show must go on! Kok, gaya tulisan saya jadi rada serius, ya? Aneh rasanya.

Keintiman di sana, disponsori oleh penampilan-penampilan band yang sarat menggugah emosi, baik sedih maupun senang. Ada Titotessa, Littlelute, Duduk Manis, Ansaphone dan Mr. Sonjaya. Line-up yang saya rasa sangatlah cocok untuk menemani kota Bandung yang diguyur hujan dari sore hari hingga malam hari.

Dimulai sekitar jam setengah 7 malam, Titotessa mendapat giliran pertama yang tampil pada malam itu. Titotessa membawakan 4 buah lagu dan di dalam song list-nya, mereka memperkenalkan lagu baru mereka yang berjudul Gatra yang baru berumur beberapa hari. “Ini emang kebiasannya Baya suka bikin-bikin lagu,” ujar Tito, yang memainkan gitar. Baya yang disebut barusan adalah personel dari Mr. Sonjaya yang mengiringi mereka dengan alat musik yang bernama sadatana. Saya terbuai dibuatnya.

Raut wajah Tessa yang serius ketika bernyanyi. Saya juga serius kok anaknya
Raut wajah Tessa yang serius ketika bernyanyi. Saya juga serius, kok, anaknya.

Hujan semakin deras, saya mulai khawatir bisa pulang tepat waktu atau nggak. Tapi, saya nggak memusingkan hal itu sejenak ketika penampilan dari Littlelute dan Duduk Manis memberikan warna yang sangat ceria. Dikemas dengan konsep yang unik, yang satu cenderung ceria dengan rasa kekanak-kanakan beserta vokalis Littlelute yang sepintas mirip Yuni Shara, dan satunya dengan setelan retro. Seketika, saya langsung bersenandung mengikuti mereka, lalu pengunjung yang lain mengikuti saya. Sombong gini.

Setelahnya, Ansaphone hadir dengan atmosfer yang beda dari para penampil yang sebelumnya. Band post-rock/dream-pop ini membawakan 5 buah lagu dan memperkenalkan single terbaru mereka, Frame, yang juga dijual dalam bentuk maxi-single. “Dijual dalam bentuk kaset dan terbatas,” kata Jajat, sang vokalis, yang menurut saya nyuruh kita-kita nyiapin walkman dan segera membeli rilisan fisik dari mereka. Biar bareng-bareng ngerasain atmosfernya gitu.

Acaranya ditutup dengan cantik oleh Mr. Sonjaya yang membawakan 6 buah lagu. Mr. Sonjaya membawakan lagu baru mereka berjudul Sang Filsuf, dan juga mereka membawakan lagu Badminton karya Mang Koko, yang pernah juga dipopulerkan oleh Benyamin S. Manis, kan?

Hayu, main badminton!
Hayu, main badminton!

Walaupun nggak terlalu banyak pengunjung yang datang seperti gelaran sebelumnya, An Intimacy Vol. 4 ini berhasil membuat kita nyaman dan tetap hangat. Karena keintiman yang dirasakan nggak hanya berasal dari judul aja, namun dari semua penggiat dan penikmat musik yang ikut serta dalam perhelatan acara ini. Yaudah deh, sampai ketemu aja di Vol. 5!

Be First to Comment

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *