Press "Enter" to skip to content

“An Intimacy Vol. 6” yang Semakin Meriah dan Membludak

Nggak kerasa, gelaran An Intimacy udah memasuki gelaran yang ke-6 kalinya. Kalau bayi mah meureun umur 6 bulan teh lagi lucu-lucunya, udah cukup banyak yang dipelajari, pokoknya mah bikin seneng gitulah ngasuhnya…. Kayaknya, sih, da saya mah belum pernah punya bayi. Hahahaha. Gelaran yang merupakan hasil kerjasama antara Monsterstress Records x KMF x Loubelle Shop x FFWD Records ini menyuguhkan line-up artis yang sayang banget kalau dilewatin.

Artis yang mengisi acara An Intimacy Vol. 6 kemarin adalah Strangers, sebuah unit indie-rock asal Bandung yang udah berkarir sejak 2007, Bedchamber, kuartet asal Jakarta yang debut EP-nya banyak disebut-sebut sebagai salah satu rilisan terbaik di tahun 2014, Munthe, seorang solois yang beberapa waktu lalu baru saja merilis debut albumnya, lalu Heals, band pendatang baru yang lagi naik daun…. da ninja, teu~ Dan terakhir ada Frau, singer/songwriter asal kota gudeg yang nggak perlu diragukan lagi kualitas suaranya. Edan nggak? Line-up yang keren pisan lah kalau kata saya mah, apalagi acaranya gratisan. Sayang kalau dilewatin.

Seperti biasa, acara dimulai pukul 4 sore dan bertempat di dalam Loubelle Shop. Dibuka dengan penampilan dari Strangers yang langsung menghentak para penonton. Setelah membawakan sekitar 4 lagu, Strangers secara mengejutkan mengumumkan kalau ini merupakan gigs terakhir mereka. “Selama 7 tahun terakhir ini, setelah semua kebersamaan kita, ini adalah panggung terakhir kita. Sampai bertemu di lain kesempatan dengan nama yang baru,” ungkap Ican, sang vokalis. Wah, buat para penggemarnya pasti sedih pisan denger ungkapan tersebut.

Yuk, goyang poni bareng Bedchamber!
Goyang poni bareng Bedchamber!

Kemudian dilanjutkan oleh penampilan dari Bedchamber. Pada setlist-nya, sebenarnya mereka menyiapkan 7 lagu buat dimaenin, tapi karena ada kesalahan teknis di awal, mereka hanya membawakan 5 lagu, dan 2 di antaranya merupakan lagu baru mereka. Selepas break maghrib, penonton yang datang makin banyak dan bikin suasana venue makin berdesakan. Sepanjang gelaran An Intimacy dari awal, mungkin ini merupakan yang paling penuh. Entahlah.

Acara kemudian dimeriahkan oleh Munthe dan Heals. Suasana makin pengap, tapi sayang banget kalau ngelewatin penampilan band yang lagi main. Semacam dilematis gitu. Pasti banyak penonton yang berpikiran sama kayak saya. Tapi kebanyakan dari mereka, sih, lebih milih buat bertahan di tempat, yaa, biar dapet tempat buat nonton penampilan pamungkas dari Frau. Nggak seperti gelaran An Intimacy sebelumnya, kali ini panitia menerapkan sistem closed gate, soalnya penonton membludak banget. Demi kenyamanan kali, yaa, jadi dibatas.

Penampilan dari Munthe. Ena.
Penampilan dari Munthe. Ena.

Dan akhirnya seorang mba-mba cantik memasuki area panggung yang disambut meriah oleh para penonton. Ya! Itu adalah mba Leilani sang empunya Frau. Dengan set yang sangat sederhana, yaitu hanya ditemani oleh keyboard do’i yang diberi nama Oskar, mba Leilani sukses membius para penonton. Suasana yang awalnya riuh, seketika hening.

Ada momen ketika mba Leilani cukup terganggu oleh banyaknya penonton yang merekam penampilannya melalui kamera ataupun handphone. “Emang enak, yaa, nonton penampilan saya lewat lensa begitu? Kalau menurut saya, mending dinikmati secara langsung,” tutur pelantun Mesin Penenun Hujan tersebut. “Sedikit mengutip perkataan dari mba Ria Papermoon, ‘mata kita adalah lensa terbaik dalam mengabadikan suatu peristiwa’. Jadi, mending kameranya disimpen dulu dan mari kita sama-sama menikmati penampilan saya secara langsung. Ceilah sok-sok-an galak gitu main larang-larangan. Hahaha,” lanjutnya yang langsung disambut gelak tawa penonton.

Pada An Intimacy Vol. 6 ini, panitia menyiapkan poster berisikan tanda tangan para artis pengisi sebagai merchandise yang dijual sebagai salah satu danus dari acara. Collectible item banget, tuh! Sayang saya nggak beli da nggak punya uang. Sedih. Well, secara keseluruhan saya yakin para penonton puas banget, soalnya kapan lagi nonton sekumpulan band-band caem dalam satu waktu, gratis pula. Pokoknya mah sakses terus buat para penyelenggara acara, semoga An Intimacy Vol. 7 nanti bisa lebih meriah dari ini! Aamiin.

Foto : Ade Bambang Kurnia

Be First to Comment

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *