Press "Enter" to skip to content

Alone But Not Lonely With “Bersendiri”

Pernah nggak, sih, kalian dibilang aneh gara-gara jalan-jalan sendirian? Bukan pergi ke warung, ya, yang dimaksud, dan memang ungkapan tersebut udah menjadi sebuah stigma di masa kini. Tapi, saya nggak yakin dengan hal itu. Akhirnya, saya datang dengan rasa ingin mengubah stigma yang ada ke sebuah solo traveler exhibition, pada Sabtu (24/1) kemarin. Gelarannya diberi judul Bersendiri dengan tagline, “sebab sendirian, tak lantas berarti kesepian”.  Gitu ae. Digelar di Post, di dalam Pasar Santa. Pasar hipster Ibukota itu, lho.

Ketika datang, saya merasa takjub. Karena bisa ngerasa nyaman dengan suasana  pasar yang ramai. Padahal diselenggarakan di dalam dua lot kios tanpa sekat. Dindingnya dihiasi dengan foto-foto hasil jalan-jalannya para solo traveler serta notes keterangannya. Bikin iri aja, nih. Dan di mulut “gerbang” digantungi kartu-kartu arti dari kata “bersendiri”, itu. Unik, lah, pokoknya.

Ada cerita dibalik foto. Ada cinta dibalik pertemuan.
Ada cerita dibalik foto. Ada cinta dibalik pertemuan.

Ternyata, Bersendiri merupakan sebuah blog yang dibuat oleh mbak Dini untuk menceritakan experience dari solo travelling yang dia lakukan. Dan akhirnya, diminati juga oleh teman-temannya sehingga terbentuk menjadi sebuah komunitas yang berdiri baru 9 hari dari hari H pamerannya. Dia juga menceritakan pengalaman menariknya saat do’i pergi ke Mesir sendirian.

“Jadi, waktu itu gue lagi perjalanan pulang naik taksi. Tiba-tiba, taksinya berhenti di sebuah gang yang gelap, supirnya ngangkat telpon, berbicara dengan bahasa Mesir dan supirnya nggak bisa ngomong bahasa Inggris. Lalu, gue ngeliat ada dua orang jalan menuju taksinya. Gue dalam hati udah deg-degan. Pas mereka dekat ke arah taksi, ternyata itu dua anak supirnya yang ngebawain makanan buat sang supir dan para penjaga hotel,” kata Mbak Dini. Untung nggak kenapa-kenapa. Jadi, nggak masalah kalian pergi sendiri tapi jangan lupa waspada, tetap bakal nemu orang-orang banyak dan akhirnya berinteraksi sehingga menjadi teman perjalanan.

Masih ada sekoper cerita lainnya.
Masih ada sekoper cerita lainnya.

Bersendiri bisa menjadi wadah alternatif buat kalian yang mau bercerita tentang travelling sendirian dan juga bisa ngeyakinin buat yang belum berani untuk bepergian sendiri. Kalian juga masih bisa datang dan ngobrol banyak soal solo travelling. Acaranya berakhir di tanggal 25 Januari. Eh, iya, kalian juga bisa nempelin cerita singkat tentang solo travelling kalian juga, kok, di dindingnya. Kalau belom berani juga, saya siap nemenin, asal dikasih makan. Udah, cukup.

 

Twitter : @bersendiri_ | @post_santa

Web : bersendiri.com

Instagram : instagram.com/bersendiri | instagram.com/post_santa

Be First to Comment

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *