Press "Enter" to skip to content

Album: Zeke Khaseli – Yth Siapa

Absurd dan ngaco! Itulah dua kata yang pertama kali muncul di pikiran saya saat mendengar materi album terbaru dari Zeke Khaseli yang berjudul Yth siapa ini. Pasti udah familiar kan sama nama itu? Secara do’i tuh emang sebagay gitu, deh. Selain proyekan solonya ini, musisi yang berbasis di Jakarta ini juga tergabung di band Zeke and The Popo yang punya ciri khas selalu pake kostum nyeleneh setiap mereka manggung. Eits nggak cuma itu, lho, selain jadi musisi, pemuda yang tak lagi muda ini juga udah beberapa kali ngerjain scoring buat film-film Indonesia, yaitu KALA, Fiksi., Rumah Dara, What They Don’t Talk About When They Talk About Love, dan Rocket Rain. Tuh kan sebagay, nggak percaya sih. Heu.

Ada 12 track yang semua liriknya absurd bin ngaco, bertolakbelakang banget sama cover albumnya yang ngambil setting di kuburan. Pas denger lagu-lagunya, nggak ada serem-seremnya sama sekali. Aslina. Berarti bener kalau ada pepatah yang bilang “Don’t judge an album by its cover”,  hehe..

Zeke Khaseli kayaknya nggak niat bikin lirik-lirik yang ada di album ini.  Asal nemu rima yang pas, langsung deh dijadiin lirik, nggak percaya? Nih coba simak lirik yang diambil dari track pembuka di album ini, Kelas Malam, “Abis dengerin plat, duduk di mobil Alphard, di mana sopan santunnya, yang pasti bukan di barat daya”. Jelas sekali, ahahaha. Lanjut di track berikutnya yang dikasih judul Piso Lipet, di lagu ini entah sengaja atau gimana, si kualitas rekamannya tuh rebek kayak hasil rekaman live pake HP gitu, alias lo-fi.

Track ketiga, yaitu Amrik Boiii merupakan salah satu track favorit saya di album ini, diisi dengan bebunyian elektronik yang sederhana ditambah nyanyian yang terkesan kayak bacain narasi yang isinya… yaa gitu deh. Nih, tak kasih lagi sedikit kutipan liriknya, “Berkelana naik unta ke Dunkin Donuts untuk ganti kulit, dia berubah menjadi uler cobra yang suka makan uler lainnya”. Nggak paham, kan? Sama..

Terlepas dari lirik-liriknya yang susah dicerna, Zeke Khaseli tetep nunjukin kebolehannya maenin beberapa instrumen di album ini, khususnya gitar dan piano. Di lagu Turun Bukit, do’i maenin gitar akustik yang di-cover sama suara beat elektronik yang menghasilkan suasana sendu. Sedangkan di lagu Anjing Kecil dan Turunan Terjal, anak pertama dari Agum Gumelar ini nunjukin kebolehannya maenin instrumen piano.

Di album ini ada 3 track yang dikasih judul pake Bahasa Jepang gitu,  Kuro TamagoKamikaze no Boushi dan Julius Alpha. Nah, di track-track barusan, nggak cuma judulnya yang dikasih nama pake Bahasa Jepang, tapi liriknya juga, lho. Yaa setidaknya itu yang tercantum di notes lirik-nya. Tapi pas saya puter track-nya, ternyata eh ternyata nyanyinya tetep aja pake Bahasa Indonesia. Kampret, ketjewa aku mz, ketjewa. Makin nggak ngerti sama pemikiran beliau ini. Dan pada akhirnya album solo ketiga dari Zeke Khaseli ini ditutup sama track Pesan Diterima, yang bernuansa ambience.

Secara keseluruhan setelah saya dengerin semua materi di album Yth siapa ini, ngingetin saya sama salah satu akun di Youtube, yaitu fluxcup yang suka nge-dubbing video yang ada dengan kalimat-kalimat yang ngasal, tapi lucu. Coba cek deh, jago lah kalau gak ketawa mah. Dan juga buat kalian yang suka sama grup folk Pemandangan, saya rekomendasikan, lah buat denger album ini. Kombinasi antara lirik-lirik nyeleneh yang dibalut sama musik yang sederhana, terkesan ngasal, tapi sayang kalau gak didengerin nyampe beres. Pada penasaran kan? Sok atuh cepetan pada beli albumnya ih.

Tracklist:

  1. Kelas Malam
  2. Piso Lipet
  3. Amrik Boiii
  4. Turun Bukit
  5. Anjing Kecil
  6. Turunan Terjal
  7. Ngajarin Gitar
  8. Kuro Tamago
  9. Kamikaze no Boushi
  10. Warna Almodovar
  11. Julius Alpha
  12. Pesan Diterima

 

Twitter: @ZekeKhaseli

Website: www.zekekhaseli.com