Press "Enter" to skip to content

Album: Widen Rap – Baileys

Indeks Prestasi Keren: 5/10

Pertumbuhan musisi lokal saat ini tuh kenceng banget. Belum juga belum, udah ada aja karya perdana dari siapa. Waktu liat kotak masuk di e-mail, ternyata gua dapet rilis pers tentang album perdananya Widen Rap. Gua langsung cari lagunya di Spotify. Pas liat foto akun Spotify-nya, gua sempet nyangka si Brent Hinds vokalis Mastodon bikin projekan rap. Taunya bukan! Hahaha mirip! Usut punya usut, Widen Rap adalah rapper asal Kota Malang. Sam ini resmi merilis mini album dengan tajuk Baileys, awal Mei ini melalui Collab Asia Music. Sedap, Kapten!

Widen Rap, alias Edwin Drury Widen, adalah pria berumur 24 tahun yang baru mulai bermusik dari tahun 2007. Mengemas diri sebagai sad boy, Mas Edwin sempet nggak direstui sama parents-nya, gitu. Tapi akhirnya di tahun ini, Baileys muncul sebagai salah satu pembuktiannya. Memang, pembuktian tuh butuh waktu yang lama pisan. Langsung aja lah gua ulas album emo-rap ini.

Dibuka sama trek Feel So Bad, terdengar nada-nada piano yang renyah untuk menemani aktivitas balerina cilik waktu pemanasan sebelum latihan. Tapi karena emo, tentu liriknya bukan tentang balerina. Lagu ini membahas akhwat yang udah nyakitin, tapi Mas Edwin selalu kuat dan kokoh. Kayak betis Eka Ramdani. Atau biar Ngalam banget mah ini deh; Hamka Hamzah. Di trek ini juga diceritakan bahwa dulunya Mas Edwin tergila-gila sama akhwat, tapi salah wae. Aduh kayak lagu Seventeen atuh, Mas. Fakta yang bisa didapat dari trek ini, Mas Edwin ternyata rokoknya Djarum Super. Salut, sih. Gua kira rapper bakal memilih rokok American Blend.

Selanjutnya, Skrt Skrt bercerita tentang kadar cinta Mas Edwin yang edan pisan. Mas Edwin juga sadar kalau dulu dia tuh playboy, karena emang masih “boyceunah. Terungkap juga fakta bahwa Mas Edwin itu lahir di Palangkaraya. Beliau juga menganalogikan si akhwatnya bagaikan anggur merah. Wadidraw. Dijual di pengkolan Cimuncang atuh. Terus si akhwatnya menyejukkan, layaknya embun pagi ceunah. Kalau kata gua mah, yang menyejukkan di pagi hari itu ya suara air toren. Visualnya emang biasa aja, tapi suaranya boleh diadu sama Aqua Scape kalian lah.

Nomor ketiga berjudul Ragu yang menampilkan penyanyi pendatang baru asal Ngalam, Monic. Ragu pokoknya mau cicintaan lagi teh. Sepanjang trek kita akan mendengarkan sosok wanita (Monic) yang nggak yakin, yang terus diyakinkan oleh sosok pria (Mas Edwin). Susah ya, kita-kita sebagai pria untuk meyakinkan pihak akhwat tuh. Palebah mana lagi atuh yang kudu aku tunjukkan ke kamu? Rujit. Hahaha.

Menutup rilisan perdana ini, ada trek berjudul sama dengan nama album; Baileys. Hmm, yang gua tangkep dari isi liriknya, sih, tentang perbedaan kasta antara si ikhwan dan akhwat. Terus, Mas Edwin ketemu sama akhwatnya di Tinder, dan langsung disusulin ke Surabaya. Edan. Perjuangan pisan, se’esku! Mas Edwin pakai maskapai apa ya kira-kira? Hahaha. Mas Edwin juga menanyakan, apa alasan si akhwat meninggalkan Mas Edwin. Apakah gara-gara belum wisuda, atau belum mapan.

Gua bisa simpulkan, kalau Mas Edwin sering banget jatuh-bangun di dunia percintaan. Dan secara musik, sih, konsisten, sangat memberi porsi lebih untuk vokal. Nggak menonjol. Ya karena ini album rap juga, yang penting pesannya tersampaikan jelas. Misal rap-nya diilangin, kedengernya jadi beat to relax/study/chill doang. Harapan gua buat Mas Edwin, sukses untuk awal perjalanan musiknya. Dan juga sehat selalu. Coba kurangi alkohol, beralih ke Buyung Upik aja. Itu juga anget, kok. Hahaha.

_________________________________________

Tracklist:

1. Feel So Bad

2. Skrt Skrt

3. Ragu

4. Baileys

Comments are closed.