Press "Enter" to skip to content

Album : The Kuda – Satu Aku Sejuta Kalian

Kalau saya boleh bilang, The Kuda itu emang kuda abis. Kenapa? Ya, karena mereka lincah, liar, dan gagah. Kayak kuda Sumbawa. Tapi, saya ngomong kayak gitu nggak asal-asalan, lho. Hal itu berbanding lurus dengan produktivitas mereka dalam menciptakan sebuah karya yang edan. Setelah sukses dengan tiga mini album, tiga split album, dan dua single kompilasi, akhirnya, di hari Selasa (15/9) yang lalu, The Kuda secara resmi merilis debut album penuh yang bertajuk Satu Aku Sejuta Kalian yang dirilis melalui label independent asal Jakarta, Majemuk Records. Selain itu, The Kuda juga langsung bikin showcase untuk perayaan album Satu Aku Sejuta Kalian di hari yang sama dan digelar di 365 Eco Bar, Jakarta Selatan. Pengennya mah dateng, tapi kejauhan om. Hehe.

Well, pembuatan album ini didalangi oleh musisi kenamaan yang merangkak juga sebagai produser, yaitu Jimi Multhazam (Morfem, The Upstairs). Niatan awal do’i, sih, sebenarnya cuma pengen bereksperimen dengan mencoba untuk mixing ulang materi-materi lama agar gain-nya itu lebih seimbang. Akhirnya, The Kuda pun setuju dengan pemikiran om Jimi. Di album ini kamu bakal ngerasain hal-hal baru yang dilakukan sama The Kuda. Diantaranya adalah Idam sang gitaris yang merekam gitar dengan perangkat microphones yang belum pernah ia lakukan sebelumnya. Selain itu, ada Adipati yang juga ingin take vokal slengeannya secara langsung tanpa overdub. Mantap!

Satu Aku Sejuta Kalian berisikan 20 lagu dimana berisi 18 materi lama yang terpilih dan dua lagu baru. Sebenarnya, saya agak kecewa, sih, karena cuma dua lagu doang yang baru. Tapi, nggak ngurangin demen saya atas The Kuda. Di album ini, beberapa materi terbarunya sangat terkonsep dan materi lagu lamanya lebih terdengar fresh. Dengan menyajikan sound yang lebih intens dengan dibalut aura punk yang tetap mentah lo-fi ala punk rock tahun 70-an dan nyentrik secara konseptual dengan lirik bahasa Indonesia yang slengean dan broken english-nya yang still absurd.

Contohnya, di track kedua, yaitu Hantu Laut. Lagu yang terpilih menjadi single pertama. Kalau kamu tau, lagu ini udah melanglang buana. Maksudnya? Jadi, lagu ini pernah direkam dalam bahasa Inggris untuk kompilasi Punk Aid (Aceh Calling 2012) dengan judul Crop Circle. Terus, diubah dengan lirik bahasa Indonesia yang penulisan liriknya berkolaborasi dengan Cholil Mahmud (Efek Rumah Kaca). Ih, syedap. Dibandingkan dengan yang dulu, Hantu Laut yang sekarang terdengar lebih bersih. Vokal Adipati yang dulu kedengerannya mendengung kayak lagi nyanyi di kamar mandi, sekarang mah enggak. Efek dari mixing dan mastering yang lebih nampol kali, ya.

Lanjut track ke-8 ada Zonder Pardon. Sebenarnya, sih, yang bener-bener menarik perhatian saya itu adalah liriknya yang liar. “Go away fuck off/Who the fuck you are/It was you”. Kayaknya lagu ini dipersembahkan untuk orang-orang yang menganggap dirinya keren, padaha enggak. Hehe. Oh iya, lagu ini juga merupakan bagian dari EP mereka yang bertajuk Mystery Torpedo.

Kurang lebih, album Satu Aku Sejuta Kalian merupakan sebuah rangkuman perjalanan mereka dari tahun 2011 sampai sekarang. Kayak semacam discography gitu, ya. Tapi, kayaknya too early, deh, kalau dibilang discography. Apa atuh, yah? Best of The Kuda mungkin, ya.

Jadi, walaupun ini kayak best of-nya dari The Kuda, nggak ada salahnya kok untuk kamu beli album ini. Soalnya, kamu bakal ngerasain beberapa perbedaan dari rilisan-rilisan sebelumnya. Yaudah ah, cape. Selamat jajan!

                                                                                         

Tracklist :

1. Anxiety

2. Hantu Laut

3. Iurid

4. SOS

5. Lihatlah Lurus ke Depan

6. Hallo Effect

7. Vita Brevis

8. Zonder Pardon

9. Hey Jansen

10. No

11. Ilalang Hilang

12. Superstar

13. Makan Kotoranmu

14. Jabber

15. Upacara

16. She Went To Trace

17. Lucky Crepes

18. Tumbila

19.Warning

20. Electra Complex

 

Be First to Comment

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *