Press "Enter" to skip to content

Album: Rajasinga – III

Indeks Prestasi Keren : 8,5/10

Lima tahun setelah album RajagnaruK (2011), akhirnya di penghujung bulan Agustus yang lalu album ke-3 dari Rajasinga lahir. Oh tentu, tanpa pikir panjang saya langsung menggondol album teranyar Rajasinga. Dua single yang sebelumnya telah beredar, semakin membuat saya menebak-nebak buah manggis. Apakah album ini akan cukup kelam dan semakin ugal-ugalan seperti apa yang selalu rasakan ketika mendengar karya mereka? Tentu terkaan saya ini nggak lepas dari adanya seliweran artwork di medsos Rajasinga, yang di mana artwork-nya bernuansa kelam dan memiliki gambar kuda. Jadi, karena ada kuda = cepat. Semudah itu saya berpikir. Sorry euy. Cetek kieu mikirna.

Mendapatkan album edisi deluxe yang packaging-nya hauce adalah kesenangan tersendiri dan tentu makin meningkatkan ekspektasi akan materi yang dihadirkan. Dengan Discman yang sengaja dibawa dari rumah, saya langsung putar si cakram padat selepas keluar toko, sedikit kencangkan volume, lalu berkendara menuju rumah. Kalau yang saya lakukan ini nggak sesuai dengan tata cara berkendara menurut pihak berwajib, tolong jangan ditiru.

Sambutan menuju dimensi lain langsung disuguhkan lewat trek III: Dosa (Penghapusan), mulai dari sini, saya langsung menyerahkan sepenuhnya komando pada Rajasinga. Silakan, atur-atur weh sampai trek terakhir! Setelah itu dilanjutkan dengan Stoned Magrib yang datang begitu tiba-tiba. Gebukan drum Revan membawa saya terus meninggi. Di nomor tiga, ada trek berjurul Pembantai. Dengan permainan solo gitar berikut riff-riff yang nggak biasa dari Rajasinga hadir menjadi pembeda, pun dengan lirik yang disuguhkan membuat saya bergumam, “Heeuh oge. Aya wae yeuh nu kieu“.

Di trek Masalah Kami Di Negri Ini, Rajasinga hadir dengan lirik penuh funny truth yang bersifat ironi. Dengan tempo yang sedikit menenangkan menuju akhir lagu, tapi itu bukan masalah, nomor ini tetap terasa menyenangkan. Dua trek berikutnya, Setengah Lima Kurang Sepuluh dan Ada? menjadi dua trek kojo saya di album ini. Sempat terbayang betapa asiknya menyaksikan dua lagu tersebut dibawakan secara langsung. Lugas dan berbeda, sih, kalau menurut saya mah. Apalagi di trek Ada?, nuansa hardcore punk dan psychedelic berhasil diramu oleh Rajasinga menjadi sebuah paduan utuh yang nikmat.

Sesampainya di rumah dan bebersih ini-itu, saya langsung putar kembali si cakram padat sambil membaca lirik-lirik yang ada. Ternyata di lyric sheets hanya ada lahan kosong seluas 12,5cm x 12,5cm. Jika trek ini didengarkan secara seksama memang terdengar seperti Pancasila. Hm, apakah trek ke-7 ini adalah Pancasila versi Negerijuana? Atau memang lupa dicetak? Heu.

Dihantam kembali dengan nomor berjudul Penjara. Hanya ada tiga kata untuk trek ini; kencang, kelam, dan mencekam. Tiba-tiba saya seuseurian di trek berjudul Orang Gila. Hahaha. Sebuah trek hiburan dan jenaka. Semacam intermezzo lah. Selanjutnya Matikau!!! hadir dengan santainya di sela-sela trek lain yang berdurasi cukup panjang. Lagu yang berdurasi pendek ini, sih, ngingetin saya sama You Suffer-nya Napalm Death. Lalu setelah itu secara berurutan tiga trek berjudul Tidak Suka, Weekend Rocker, dan Hey! hadir dengan sentuhan black metal dan heavy metal.

III : Dosa (Pengakuan) adalah nomor yang pas untuk menjadi penutup album stimulan ugal-ugalan paling berbahaya ini. Oh ya, bagi saya yang gemar dengan material-material rilisan fisik, album ini juga jadi salah satu yang paling mengesankan. Sederhana tapi nggak sesederhana itu. Setelah berulang kali memutar album ini, memang nggak pas kalau hanya disebut album band grindcore, nyatanya materi yang dihadirkan di album ini memang beragam. Tentu, album III dari Rajasinga ini sifatnya wajib kamu miliki! Akhirul kalam, mantap betul Rajasinga. Segan!

 

Tracklist :

1. III : Dosa (Penghapusan)
2. Stoned Magrib
3. Pembantai
4. Masalah Kami Di Negri Ini
5. Setengah Lima Kurang Sepuluh
6. Ada?
7.
8. Penjara
9. Orang Gila
10. Matikau!!!
11. Tidak Suka
12. Weekend Rocker
13. Hey!
14. III : Dosa (Pengakuan)

 

Comments are closed.