Press "Enter" to skip to content

Album: Pemandangan – Ini Hariku EP

Bayangkan kamu sedang berada dalam ruangan kosong, tanpa visual yang menyenangkan, sementara itu rasa hausmu akan tertawa semakin membuncah. Hanya ada dua barang yang ada di sana, keping CD Pemandangan serta pemutarnya. Jangan ragu memutarnya! Tapi Pemandangan, tuh, apaan?

Pemandangan adalah sebuah proyek band folk dari Rangga Aditya Bintara (Maunx), Erwin Windu Pranata (Ewing), dan Mufti Priyanka (Amenk). Baru pada Record Store Day 2014 lalu mereka merilis mini album berjudul Ini Hariku di bawah naungan MEONG Records, dengan hanya 50 keping aja.

Sebenernya, sih, mereka sempat merilis split-album bareng Ledakan Urbanisasi. Sayangnya sedikit orang yang tau, hanya kalangan terbatas. Sekilas, entah apa yang menarik dari musiknya, slengean dan jauh dari bayangan akan sebuah musik yang pantas dijual di KFC. Namun akhirnya aku memberanikan diri untuk membeli rilisan satu ini.

Album ini berisi 8 buah lagu yang menunggu untuk kamu dengar dengan saksama. Iyah, saksama. Perlu konsentrasi tinggi mendengarkan album ini, karena liriknya nggak terdengar jelas, sementara nggak ada lampiran kertas lirik di dalam CD. Selain itu, album ini terdengar seperti direkam secara live. Atau emang iya, yah?

Dibuka oleh lagu berjudul Hantu Punx, imajinasiku udah dibawa melayang oleh petikan gitar yang semlehoy. Aku merasa sedang dirayu untuk bergembira lewat chord gitar yang entah apa serta suara gonggongan anjing. Melompat ke track 02 dengan judul Bocah Pikun, kebingungan akan musik Pemandangan seakan mulai terjawab. Genjrengan folk, tumpang-tindih puisi milik mereka bertiga yang disertai pesan moral amat penting, serta suara tawa yang ikut terekam, menjadikan track ini sebagai gambaran keseluruhan isi album. Penyampaian pesan yang disusun sesantay mungkin, serta pancingan bagi imajinasimu untuk memperoleh kenikmatan dari sisi liar yang muncul ke permukaan. Ah, gitu we lah hahaha. “Lay laylaylay lay..”. Sungguh menyenangkan!

Track 03 menjadi track yang mesti disimak dengan sedikit goyangan khas masing-masing pendengar. Janji Si Anak Punx II nggak diiringi suara gitar, tapi diiringi musik loop yang manis dan menjadikan mereka terdengar seperti Bottlesmoker. Banyak kata-kata menggelitik muncul di lagu ini, serta suara mereka ketawa yang membuat siapa aja yang mendengar akan ikut tertawa klimaks. Silakan dicoba, sesering mungkin.

Lagu lain seperti Nyanyian Bromo, Kepiluan Wacana dan  Kembang Pilon, lebih menarik untuk disimak liriknya yang berisi bahasan tentang agama, cinta, optimisme hidup, alam sekitar hingga bhinneka tunggal ika. Lagu Astronot Indonesia juga menarik, ada pembacaan puisi di tengah lagu, obrolan kecil di akhir lagu yang sengaja direkam, dan suara-suara jenaka lain. Lagu ini dijadikan dua versi, satu versi asli mereka, satu lagi featuring Bottlesmoker yang mengisi suara drams~. Agak ragu juga apa emang beneran kolaborasi ini…

Keseluruhan album ini seru, lirik-lirik yang menggelitik, chord gitar yang variatif, serta kesuksesan mereka menggabungkan puisi lalu menyuarakannya menjadi satu tema bahasan yang menarik. Namun kembali lagi pada suasana kamu saat mendengarnya, hanya ketika kamu benar-benar merasa hidup ini payah-lah musik Pemandangan bisa memberikan efek luar biasa.

Di luar suasana itu, hanya sedikit lagu-lagu di EP ini yang akan masuk playlist asyikmu. Silakan membeli rilisannya, dan hampiri setiap gigs Pemandangan untuk menemukan keceriaan bersama pendengar mereka yang lain. Asyik.


Tracklist:

1. Hantu Punx

2. Bocah Pikun

3. Janji Si Anak Punx II

4. Nyanyian Bromo

5. Kepiluan Wacana

6. Astronot Indonesia

7. Kembang Pilon

8. Astronot Indonesia (Bottlesmoker mengisi suara drams)


MEONG Records – 2014