Press "Enter" to skip to content

Album: Lucas and AB – Standards Vol. 1

Dari sekian banyak label lokal, mungkin saya agak senang dengan satu label, namanya Monsterstress Records. Label yang terbilang baru ini bikin saya senang dengan rilisannya, ada Space and Missile, Echolight, Under The Big Bright Yellow Sun dan Dio Creatura. Saya kira sampai sana aja kesenangan yang saya dapet. Taunya ada lagi rilisan dalam bentuk kaset dari band, atau enaknya disebut apa yah, bernama Lucas and AB. Dan karena rasa penasaran, lah, akhirnya saya dengarkan album perdana mereka.

Diberi nama Standards: Vol.1, album ini bagaikan sebuah kumpulan dari bebunyian usang yang didandani ala Chelsea Islan agar menjadi lebih menarik. Yang pasti, singkirkan dulu plot genre musik yang selama ini mengurungmu sebelum mendengarkannya. Karena Lucas and AB, menurut saya, nggak memainkan musik yang rutin didengarkan oleh kamu-kamu sebagai pengejar “musical compatibility” teman Last.fm-mu.

Lucas and AB, adalah Lucas (hammond organ) dan A.B. (drum). Mereka berdua memainkan musik jazz era 60-an, dan di beberapa lagunya terdengar nuansa rock, karena sebelumnya kedua musisi ini berlatar belakang musik rock. Dan total 10 track di album Standards: Vol. 1 ini meng-cover lagu-lagu jazz jaman dulu. Tanpa vokal! Berarti nggak ada lirik? Iya, benar. Tapi enak, karena mereka jagoan mengaransemennya.

Membukanya dengan The Box Car – 411 Vm’s Theme milik Sol, pukulan drum dari A.B. mengawali permainan hammond organ Lucas. Karena memutarnya dari walkman jadul, kayak ada suara bass siah. Apa itu bebunyian yang dihasilkan hammond organ, yah? Ya betul. Saya membayangkan lagu ini dimainkan di awal promnite SMA di sebuah cafe, dan saat itu orang-orang yang nonton masih ditanya “mau pesan minuman apa?”. Terdengar enakeun sebagai lagu pembuka.

Track ke-2 berjudul Serenade To Cuckoo punya Rahsaan Roland Kirk. Terdengar mengalun santai yang mengajakmu menggerakkan kepala ke sana-sini dengan sedikit sunggingan bibir. Berikutnya ada Fire Waltz dari Mal Waldron yang terdengar kayak pamer skill keduanya tapi masih tetep terdengar santun untuk dinikmati. Track ke-4, Sugar (Stanley Turrentine), menyuguhkan nada-nada yang agak pelan dan jauh dari nuansa ceria. Hahaha gimana, ya. Saya pikir Lucas and AB sedikit menurunkan tempo setelah di lagu sebelumnya kita dipancing untuk bergerak dan mengeluarkan keringat.

Dan track terakhir di side A, Angel Eyes (Matt Dennis) masih memainkan tempo lambat, yang lebih lambat dari Sugar. Bayangkan kamu lagi minum sendirian di sebuah bar kecil, terus kebayang mantan kamu yang udah ngelepehin kamu, dan kamu masih ngarepin doi ada di sebelah buat nemenin. Nah, kira-kira begitulah lagunya hehe. Meskipun bertempo pelan, Lucas and AB tetep memainkan musik yang variatif, kok. Nggak ngebosenin.

Green Chimney (Thelonious Monk) membuka side B dengan nada segar yang masih pada tempo yang lambat. Ada part di mana A.B. memamerkan skill dengan solo drum-nya, enak aja. Namun saya merasa di lagu ini agak statis aja musiknya. Di track ke-7, Moanin’ (Bobby Timmons), Lucas and AB seperti mempertunjukkan permainan musik yang saling bersahutan di part awal, yang berulang di tengah lagu. Dengan kualitas suara yang agak kasar bila diputar di walkman, mendengarkan lagu ini seperti sedang mendengarkan backsound film Warkop lawas, dengan adegan almarhum Dono yang sedang menggoda Kiki Fatmala.

Doxy (Sonny Rollins)! Sentuhan renyah dari Lucas menjadikan lagu ini terdengar menyenangkan menemanimu bertamasya keliling kota dengan Bandros. Di lagu ini, giliran si suara “dentuman bass” yang memamerkan skill-nya, disusul oleh solo drum (lagi). Track ke-9, Rockit (Herbie Hancock) menurut saya paling berbahaya. Diawali suara pria, lagu ini memainkan tempo cepat dan sangat menyenangkan! Hazawude ikut mengisi di lagu ini dengan sentuhan scratching tunes. Cikiciw cikiciw! Semacam DJ mungkin. Bagaikan kolaborasi spongebob dan manusia purba. Tau episode itu nggak? Kalau nggak tau, tonton dulu sana di Youtube.

Track terakhir, Harmonique (John Coltrane), mungkin menurut ayah saya, atau teman sebayanya ayah saya, terdengar mantap dan jazz banget. Tapi kalau kata saya mah, ya, musik jazz aja. Mungkin untuk remaja berumur 19 tahun seperti saya ini belum nyampe, lah, selera musiknya. Maafin.

Keseluruhan, album Standards: Vol. 1 ini menyuguhkan permainan jazz standar, seperti nama albumnya, namun dikemas sedemikian rupa sehingga mampu diterima oleh penikmat musik masa kini. Cara pengenalan musik jazz yang menyenangkan buat saya. Jadi pengen nonton Java Jazz Festival gini. Gila, geus edan kieu.

Oh ya, seperti yang dicantumkan di kasetnya, “duplicating, sharing and copying is recommended“. Silakan sebarkan musik menyenangkan ini ke paman kalian yang nun jauh di sana, atau siapa pun. Mampir ke Soundcloud Lucas and AB, karena mereka mengunggah semua lagunya. Tapi saran saya, sih, mending beli bundle package-nya selagi masih ada. Isinya lengkap soalnya, ada kaset plus stiker, poster, coaster, tees, totebag, 2 buah postcard dan notebook. Cepet. Sekarang!

 

Tracklist :

Side A

1. The Box Car – 411 Vm’s Theme (by Sol)

2. Serenade To Cuckoo (by Rahsaan Roland Kirk)

3. Fire Waltz (by Mal Waldron)

4. Sugar (by Stanley Turrentine)

5. Angel Eyes (by Matt Dennis)

 

Side B

6. Green Chimney (by Thelonious Monk)

7. Moanin’ (by Bobby Timmons)

8. Doxy (by Sonny Rollins)

9. Rockit (by Herbie Hancock)

10. Harmonique (by John Coltrane)

Be First to Comment

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *